Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Omset Sejumlah Pedagang Menurun

Omset Sejumlah Pedagang Menurun

Akibat Harga Cabai Terus Naik

SAGULUNG (HK) - Omset sejumlah pedagang cabai di Pasar SP Plaza dan Pasar Fanindo, menurun akibat harga cabai yang terus melambung. Selama Sepekan terakhir Harga cabai merah tersebut mencapai Rp 70.000 per kilogram (kg) harga cabai hijau Rp 40.000 per kilogram (kg).
"Penjualan sangat menurun drastis, sudah seminggu ini jual harga Rp 70.000 per kg, ada penurunan penjualan. Pelanggan yang biasanya beli setengah kilo kini jadi seperempat kilo setelah harga naik," keluh Ajeng, salah seorang pedagang di pasar SP Plaza, Kamis (20/10).

Menurut Ajeng, selama seminggu terakhir harga cabai melambung tinggi. Biasanya cabe merah dijual Rp 40.000 per kilogram (kg), kini naik jadi Rp 70.000 per kilogram (kg). Kemudian, cabai hijau sebelumnya Rp 30,000 per kilogram (kg) naik jadi Rp 40.000 per kilogram (kg). Begitu juga, cabai rawit dulunya Rp 35.000 per kilogram (kg) naik jadi Rp 50.000 per kilogram (kg).

Dengan kenaikan itu, tentu berimbah pada omset penjulan karena minat pembeli yang berkurang. "Sebelum harga naik, biasanya ia belanja setiap hari mengambil cabai sebanyak 15 kilo perhari, namun sekarang dia hanya berani mengambil delapan kilo. Nah sekarang delapan kilo saja tak habis juga kita juga," keluhnya lagi.

Penurunan omset juga dirasakan oleh Susi, pedagang sayur pasar Fanindo, Batuaji yang menurutnya kenaikan harga cabai membauat banyak pelanggan yang mengurahi kebutuhan berbelanja. "Biasanya pelanggan banyak beli , sekatang mampunya sedikit," ujarnya.

Saat ini, lanjut Susu, harga cabai merah dijual Rp 69.000 per kilogram (kg), cabai hijau Rp 38.000 per kilogram (kg), cabai rawit Rp 40.000 per kilogram (kg), cabai rawit jawa Rp 55.000 per kilogram (kg). "Mahal sekarang, biasa beli sekilo sekarang beli setengah kilo, yang setengah kilo jadi seperempat," kata Susi.  

Tak hanya Penjual, dampak kenaikan harga cabai juga dirasakan  pembeli. Naryati (50), warga Tembesi mengaku tak mampu untuk membeli banyak karena harga yang mahal. Padahal, lanjutnya cabai merupakan salah satu komoditas pokok dalam rumah tangga, sehingga semahal apapun terpaksa dibeli.

"Biasa beli banyak sekarang cuma sedikit. Maunya harga diturunkan supaya masyarakat tidak terbebani," harapnya.(Ded)

Share