Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Swissindo Hapuskan Hutang Rakyat Hingga Rp 2 Milliar

Swissindo Hapuskan Hutang Rakyat Hingga Rp 2 Milliar

TANJUNGPINANG (HK) - Sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Provinsi Kepulauan Riau, United Nations (UN) Swissindo mengklaim memiliki program pembebasan utang rakyat Indonesia hingga Rp2 miliar. Program ini sebagai bagian dari upaya untuk menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia.
Deputi UN Swissindo Kepulauan Riau (Kepri) Yelfian mengatakan UN Swissindo merupakan lembaga gabungan dari 25 negara yang memiliki misi untuk melunasi hutang rakyat, biasa di bank-bank dan leasing di Indonesia. Adapun dana didapatkan dari peninggalan-peninggalan dari kerajaan dinasti yang disimpan di Bank Swiss, berdasarkan perjanjian Presiden RI pertama Soekarno dan Presiden Amerika Bill Clinton yang dapat dicairkan setelah 70 tahun.

Pada tanggal 16 Oktober lalu, UN Swissindo sudah melakukan aklamasi akbar yang dibacakan langsung oleh Presiden UN Swissindo Ir Sugiharto Notonegoro yang dihadiri oleh 34 provinsi di depan Istana Negara dengan peserta kurang lebih 1000 orang.

"Ini sekaligus menggambarkan bahwa lembaga ini legal dan aklamasi akbarnya sudah dilakukan. Saat ini kami menunggu sikap kooperatif dari BI dan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) untuk mengakui keberadaan UN Swissindo untuk menghapuskan hutang masyarakat Indonesia," sebut Fian saat ditemui dikantor jalan Raja Ali Haji Pamedan nomor 19, Tanjungpinang, kemarin.

Fian bigitu sapaan akrabnya menjelaskan, organisasi ini bisa dipertanggungjawabkan dan juga sudah dilaksanakannya aklamasi akbar. "Apabila Swissindo ilegal, apa mungkin pemerintah membiarkan kami melakukan aklamasi akbar di depan Istana negara, pun jika ini tidak benar kami siap untuk mempertanggungjawabkannya.

Saat ini di Tanjungpinang sudah banyak masyakarat yang bergabung, dalam hal ini yang memang perlu pendamping dari UN Swissindo dalam menyelesaikan piutangnya di bank maupun leasing," jelas Fian.

Fian menegaskan, adapun hutang masyarakat Indonesia yang dapat diselesaikan mulai tanggal 04 Februari 2016. Artinya bagi masyarakat yang sudah membayar lewat tanggal 04 Februari harus dikembalikan kepada yang bersangkutan dan sisanya akan dilunaskan oleh UN Swissindo.

Untuk persyaratan masyarakat hanya perlu membawa foto cofy surat perjanjian kredit di bank maupun leasing, kwitansi pembayaran terakhir serta foto cofy KTP. "Semua tidak dikenakan biaya, kami hanya membantu, karena memang sudah tugas kami," ujarnya.

Fian menambahkan pihaknya tidak takut menghadapi resiko yang menghadang, termasuk kalau dipanggil aparat penegak hukum dalam hal ini pihak Kepolisian. "Saya siap memenuhi panggilan Kepolisian kalau memang dibutuhkan, dalam hal ini OJK dan BI yang harus bertanggungjawab karena sudah membohongi masyarakat," ucapnya. (cw53)

Share