Sabtu08022014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Pinang Marina, Pelabuhan Tikus Terbesar di Tanjungpinang

Pinang Marina, Pelabuhan Tikus Terbesar di Tanjungpinang

Pengusaha Kerap Lakukan Aksi Penyelundupan
Pelabuhan tikus atau ilegal yang terletak di Pinang Marina, belakang hotel Rimba Jaya, Batu 2 Kota Tanjungpinang diindikasi sebagai pintu masuk penyelundupan barang dari luar negeri. Tiap minggu, iring-iringan truk memasuki kawasan Pinang Marina  tersebut. Kedatangan truk ini seiring dengan menyandarnya beberapa kapal yang membawa barang selundupan dari Malaysia dan Singapura.  Barang-barang yang dimuat diantaranya elektronik, sembako dan daging. Kegiatan ini kerap terjadi pada malam hari, namun tidak pernah mendapat perhatian dari aparat kepolisian setempat. Pantauan di lapangan, suasana di pelabuhan pada siang hari sepi, tidak ada aktifitas sama sekali. Kawasan Pinang Marina baru ramai pada malam hari. Selain bongkar muat barang juga banyak dimanfaatkan pasangan muda-mudi untuk pacaran serta duduk-duduk santai di cafe terletak di depan pelabuhan tikus yang terbesar di Tanjungpinang (Tpi).

Menurut warga, kegiatan bongkar muat di pelabuhan tikus ini sudah lama terjadi, dan selalu pada malam hari aktifitas bongkar muatnya. Tapi belum ada satu petugas terkait yang mampu menutup aktifitas bongkar muat terutama pihak polisi dan Pemko sendiri. Mereka  seolah-olah tidak melihat apa yang terjadi di pelabuhan tikus tersebut.

"Tau sih tau, cuma sengaja lupa tuli, karena yang melakukan aktifitas itu adalah empat pengusaha besar yang ada di Tanjungpinang,"katanya dengan nada ketus.

Keempat bos besar dibalik aksi penyelundupan yang merugikan negara dari sektor pajak dan kepabean yang sudah berjalan bertahun-tahun itu adalah Ac, Aa, Ak dan Ah. Keempat nama tersebut merupakan keturunan Tionghoa. Mereka selalu menggunakan jasa oknum aparat untuk memuluskan aksi ilegal tersebut.

Menurut warga yang enggan menyebutkan namanya itu, barang selundupan diangkut menggunakan kapal yang berkapasitas 50 ton. Kapal tersebut akan lego jangkar di tengah laut (beberapa meter dari bibir pantai) kemudian overship ke kapal pompong untuk dibawa ke pantai. Barang itu lalu diangkut menggunakan truk untuk dibawa ke gudang-gudang di sejumlah titik yang ada di Kota Tanjungpinang.

"Mereka main tengah malam mas, biasanya barang-barang itu datang tiap seminggu sekali dari Singapura atau Malaysia, nantinya ada sekitar 5 lori yang akan mengangkut barang-barang ini untuk disimpan di gudang, "katanya.

Menurut sumber tersebut, kawasan Pinang Marina merupakan tempat pelabuhan tikus yang terbesar yang ada di Kota Tanjungpinang, sedikitnya, ada sekitar 9 titik pelabuhan tikus yang menyebar di Tanjungpinang.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai (BC) Tanjungpinang, Harry Prabowo, belum berhasil dimintai keterangan terkait dengan barang-barang selundupan tersebut.  Nomor ponsel miliknya saat dihubungi meskipun terdengar nada sambung namun tidak diangkat. Begitu juga pesan singkat (SMS) yang dikrim belum juga dibalasnya.

Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) agar pelabuhan ilegal atau pelabuhan tikus yang ada di kota Tanjungpinang segera ditertibkan atau diajukan untuk sebagai pelabuhan rakyat. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat bisa sama-sama menikmati pelabuhan tersebut

"Kalau memang ada pelabuhan tikus, maka diharapkan agar bisa ditertibkan atau paling tidak diajukan untuk sebagai pelabuhan rakyat. hal ini agar nantinya bisa dinnikmati oleh semua warga yang ada di sana, "kata Tatik.

Ia menambahkan, adanya pelabuhan tikus bisa dikhawatirkan akan bahayanya peredaran narkoba, pengiriman TKI ilegal serta masuknya para teroris ke Tanjungpinang dan lain sebagainya.

"Saya menyarankan kepada dinas terkait, untuk memberikan pembinaan terhadap masyarakat yang memiliki pelabuhan ilegal, dan jika memang masih membandel, maka pelabuhan tersebut harus ditutup, "ujar Tatik

Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Husnizar Hood mengatakan, masih banyaknya pelabuhan tikus yang ada di Kota Tanjungpinang harus menjadi perhatian khusus dari aparat setempat, seperti Dinas Perhubungan dan Adpel.

"Harusnya semua aparat mengawasi pelabuhan tikus tersebut, karena ini juga akan mengganggu ketertiban pelabuhan legal, "ungkap Husnizar

Ia juga mengungkapkan, pelabuhan tikus bisa membantu perekonomian masyarakat setempat. Ia juga tidak menampik banyak orang yang memanfaatkan pelabuhan tikus sebagai trsansaksi barang-barang ilegal. (tim)

Share