Selasa12122017

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Razia Pekat Menumbuhkan Rasa Nyaman

Razia Pekat Menumbuhkan Rasa Nyaman

hasil raziaTANJUNGPINANG (HK)-- UNTUK menjaga kekusyukan umat muslim dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Tanjungpinang gencar menggelar razia. Salah satunya razia penyakit masyarakat (pekat).

Untuk kesekian kalinya, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemko Tanjungpinang, kembali mengamankan pasangan tanpa ikatan surat nikah resmi dan kedapatan berada dalam satu kamar kos-kosan (mesum-red).

Kegiatan operasi pencegahan pekat tersebut dilaksanakan pada Kamis (25/6) malam. Kali ini, petugas Satpol PP menangkap basah satu pasangan mesum di kawasan kos-kosan jalan MT Haryono, KM 2, tepatnya di samping rumah mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Boby Jayanto.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan empat orang pria tanpa memiliki kartu identitas (KTP) saat berada di kosan teman wanitanya.

"Ada 6 orang kita amankan dalam razia kali ini. Degan rincian, satu pasang tanpa ikatan surat nikah, dan 4 orang pria yang tidak memiliki identitas KTP," kata Kepala Seksi Ketertiban Umum (Kasi Trantib), Satpol PP Tanjungpinang, Omrani.

Dikatakan, kegiatan operasi yang dimulai sejak pukul 23.00 WIB tersebut, sedikitnya ada lima titik lokasi kos-kosan yang telah didatangi. Yakni, kosan di Jalan Sultan Mahmud, Tanjung Unggat, kosan Jalan MT Haryono KM 2, kosan di wilayah Suka Berenang, dan kosan di kawasan Swalayan Bintan Rezeki.

"Dari beberapa kosan yang kita datangi, hanya satu tempat kita dapati pasangan pria dan wanita berada dalam satu kamar tanpa ada ikatan surat nikah di Jalan MT Haryono KM 2," ucap Omrani.

Dua hari sebelumnya, petugas gabungan juga mengamakan 19 orang yang terdiri dari 10 wanita dan 9 pria yang diduga tinggal bersama di tempat kos-kosan untuk melakukan perbuatan mesum.

Satu dari pasangan tersebut, ketika dimintakan keterangannya oleh petugas, mengaku sering bersama di dalam tempat kos, layaknya pasangan suami istri yang sudah sah.

Keduanya adalah RD dan FD. Mereka dijaring petugas saat bersama di dalam kamar kos yang terletak di Jalan Makam Pahlawan Batu 5 Bawah Tanjunpinang, sekitar pukul 23.00 WIB.

Di tempat tersebut, petugas juga menjaring pasangan Ey dan Ns, serta pasangan Rh dan Df. Tiga pasangan di luar nikah ini sama-sama diamankan di dalam satu tempat kos tanpa identitas KTP dan surat nikah yang jelas.

Sementara di lokasi terpisah, di penginapan Hanaria Batu 12 arah Tanjunguban, Petugas kembali menjaring tiga remaja wanita bersama dua remaja pria di dalam satu kamar.

Dua orang pria itu, Ar dan Dn, serta tiga remaja Mr, Vr, dan Sl. Di dalam satu tempat kos, dua pemuda dan tiga remaja perempuan ini, didapati tidak memiliki KTP dan buku nikah resmi.

"Kami hanya numpang istirahat, baru balek dari pasar malam," terang Ar saat memberikan keterangan kepada petugas Satpol PP.

Tidak ada toleransi, setiap warga yang tidak mengantongi KTP dan dokumen resmi lainnya. Saat aksi razia malam itu, turut digiring petugas Satpol PP ke Markas Satpol PP di Jalan Agus Salim, Tepi Laut, Tanjungpinang.

Usai menggelar razia di Hanaria, petugas juga terlihat menggelar razia di lokalisasi Batu 15. Di lokasi tersebut, petugas menemukan satu tempat hiburan yang masih tetap beroperasi meskipun sudah mengantongi Surat Edaran (SE) Wali Kota Tanjungpinang.

Tempat hiburan itu, langsung diminta tutup oleh petugas Satpol PP yang didampingi petugas kepolisian dan TNI.

Setelah keluar dari lokalisasi Batu 15, petugas gabungan kemudian menyisir beberapa lokasi penginapan wisma kelas melati di Ibu Kota Tanjungpinang.

Wisma yang disisir petugas yakni Wisma Pesona Jalan Batu 8 serta Wisma Lipan di Jalan Suka Berenang.
Dari kedua wisma tersebut, petugas menjaring tiga pasang serta satu di antaranya tidak mengantongi KTP di Wisma Lipan Jalan Suka Berenang sekitar pukul 01.00 dini hari.

Bahkan salah seorang wanita bersama pasangangan yang berhasil diamankan di Wisma Lipan, berusaha melawan ketika akan digiring petugas menuju Kantor Sarpol PP Tanjungpinang. Wanita tersebut mengaku memiliki saudara sebagai anggota Satpol PP di Provinsi Kepri.

Namun, petugas Satpol PP Tanjungpinang, tetap membawa wanita muda tersebut ke kantornya untuk didata dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Omarani mengakui, bahwa pelaksanaan razia yang dilakukan Satpol PP Pemko Tanjungpinang selama ini, belum membuat efek jera masyarakat lain, terutama pasangan remaja untuk tidak melakukan perbuatan mereka yang keluyuran hingga tengah malam, bahkan ditemui dalam kamar wisma dan kosan bersama pasangannya.

"Harapan kita kedepan, mereka yang terkena razia dapat diberi sanksi lebih tegas dan keras lagi. Setidaknya mereka dikenakan sidang tipiring, dan diwajibkan membayar denda, meskipun nilainya cukup kecil," ucap Omrani.

Jika tidak, lanjutnya, berapa pun gencarnya razia yang dilakukan, hal tersebut belum tentu membuat pelaku lain jera untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

Tertibkan Gepeng

 raziaSelain pekat, di bulan puasa gelandangan dan pengemis musiman juga kerap menganggu kenyamanan masyarakat. Untuk itu, petugas gabungan Dinsos dan Satpol PP Kota Tanjungpinang telah melakukan penertiban terhadap gepeng yang berkeliaran sebagai pengemis di lokasi Masjid besar Al Hikmah.

Razia dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Dinsos Pemko Tanjungpinang, Ponanti didampingi Kasi Operasional Satpol PP, Supriadi, serta Kasi Trantib, Omrani.

Ketika dijaring petugas, sejumlah gepeng yang biasa beropasi di kawasan Masjid Raya, hanya bisa pasrah ketika didatangi dan diring petugas.

Bahkan beberapa yang diangkut petugas, langsung diamankan masuk ke dalam mobil patroli dan menuju ke lokasi Rumah Singgah Embung Fatimah yang terletak di Jalan DI Panjaitan Batu 9 Tanjungpinang.

Empat orang gepeng ini, satu diantara berasal dari Bintan Buyu, Kabupaten Bintan. Kemudian empat lainnya adalah warga Madura dan Medan.

Kabid Dinsos Pemko Tanjungpinang, Ponanti menjelaskan upaya penertiban ini, karena dinilai sudah meresahkan masyarakat Tanjungpinang.

Mereka yang diamankan petugas penertiban tersebut, tidak satu pun warga Tanjungpinang.

"Apa yang dilakukan gepeng itu, karena dinilai sudah meresahkan. Biasanya momen orang ibadah salat Jumat mereka kemudian melakukan minta-minta," kata Ponanti.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga dan Sosial (Dinsos) Tanjungpinang, Surjadi menambahkan penertiban gepeng ini sengaja digelar di kawasan Masjid Besar Alhikmah Tanjungpinang.

Hal ini juga tidak terlepas adanya laporan masyarakat yang melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan, dimana aksi pengemis dan gelandangan makin bertambah dan meresahkan warga yang ingin beribadah di masjid kebanggakan warga ibu kota Tanjungpinang tersebut.

"Aksi minta-minta di masjid besar di Tanjungpinang seperti Al Hikmah itu, semakin bertambah. Maka anggota kami turun dan langsung menertibkan mereka," ucap Surjadi yang juga mantan Kasatpol PP Tanjungpinang ini.

Disampaikan Surjadi, bahwa jangan momen bulan suci Ramadhan dijadikan untuk meraup penghasilan, namun tidak sesuai tempatnya.

Hal lain, dijelaskan Surjadi, sejumlah gepeng yang ditertibkan anggotanya direncanakan akan dipulangkan langsung ke kampung halaman mereka masing-masing.

"Mereka kita pulangkan langsung, Minggu ini ke kampung halamannya," ucapnya.

Share