Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Ekonomi Bisnis Pasar & Bank Segera Inisiasi Program Pendampingan

Segera Inisiasi Program Pendampingan

Rapat Tahunan OJK Provinsi Kepri

BATAM (HK)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyadari akses keuangan bukanlah satu-satunya faktor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tersedianya akses keuangan juga perlu dibarengi dengan program pendampingan, untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan manajemen usaha oleh masyarakat.
Untuk itu, tahun 2017 OJK akan segera menginisiasi Program Pendampingan yang melibatkan masyarakat luas, termasuk kalangan perguruan tinggi di daerah. Tahun ini OJK juga akan mengeluarkan 4 (empat) kebijakan untuk menjaga stabilitas dengan fokus pada upaya penguatan pengawasan terintegrasi,penyempurnaan pengaturan manajemen risiko, dan peningkatan kapasitas industri jasa keuangan nasional.

Hal ini ditegaskan Kepala OJK Kepulauan Riau (Kepri) Uzersyah dalam acara rapat tahunan OJK Kepri yang dikemas dalam pertemuan awal tahun industri jasa keuangan tahun 2017 di Ballroom Hotel Best Western Premier Panbil, Batam, Kamis (16/2).

"Pertemuan ini diselenggarakan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan membangun optimisme untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Uzersyah juga memaparkan bahwa seluruh arahan strategis nasional Ketua Dewan Komisioner OJK yakni dinamika industri keuangan global dan nasional, strategi mitigasi risiko meliputi perumusan program yang terfokus pada peran sektor jasa keuangan yang kontributif mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendorong distribusi pendapatan yang lebih merata.

kemudian, kontribusi sektor jasa keuangan dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan ketahanan dan stabilitas sistem keuangan.
"Kedua aspek ini, OJK yakini akan menjadi kunci untuk mengarungi 2017 dan juga tahun-tahun ke depan," ujarnya.

Peran ekonomi domestik, lanjutnya, perlu diperkuat untuk mengantisipasi lambatnya pemulihan global. Selain itu, penyebaran sentra pertumbuhan juga perlu dipercepat agar hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata. Inisiatif-inisiatif yang OJK susun diharapkan juga dapat memperluas akses keuangan oleh seluruh kalangan masyarakat.

Secara khusus, terkait dengan kinerja industri jasa keuangan syariah, dapat disampaikan bahwa tahun 2016 lalu adalah bukan tahun yang mudah, khususnya bagi perbankan syariah. Berbagai upaya perbaikan struktural telah dilakukan untuk meningkatkan ketahanan dan daya saing industri keuangan syariah nasional. Pada tahun ini juga, OJK akan mendorong berdirinya Jakarta
International Islamic Financial Center (JI-IFC) yang merupakan pusat bisnis dan investasi syariah dalam bentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

"Berdirinya Jakarta International Islamic Financial Center (JI-IFC) ini merupakan langkah awal untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia," katanya.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum menambahkan, bahwa tahun 2017 yang merupakan Tahun Ayam Api harus dihadapi dengan optimis. "Optimisme tersebut menjadi pijakan dalam menghadapi tahun 2017 yang merupakan tahun kerja dan prospektif," katanya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan propinsi Kepulauan Riau yang memiliki demographic mapping yang didominasi oleh penduduk usia produktif dengan rentang usia 25 sampai dengan 55 tahun, tentunya mendorong industri perbankan memiliki banking strategy yang menyesuaikan dengan bonus demografi tersebut yang mendukung pertumbuhan sektor ekonomi baik sisi konsumtif
maupun sisi produktif.
Dukungan perbankan dalam sektor ekonomi di daerah antara lain melalui program KUR yang fokus pada sektor primer, yaitu sektor ekonomi yang memanfaatkan sumber daya alam secara langsung seperti pertanian, kehutanan, perikanan dan pertambangan.

"Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau selain berasal dari sektor manufaktur juga berasal dari sektor konstruksi, terutama infrastruktur dan properti dimana industri perbankan dan industri keuangan non-bank diharapkan dapat mendorong sektor tersebut," tutupnya.

Sejalan dengan tema yang diusung yakni “Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat”, rapat tahunan yang digelar kantor otoritas jasa keuangan provinsi Kepulauan Riau ini dihadiri Perwakilan Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum dan lebih dari 190 undangan yang berasal dari lembaga pemerintahan maupun non pemerintah, sektor jasa keuangan, akademisi di Kepulauan Riau.(iks)

Share