Kamis08212014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Menelisik Slogan Baliho Caleg

Menelisik Slogan Baliho Caleg

BALIHOMUSIM kampanye para Calon Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada pesta demokrasi tahun 2014 mendatang diwarnai dengan pemasangan baliho berisi slogan persuasif untuk membujuk calon pemilih.

Mendekati hari pertarungan politik, hampir di semua sudut kota, mulai dari jalan-jalan utama hingga ke gang-gang sempit di kompleks perumahan, wajah para celag terpampang di baliho maupun spanduk. Bahkan, tidak sedikit para caleg memanfaatkan media lain seperti angkutan umum seperti taksi dan bus kota dengan memajang poster.

Pemantauan Haluan Kepri dari sekian banyak spanduk dan baliho caleg yang terpasang di pinggir jalan, ada satu kesamaan dari slogan yang dituliskan pada baliho caleg, yakni 'menjual' kata perjuangan. Diantaranya, caleg Dani Ismeth yang memasang baliho di sekitar daerah Sei Panas dan Seraya memasang slogan " berjuang untuk Kepri sejahtera".

Jargo perjuangan juga menjadi andalan caleg lainnya, seperti Ir Wirya Putra Sar Silalahi.,dari PDIP dengan slogan "berjuang dengan sepuluh lilin kecil", caleg DPD Dayat Hidayat yang memasang baliho cukup besar di Jalan Sudirman tepatnya setelah simpang kabil juga memasang slogan " mari berjuang membangun Kepri". Slogan senada juga tertulis pada baliho caleg Jasarmen Purba dari PDIP yakni "Berjuang untuk kemajuan Kepri".

Namun ada juga beberapa caleg menyampaikan slogan dengan mengambil slogan partai. Seperti caleg Carlis Lukas Wijaya, dari partai Hanura untuk Dapil II, Batam Kota menjual slogan "Saatnya Hati Nurani Bekerja" dan
Tuahman Purba, caleg untuk DPRD Batam mengusung slogan "Suara golkar, suara rakyat". Kemudian Bustami Hasibuan, caleg partai Hanura untuk DPRD Kota memasang slogan 'berjuang berlandaskan hati nurani untuk perubahan yang lebih baik"

Slogan lainnya " Berikan yang Terbaik" dipasang Saproni,S.E caleg untuk DPRD Prov. Kepri. Baliho caleg dari PDIP ini dipasang sepanjang jalan menuju Nongsa. Dan yang tak mau kalah Helmi Helminton, caleg DPRD Batam menjual slogan" Muda, berani, inspiratif" yang dipajang pada baliho berukuran besar di wilayah Batam Center.

Beberapa caleg 'senior' yang ingin kembali berkiprah di kancah politik nasional juga tak mau kalah bersaing. Diantaranya, Harry Azhar Aziz, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, dengan wajah tersenyum di baliho mengusung slogan Bagun Kepri, Bangun Negeri. Kemudian, Drs. H.Zulbahri., ingin kembali mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI dari Prov. Kepri menyampaikan slogan sederhana "Daerah Maju Bangsa Sejahtera".

Berbeda dengan caleg lainnya, James S.Purba, caleg dari Gerindra untuk DPR RI memasang slogan yang cukup panjang pada balihonya yang dipajang di daerah Legenda dengan kalimat "bukan janji tapi bukti, memberdayakan masyarakat kecil dan mensejahterakan kaum marjinal.

Nah, penilaian kini ada di tangan calon pemilih, apakah percaya pada isi slogan yang digembar-gemborkan para caleg tersebut atau slogan tersebut hanya sebuah kebohongan demi meraih 'tahta' yang diinginkan.

Diberi Dispensasi

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam memberikan dispensasi khusus kepada caleg yang ingin membangun papan reklame atau baleho di sepanjang jalan utama hingga hari tenang menjelang pemilihan nanti. Dispensasi itu yang diberikan itu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Titik lahan diberikan secara gratis. Artinya, caleg dibebaskan dari sewa lahan. Hanya saja, ijin ini bersifat sementara, hingga masa tenang kampanye April 2014 mendatang dan tidak bisa diperpanjang.

Beberapa syarat tersebut, diantaranya penempatan reklame pada ROW jalan wajib memiliki izin tertulis dari BP Batam. Reklame yang didirikan tidak boleh menutupi reklame eksisting (reklame yang telah ada) dan reklame hanya berukuran 3x4 meter baik vertikal dan horizontal dengan tinggi tiang dua meter serta konstruksinya dari pipa besi dengan diameter minimal empat inci.

Reklame tidak boleh didirikan di simpang empat atau simpang tiga yang ber-traffic light dan di median, pulau serta bahu jalan. Reklame didirikan, dengan jarak minimal 1 meter dari luar trotoar dan 25 meter  dengan jarak minimal dari perkantoran pemerintah, rumah ibadah dan pendidikan.

Ijin penempatannya hanya sementara dan tidak diperpanjang. Untuk mendirikan itu, Caleg hanya diwajibkan membayar uang jaminan untuk membongkar sebesar Rp500 ribu per reklame. Apabila ketika memasuki hari tenang, reklame tidak dibongkar sendiri, maka tim terpadu akan turun membongkar sendiri, dengan menggunakan uang tersebut dengan konstruksi milik negara. Tapi, uang Rp500 ribu itu bisa kembali ke Caleg, apabila ia membongkar sendiri.***Oleh: Johni F.Liputan

Share