Sabtu12272014

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Melanjutkan Pembangunan di Bumi Berazam

Melanjutkan Pembangunan di Bumi Berazam

Hari ini, Rabu (23/3) DR.H.Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si dan H.Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si kembali dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2011-2016. Hari bersejarah, karena untuk kedua kalinya pasangan ini memimpin Karimun untuk lima tahun kedepan setelah memenangi pilkada Karimun 5 Januari lalu dengan meraih suara sebanyak 92,2 persen. Pelantikan pasangan ini juga terasa istimewa, karena dari pilkada yang dilaksanakan di Kepri, pasangan inilah yang tetap langgeng hingga dua periode.


Terpilih dan dilantiknya kembali Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq sebagai bupati dan wakil bupati di Bumi Berazam tersebut telah membuktikan jika pasangan ini mendapat dukungan penuh masyarakat dari salah satu daerah yang masuk dalam kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Kepri. Program dan pembangunan yang telah dilaksanakan pada lima tahun sebelumnya akan kembali dilanjutkan oleh kedua putra terbaik Kabupaten Karimun tersebut. Perpaduan antara pengusaha dan birokrat ini akan siap mengantarkan Karimun menjadi daerah yang memiliki daya saing tinggi pada 2016 nanti. Ini tercermin dari visi dan misi yang diusung pada pilkada lalu.

Nurdin Basirun dan Aunur Rafiq selama lima tahun sebelumnya dinilai telah mampu mengemban amanah rakyat. Kedua pasangan ini menunjukkan kemampuan dan keserasiannya dalam menjalankan roda pemerintahan Karimun. Nurdin dan Rafiq pun selalu memerhatikan aspirasi masyarakat dari kalangan apapun. Apa yang telah diraih selama lima tahun sebelumnya juga dinilai telah berhasil membawa Kabupaten Karimun menjadi salah satu kabupaten yang diperhitungkan di tingkat nasional.

Untuk kedepan, pasangan yang diusung Partai Golkar, PAN, PDIP, Hanura, Partai Demokrat, PPP, PKS, PBR, PIB, dan Republikan pada pilkada lalu ini berjanji untuk terus meningkatkan pembangunan di semua lini. Seperti yang dikatakan Nurdin, bahwa untuk menjadi daerah yang mempunyai daya saing tinggi, seluruh infrastruktur dan perangkat di Karimun akan dipersiapkan secara baik. Tidak hanya itu, SDM yang menjadi penggerak pembangunan akan ditingkatkan kemampuannya untuk mengimbangi percepatan dan persaingan yang kian ketat. Dikatakannya, target apa yang diinginkan kedepan bukanlah mimpi dari mereka berdua, namun mimpi semua masyarakat Karimun.***

 

Mewujudkan Karimun yang Berdaya Saing pada 2016

Nurdin Basirun mengatakan, menjawab tantangan kedepan, visi pembangunan Kabupaten Karimun untuk 2011-2016 adalah bagaimana mewujudkan Kabupaten Karimun yang berdaya saing pada 2016.

"Ini bukan mimpi kami berdua, namun mimpi kita semua yang mesti diwujudkan bersama-sama," kata Nurdin.

Dijelaskanya, secara konseptual, visi pembangunan Karimun lima tahun mendatang mengarah pada tujuan pembangunan jangka menengah nasional (RPJM-N) 2009-2014.

“Kalimat berdaya saing diartikan sebagai memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkembang dengan baik, kreatif dan inovatif yang ditandai dengan meningkatnya kegiatan investasi, membaiknya infrastruktur dasar dan pengelolaan sumberdaya lokal yang optimal,” ucap Nurdin

Sementara guna visi tersebut, maka ditempuh melalui empat misi pembangunan yakni, pertama, meningkatkan dan memeratakan ketersediaan infrastruktur daerah, seperti, peningkatan ketersedian dan kualitas indrastruktur pada kawasan FTZ, terutama yang terkait dengan kawasan industri. Peningkatan ketersedian dan kualitas infrastruktur pada kawasan strategis. Peningkatan dan pemerataan ketersedian serta kualitas infrastruktur dasar. Peningkatan dan pemerataan ketersedian serta kualitas infrastruktur tranportasi dan telekomunikasi. Peningkatan dan pemerataan ketersedian serta kualitas infrastruktur sosial ekomomi.

Kedua, meningkatkan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia melalui beberapa hal, yakni, peningkatan kualitas pendidikan serta pengembangan pendidikan yang berorientasi kepada potensi lokal. Peningkatan dan pemerataan pelayanan kesehatan. Peningkatan kesempatan kerja dan usaha. Pengendalian penduduk dan pemberdayaan keluarga serta meningkatkan kemandirian perempuan dan peningkatan pembinaan pemuda dan keolahragaan.

Ketiga, meningkatkan ekonomi berbasis kerakyatan, melalui, peningkatan pemberdayaan koperasi dan UMKM, revatalisasi pertanian dan perikanan, peningkatan daya saing industri rakyat, peningkatan investasi daerah, dan penanggulangan Kemiskinan

Dan yang keempat, memaksimalkan kualitas pelayanan publik, melalui, peningkatan kualitas, kapasitas dan profesional sumber daya aparatur, peningkatan efektifitas fungsi kelembagaan pemerintah daerah melalui penataan STOK yang berorientasi services, optimalisasi peran komunikasi, informasi dan teknologi bagi pelayanan di daerah pesisir serta memperpendek rentang kendali dengan melakukan pemekaran kecamatan, percepatan tersusunnya SPM dan SOP khusus bidang-bidang urusan wajib, perwujudan sistim pelayanan dan penyelenggaraan pemerintah yang berbasis teknologi informasi, penyederhaaan sistim, prosedur dan waktu perizinan, serta, optimalisasi peran camat, lurah dan kepala desa melalui pendelegasian kewenangan. ***

 

 

"Jika Lupa, Ingatkan Saya"

selama ini Nurdin Basirun memang dikenal dekat dengan masyarakatnya. Dia sering berkumpul dan bertatap muka langsung dengan warga. Bahkan dalam beberapa kesempatan dia juga memberikan bantuan termasuk dari dana pribadinya. Dikatakan, hal itu didasari karena dulunya dia berasal dari keluarga yang susah dalam ekonomi. Makanya, ketika ada masyarakat yang susah, dia merasakan apa yang dirasakan masyarakat tersebut.

"Ini adalah semacam pelajaran bagaimana tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah. Orang yang membawa kayu bakar lebih mulia daripada orang yang meminta-minta. Tapi perlu dipahami, bukan berarti bantuan langsung yang diberikan selama ini menjadikan mereka lemah dan tidak berdaya," ucap Nurdin.

"Bantuan yang diberikan diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mereka," tambahnya lagi.

"Kenapa saya sering memberi, karena saya dari orang yang lemah dan sangat susah. Kalau ada yang cerita dirinya susah, saya sudah merasakan susah dalam bentuk apapun. Kerja apa saja sudah saya lakoni. Makanya, ketika ada menanyakan saya pernah kerja apa? Saya jawab, saya pernah kerja apa saja. Dan ini diharapkan menjadi pemicu semangat mereka," jabarnya lagi.

Kini, kata Nurdin, dari sekian banyak masyarakat yang pernah dibantunya itu, sudah banyak yang mandiri.

"Insya Allah, pelan-pelan mereka sudah banyak yang produktif. Kalau kita lihat saat ini di daerah Pangke, Kecamatan Meral, sudah banyak orang yang jualan," jelasnya.

Namun dari banyak hal yang dilakukannya, Nurdin juga mengaku sering mendapat kritikan. Namun selama kritikan itu bersifat membangun, dia tidak akan pernah marah.

"Kalau untuk kemajuan kita, kenapa tidak kita terima? Baguslah, berarti masih ada orang yang sayang pada kita. Dan lagi, saya tidak pernah mengatakan diri saya baik. Kalau saya salah dan keliru, silahkan dikritik. Ingatkan saya. Saya juga manusia. Dengan senang hati saya terima semua itu," ungkapnya.

Yang pasti, lima tahun kedepan, program-program untuk kemajuan Karimun akan dijalankan sesuai rencana. Pembangunan infrastruktur akan digesa. Perluasan jaringan listrik, pendidikan dan kesehatan serta kualitasnya akan ditingkatkan.

"Semua program akan dijalankan seimbang dan sesuai dengan tingkat kebutuhan. Kita tidak ingin satu masalah telah kita selesaikan, namun yang lain terabaikan. Pokoknya kita petakan berdasarkan tingkat kebutuhannya."

Senada dengan itu, Aunur Rafiq mengatakan, dirinya dengan Nurdin, akan terus melanjutkan pembangunan, saling bahu membahu menjalankan seluruh program yang telah dicanangkan.

Kata Rafiq, hal yang mendasar yang dipahaminya adalah, jabatan sebuah sebuah amanah.

"Pertama, sebagai seorang wakil bupati dalam melaksanakan tugas dan fungsi, melaksanakan tugas yang telah dilimpahkan melalui kewenangan, dalam bentuk sebuah surat keputusan yang ditandatangani bupati. Saya mengacu kesana. Sehingga kita tahu dimana letak batas kewenangan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing," ujar Rafiq.

Kedua lanjut Rafiq, sebagai mitra, sebagai teman, dan sebagai pendamping, segala sesuatu disesuaikan dengan kemampuan, pengetahuan yang dimiliki. Menyampaikan dan memberikan masukan serta saran, sepanjang itu bisa diterima. Kalau tidak, itu hak preogratif dari seorang Bupati.

"Artinya tidak boleh merajuk. Itulah kuncinya. Kalau kita merajuk, kecil hati, sehingga kita hilang kontrol. Akibatnya, hilang kendali dan muncul ego. Dampaknya, kerjasama pasti berantakan. Ini sangat tidak saya harapkan. Alhamdulillah, lima tahun sebelumnya, kerjasama kami dalam mengemban amanah dapat berjalan dengan baik. Hal itu pula yang saya harapkan lima tahun kedepan," papar Rafiq.

Sekarang kata dia, harapan masyarakat tidak seperti dulu. Jika lima tahun lalu, kemenangan pada pilkada 2005 dimenangi dengan suara sekitar 52 perse.

"Tapi sekarang, sudah suara mencapai 92 persen. Berarti tingkat kepercayaan masyarakat makin tinggi. Kepercayaan inilah yang akan diemban untuk lima tahun kedepan. Insya Allah, kami akan berusaha sebaik mungkin mewujudkan cita-cita masyarakat tersebut," jelas Rafiq lagi.

Kini masyarakat inginkan adanya perubahan nyata. Sehingga dapat memberikan kontribusi nyata pula bagi masyarakat.

"Apa yang harus kita lakukan? Ya, itu tadi, menjalankan program pembangunan yang sesuai visi misi yang dibuat. Tentunya bersama teman-teman di DPRD. Dan kekuatan ini yang akan kita bangun kedepan. Mudah-mudahan apa yang dibimbangkan tidak akan terjadi. Kami akan berbaik terbaik untuk daerah ini," pungkas pria kelahiran Tanjungbatu ini. ***

 

Nurdin Basirun : "Tak Ada Lagi Ganjalan Investasi"

"Saya pernah kecewa dengan birokrasi yang harus dilalui saat menjadi pengusaha dulu. Layanan yang diperoleh sangat berbelit, padahal kita akan mengembangkan usaha. Karena itu, selama pemerintahan saya, birokrasi yang akan mengganggu investasi tersebut dipangkas," tegas Nurdin Basirun.

Dikatakan Nurdin, stigma yang mengatakan bahwa birokrasi di pemerintahan Karimun itu susah, akan diubah agar para investor mendapat kenyamanan saat mereka mengembangkan bisnisnya.

"Pengusaha itu adalah raja. Dan kita ini pemerintah adalah hamba masyarakat atau abdi negara dan masyarakat," ujarnya.

Dulu kata dia, kehidupan birokrasi sangat rumit. Seorang pengusaha yang mau bertemu dengan pejabat harus melalui berlapis-lapis "pintu". Akibatnya, bermacam teori dilakukan agar bisa jumpa sang pejabat termasuk datang ke rumahnya.

"Ini yang membuat hati saya tergugah untuk memperbaiki birokrasi tersebut. Sebab itu, salah satu tujuan saya masuk dalam lingkaran birokrasi adalah memberi jalan kemudahan bagi banyak orang yang ingin maju dan berkembang," paparnya lagi.

Untuk mewujudkan hal itu, ucap Nurdin, hal utama yang disiapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM)nya. Ini pula yang akan akan dilakukannya pada periode kedua menjadi bupati Karimun.

"Kemudahan birokrasi harus ditunjang dengan SDM yang memiliki pengetahuan dan skill memadai. SDM yang mampu melaksanakan pekerjaan sesuai harapan seluruh masyarakat. Jika tidak, kita khawatir Karimun terus tertinggal dari daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

"Selain punya SDM yang cakap dalam layanan birokrasi, saya juga mau para generasi muda di Karimun ini generasi yang produktif. Tidak hanya menjadi generasi yang mengharapkan peluang PNS. Generasi muda disini harus menjadi generasi mandiri. Mampu juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," ucapnya lagi.

Dalam visi dan misinya lima tahun mendatang, Nurdin mengatakan, SDM yang akan diciptakan adalah SDM yang juga memiliki semangat dan etos kerja yang baik, yang siap menghadapi tantangan seberat apapun.

"Daerah kita ini adalah salah satu bagian daerah terdepan dari Indonesia, karena langsung "berhadapan" dengan Malaysia dan Singapura dan negara tetangga lainnya. Jadi, untuk yang terdepan itu, perlu SDM yang mumpuni, ulet, serta memiliki daya saing. Karena pekerjaan yang akan dihadapi bukan pekerjaan biasa, namun pekerjaan yang luar biasa. Termasuk, pola pikir yang akan kita kembangkan juga pola pikir yang luar biasa," tegas Nurdin lagi seraya mengatakan hal itulah yang pernah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Dan dalam lima tahun kepemimpinannya mendatang, Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri ini mengungkapkan, konsep pembangunan yang akan dilaksanakan adalah pembangunan yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

"Dana-dana daerah yang kita serap dari pajak dan kontribusi lainnya, akan disalurkan melalui pembangunan infrastruktur penunjang aktifitas masyarakat."

Dicontohkannya, seperti pembangunan pelabuhan. Selain keberadaanya untuk penunjang mobilitas masyarakat, juga bisa sebagai sumber pendapatan ekonomi bagi masyarakat.

"Masyarakat bisa berdagang dan sebagainya. Paling tidak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika ekonomi masyarakat sudah bagus, kitapun bisa minta dari masyarakat berupa pajak, retribusi dan lainnya. Termasuk masalah pelabuhan," bebernya.

Dulu, kata Nurdin lagi, waktu masih banyak kapal-kapal liar yang berlabuh di perairan Karimun, uangnya diambil agen liar dari negara tetangga.

"Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus ambil peluang tersebut untuk jadi agen resmi. Tujuannya agar kapal-kapal itu bisa berlayar dan berlabuh resmi di laut Karimun. Ini sebuah peluang besar bagi Karimun."

Untuk menjadi daerah perdagangan, katanya, Karimun perlu berkaca pada Singapura sekitar 40-50 tahun lalu. Saat itu mereka menampung semua hal yang berbentuk bahan baku, seperti karet, arang, kayu dan lainnya.

"Kini bisa dilihat, mereka maju pesat. Itu karena semuanya tertata dengan baik. Kalau kini kita masih mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA), bukankah itu akan habis? Maka perlu hal lain seperti potensi kelautan, pelabuhan, dan perdagangan lainnya. Semuanya meski harus bersendikan ramah lingkungan, agar generasi mendatang bisa memetik hasilnya," paparnya lagi.

Dikatakannya lagi, sektor kelautan akan menjadi salah satu primadona lima tahun kedepan.

"Sudah ada undang-undang pelayaran yang menyatakan pemda boleh mengelola pelabuhan. Dan kita sudah menyiapkan Badan Usaha Milik Pelabuhan yang ditunjang dengan SDM yang memiliki kemampuan di sektor maritim. Untuk itu kita sudah punya lokasi yang telah disetujui pemerintah pusat yaitu Dirjen Perhubungan Laut".

Selanjutnya, kata Nurdin, bagaimana kita meyakinkan pelaku usaha sektor pelayaran, bahwa Karimun saat ini sangat kondusif untuk jasa pelayaran.

"Kita mengharapkan kapal-kapal yang parkir di Singapura akan ikut bergeser di Karimun. Karena saat ini mereka sedang membangun area wisata. Dimana ada beberapa daerah tertentu dengan radius sekian mill daerah pantai, tidak boleh ada kegiatan labuh kapal. Dan mereka sudah mulai. Pertanyaannya, kemana mereka akan lari? Pasti ke Karimun."

Dari sektor jasa kepelabuhanan itu, jelas Nurdin lagi, dana yang akan mengalir sangat banyak. Karena itu kepastian hukum keamanan diperlukan guna membangun kepercayaan.

"Dalam persaingan bisnis pastilah ada sentimen-sentimen bisnis juga. Pasti ada yang menyampaikan Karimun tidak siap, Karimun tidak punya kepastian hukum. Itu pasti ada dan saat ini sudah terbaca. Itu yang harus kita bangun. Memberikan keyakinan dunia usaha. Kalau itu sudah berhasil dari sektor lain tak perlu lagi kita paksa-paksa, sekarangkan kita masih membutuhkan".***

 

Aunur Rafiq : "Tekan Angka Kemiskinan"

Pemerintah pusat dan Provinsi Kepri punya target untuk menekan angka kemiskinan sebesar 18 persen. Dari 260 ribu jiwa jumlah penduduk di Kabupaten Karimun, sedikitnya ada sekitar 11.704 tergolong Rumah Tangga Miskin (RTM).

"Ini yang perlu kita selesaikan dalam program pengentasan kemiskinan," ujar pria yang juga sebagai Koordinator Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Karimun ini.

Jumlah masyarakat miskin terbesar menurut Rafiq tersebar di beberapa pulau, seperti di Kecamatan Kundur, Kecamatan Karimun dan Kecamatan Meral.

Guna menekan angka tersebut, kata Rafiq, Pemkab Karimun sudah berkoordinasi dengan beberapa pihak. Dan pada 2012 Pemkab Karimun akan melakukan pendataan guna membuat data base kantong-kantong kemiskinan yang lebih valid. Pendataan tersebut layaknya sensus yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga ketika data tersebut sudah didapat, diharapkan dalam jangka lima tahun ada penurunan angka kemiskinan.

Diakui, sebelumnya ada program sejenis, namun hal tersebut belum mampu menekan angka kemiskinan. Kondisi itu lebih disebabkan Pemkab Karimun belum memiliki data valid, sehingga program dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat belum menurunkan angka kemiskinan.

"Kita akan evaluasi menyeluruh diimbangi dengan data-data yang akurat," paparnya.

Dikatakan Rafiq, program pengentasan kemiskinan sudah dimulai sejak 2007 lalu. Dan kini akan ada anggaran dari pusat sebesar Rp46 miliyar.

"Jumlah tersebut tidak kita berikan langsung kepada RTM, namun akan kita buatkan program yang dapat memicu atau menstimulan agar mereka bisa mandiri," jelasnya lagi.

Disamping itu, Pemkab Karimun juga tidak melupakan pembangunan infrastruktur guna menciptakan lapangan kerja. Karena pembangunan akan memberikan peluang investasi di Karimun yang tentu sebagai salah satu tujuan untuk menekan angka pengangguran.

Rafiq mengungkapkan, pada periode 2006-2011 lalu, visi dan misi dari pemerintahannya bersama Nurdin Basirun adalah menjadikan Kabupaten Karimun sebagi daerah yang maju, mandiri, adil yang dilandasi iman dan taqwa.

"Sedangkan untuk 2011-2016 ini, visi dan misi kami adalah menjadikan Kabupaten Karimun yang memiliki daya saing yang kompetitif dengan kabupaten dan kota lain yang ada di Provinsi Kepri," jelas Rafiq.

Untuk mewujudkan hal itu, terang Rafiq, program-program yang telah dicanangkan lima tahun lalu akan dilanjutkan yang mana patronnya yaitu melalui empat azam pembangunan Kabupaten Kairmun, yang sudah dimiliki sejak kurun waktu 10 tahun belakangan.

Menurut Rafiq ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan kedepan, diantaranya peningkatakn iman dan taqwa.

"Apa yang telah diraih saat ini akan ditingkatkan terus. Ada cita-cita bagaimana kita menjadikan Kabupaten Karimun memiliki 1000 Taman Pendidikan Qur'an (TPQ). Kini sudah mencapai sekitar 300 buah TPQ. Inilah prioritas utama yang akan kita lakukan sebab hal itu juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas SDM," paparnya seraya menambahkan hal itu tidak terlepas dari pendidikan.

"Sekarang kita patut bersyukur bahwa pendidikan di Karimun cukup baik. Sarana-sarana pendidikan hampir 50 persen sudah cukup memadai. Memang ada beberapa sekolah yang ruang belajarnya yang masih kurang, sarana prasarana belajar yang masih belum terpenuhi, tapi secara persentase keseluruhannya sudah cukup baik. Kedepan akan kita tingkatkan," ujarnya lagi.

Begitu pula dengan bidang kesehatan. "Pelayanan di Puskesmas di tiap-tiap Kecamatan akan terus kita tingkatkan. Nantinya kita akan mengadakan rawat inap bagi pasien di sejumlah Puskesmas," jelas Rafiq.

Senada dengan Nurdin, Rafiq juga mengatakan, untuk menunjang semua program-program pembangunan Karimun lima tahun kedepan, langkah yang terus dilakukan adalah penataan birokrasi.

"Akan ada perbaikan birokrasi terutama di SKPD. Karena keberhasilan kami adalah keberhasilan sebuah sistim. Dan ini yang akan kita lakukan, yaitu pembenahan dalam internal dan di tatanan birokrasi kita. Memang sekarang sudah baik namun harus kita tingkatkan lagi," imbuhnya. ***

 

AKBP Benyamin Sapta T Sik (Kapolres Karimun) :  "Pasangan yang Komunikatif"

Sebagai bagian dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Karimun ketika menjabat Kapolres di Karimun selama kurang lebih empat belakangan, saya melihat pasangan ini sangat komunikatif. Setiap ada kunjungan pejabat yang datang ke Karimun, selalu terkoordinasi dengan baik. Pasangan ini sangat low profile. Bahkan, disaat-saat tertentu mereka turun ke tengah-tengah masyarakat tanpa pengawalan protokoler. Pemimpin seperti inilah yang menjadi tauladan karena dekat dengan masyarakatnya.*

Aprilzal (Ketua KNPI Karimun) :"Lanjutkan Pembangunan"

Mereka adalah pasangan yang lima tahun sebelumnya telah memimpin Karimun. Otomatis, mereka memiliki program yang telah dijalankan dan juga program yang akan dilaksanakan. Saya berharap, semua program yang belum sempat diselesaikan dalam lima tahun sebelumnya bisa lanjutkan kembali. Semuanya sudah baik, apalagi pasangan ini sudah banyak membawa investor masuk ke Karimun. Semoga, pada lima tahun mendatang, gairah ekonomi semakin baik dengan banyaknya investasi di Bumi Berazam ini.*

Datuk Panglima Muda Azman Zainal, (Ketua DPD LMB Karimun):

"Bawa Perubahan"

Semua program yang telah digariskan kedua pasangan ini sudah sangat baik. Kedepan persoalan seperti pendidikan, ekonomi kerakyatan, kesehatan, dan tenaga kerja agar lebih ditingkatan lagi. Jabatan ini adalah amanah dan pengabdian. Saya berharap semua komppnen masyarakat dapat diakomodir terutama untuk kemajuan Karimun. Dan dalam mewujudkan pembangunan, Nurdin dan Rafiq haruslah didampingi oleh orang-orang yang profesional dan memiliki kredibilitas tinggi.*

Abdul Rasyid Baharuddin, (Ketua Lembaga Pemantau Demokrasi Reformasi Karimun) : "Harus Mengemban Amanat Rakyat"

Jika dilihat dari sudut kemasyarakatan, duet pasangan Nurdin dan Rafiq sudah sangat bagus. Namun untuk lima tahun kedepan, pasangan ini harus lebih mengemban amanat rakyat dengan menempatkan orang-orang yang mempunyai keahlian di masing-masing SKPD. Tujuannya agar pembangunan di Karimun yang diharapkan pasangan ini dan masyarakat bisa terwujud.


Ina Bakhtiar (Praktisi Pendidikan) : "Tingkatkan Pendidikan Perempuan"


Pasangan Nurdin dan Rafiq sangat pas, karena berasal dari kalangan pengusaha dan birokrat. Mereka bisa saling bersinergi untuk membangun Karimun dengan latar belakang masing-masing. Saya berharap pasangan ini bisa lebih meningkatkan pendidikan dan memberi pelatihan bagi kaum perempuan di Karimun. Ke depannya, saya juga berharap agar pasangan ini bisa lebih memerhatikan masyarakat kecil, khususnya perempuan dan anak-anak.*

Jamaluddin (Tokoh Masyarakat Meral) : "Bersikap Tegas"

Tantangan Karimun ke depan lebih berat. Karena itu, dibutuhkan orang-orang yang mampu memberikan potensi terbaiknya untuk pembangunan di Karimun. Pasangan Nurdin dan Rafiq sudah punya pengalaman untuk hal itu. Untuk lima tahun mendatang diharapkan, seluruh pejabat yang menjadi pilihan pasangan ini nantinya adalah mereka yang memiliki skill serta memiliki visi dan misi yang sama dengan Nurdin Rafiq.*

Risdiansyah (Ketua Perpat Karimun) : Karimun Mesti Bebas Pungli

Sebagai salah satu daerah Free Trade Zone (FTZ) dan menjadi kawasan investasi, kita berharap bupati dan wakil bupati terpilih Nurdin-Rafiq tetap bisa menjaga dan memastikan Karimun bebas dari praktek pungutan liar (pungli). Kami sebagai pemuda tempatan siap berada di garda terdepan untuk mendukung program-program Bupati guna menciptakan dan menjaga Karimun menjadi wilayah favorit tujuan investasi. Saat ini citra Karimun sudah sangat baik di mata para investor dan kami tidak ingin citra Karimun rusak oleh praktek pungli.*

Jhon Syahputra (Tohoh Pemuda Kapling) : "Perbaiki Birokrasi"

Kami berharap kepada bupati dan wakil bupati Karimun terpilih mencari pejabat yang profesional yang duduk di SKPD. Lalu membersihkan birokrasi perizinan dari pungutan liar serta memprioritaskan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penggantian sejumlah pejabat dan pemberantasan praktik pungli, mutlak dilakukan guna memuluskan jalan untuk pembangunan Karimun seutuhnya.*

Share