Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Puncak Arus Mudik Terjadi H-3 Lebaran

Puncak Arus Mudik Terjadi H-3 Lebaran

apel pengamana lebaranBATAM (HK)-- SEPEKAN menjelang lebaran, arus mudik mulai terasa di Kota Batam. Ribuan pemudik mulai tampak memadati Pelabuhan Beton Sekupang dan bandara internasional Hang Nadim. Namun puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran.
Mudik sepertinya telah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim di Indonesia. Tak terkecuali masyarakat di Batam yang notabene adalah para perantau yang berasal dari segala penjuru tanah air. Momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi saat untuk berkumpul dengan sanak-saudara di kampung halaman. Tak heran, menjelang lebaran ribuan pemudik mulai antre di pelabuhan dan bandara.

Kepala Pelni Cabang Batam, Abdullah memperkirakan ada sekitar 5.600 pemudik yang bakal berangkat menuju Jakarta menggunakan dua kapal, KM Kelud dan KM Sinabung, yang merupakan kapal bantuan.

"Dua kapal sudah berangkat. KM Sinabung mengangkut 3.000 penumpang. Sementara KM Kelud mengangkut 2.600 penumpang," ujar Abdullah.

Kepadatan jumlah penumpang mulai dirasakan sejak kamis pagi (9/7) dengan jadwal KM Sinabung yang tiba di PBS pukul 05.00 WIB. Terlihat penumpang arus mudik memasuki pelabuhan dengan berdesakan.  

"KM Sinabung bertolak ke Tanjung Priok Jakarta pukul 08.00 WIB," ujarnya.

Sementara KM Kelud tiba sedikit terlambat 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan PT Pelni yakni pukul 11.00 WIB dari Belawan, Medan.

Ribuan pemudik KM Kelud terlihat sudah memadati ruang tunggu penumpang di PBS pukul 09.00 WIB. Dari pantauan arus mudik kali ini sedikit teratur, lantaran aparat TNI Angkatan Laut serta Kepolisian Kawasan Pelabuhan (KKP) terlihat mengatur dan menjaga pintu masuk menuju dermaga.

"Puluhan petugas disiagakan di setiap pintu keluar dan masuk maupun dermaga keberangkatan penumpang," ujar Kapolsek KKP Iptu Sanchez Sebayang.

Pemandangan yang sama juga terlihat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Meski belum terlihat terlalu ramai namun aktivitas penumpang dipintu keberangkatan sudah terlihat meningkat dari hari biasa.

Informasi yang dihimpun, lonjakan penumpang baru akan terasa dua atau tiga hari sebelum Lebaran atau. "Kalau saat ini aktivitas penumpang masih normal," kata seorang petugas di bandara.

Kepala Seksi Lalu Lintas Laut Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Masbichin juga memperkirakan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran.

"Arus mudik tahun ini diprediksi naik sekitar 2,83 persen dibanding tahun sebelumnya,"  kata Masbichin di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Ia mengatakan, harga tiket sudah ada kesepakatan operator dan KSOP yaitu usia 12 tahun ke atas bayar 100 persen sesuai dengan harga tiket. Untuk balita dan bayi tidak dikenakan tiket.

"Harga tiket tidak ada kenaikan sesuai dengan rapat kordinasi Dishub Kepri dengan Gubernur Kepri, untuk kapal fiber tiket Rp 57 ribu dan kapal alumunium Rp 62 ribu," ucapnya

Selain harga tiket yang tidak naik, KSOP juga mengimbau untuk barang maksimal 20 kg per penumpang.

"Penumpang yang tidak punya tiket tidak boleh masuk kapal dan muatan kapal harus sesuai dengan tempat duduk," ujarnya.

Tambah Kapal

suasana_arus_mudik_di_pds_sekupang_batamSementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang perayaan Idul Fitri tahun ini, Syahbandar Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas menambah tiga kapal untuk mengangkut penumpang dari Tarempa menuju Tanjungpinang.

Ketiga kapal tersebut yakni feri Seven Star, VOC Batavia, dan KM Kalimutu. Ketiga kapal tersebut segera bersandar di pelabuhan beton Tarempa. KM Kelimutu dari Natuna sesuai jadwal sandar sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (10/7).

Pelaksana Harian Syahbandar Darlis mengatakan, ketiga kapal ini diperkirakan mampu mengangkut semua penumpang yang akan mudik menyambut hari raya Idul Fitri nanti.

Operator kapal Seven Star sudah menyampaikan laporan kepada pihak Syahbandar bahwa mereka siap bersandar di Tarempa, dan akan menyiapkan sebanyak 208 seat (kursi).

"Pihak fery Seven Star menyampaikan kesiapannya, sambil kita menunggu masuknya KM Kelimutu. Kita akan lihat kondisi di lapangan, kalau penumpang banyak maka dua feri lainnya juga akan berangkat," katanya.

Menurut Darlis, jika terjadi lonjakan penumpang makan pihaknya tetap akan memperhatikan keselamatan pelayaran. Angkutan kapal tidak diizinkan berlayar bila muatannya melebihi kapasitas.

Menjaga Stamina

AGAR perjalanan mudik tetap lancar, stamina Anda harus terjaga setiap saat. Caranya yaitu kelola asupan nutrisi makanan yang masuk ke dalam tubuh kita secara tepat.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan, selama mudik kita harus memilah makanan yang tepat dikonsumsi beserta asupan vitaminnya. Begini caranya!

“Sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Kalau memang terpaksa beli, pilih tempat makan yang bersih dan higienis,” kata Prof Tjandra, Sabtu (11/7).

Lebih lanjut, Prof Tjandra menegaskan, selama perjalanan mudik hindari mengonsumsi makanan yang terlalu asam ataupun pedas. Ini untuk menghindari gangguan pencernaan selama perjalanan yang sangat mengganggu.

“Jangan lupa makan tepat waktu. Jangan sampai menunda waktu makan. Kalau ingin berpuasa boleh saja bagi yang staminanya kuat,” imbuhnya.

Saat mudik juga jangan menyantap makanan dengan porsi berlebihan. Dikhawatirkan perut Anda kekenyangan dan bisa mabuk darat selama perjalanan.

“Minum air putih yang cukup selama perjalanan juga penting. Jika perlu minum multivitamin dapat saja dilakukan,” jelasnya. ***


===

Tips Mudik Aman dan Nyaman

Minggu ini menjadi awal dimulainya pergerakan mudik lebaran. Sebelum menjalankan mudik, ada beberapa hal yang penting dan patut diperhatikan.

Menurut Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, segala aspek harus diperhatikan sebelum kembali ke kampung halaman.

Ada 7 tips yg dapat jadi bekal bagi para pemudik. "Berdasarkan pengamatan kami maka persiapan-persiapan "non-kesehatan" ternyata berpengaruh besar terhadap kejadian gangguan kesehatan dan juga kecelakaan lalu lintas yang punya dampak penyakit, cedera dan bahkan kematian," ungkap Tjandra Yoga. Berikut adalah tujuh tips sebelum Anda mudik.

1. Persiapan Kendaraan
Jangan lupa lakukan servis kendaraan Pemudik setidaknya beberapa hari sebelum mudik. Bengkel servis kendaraan menjelang mudik biasanya dipenuhi antrian kendaraan yang akan servis, karena itulah lakukan perawatan dan servis jauh hari sebelumnya. Pemudik perlu mengganti aki, mengecek kondisi rem, saringan udara dan ban mobil. Termasuk bagian lain yang menunjang kenyamanan berkendara.

2. Perhatikan penginapan, rumah makan dan pos kesehatan
Bila Pemudik harus menempuh perjalanan yang sangat jauh, maka Pemudik harus bermalam di sebuah penginapan. Ada baiknya jika pemudik telah menentukan di kota mana pemudik akan berhenti untuk beristirahat dan menginap sehingga pemudik bisa memesan kamar di sebuah tempat penginapan. Pastikan juga pemudik tahu alamat Pos pelayanan kesehatan dan rumah makan di sepanjang jalur perjalanan yang akan dilewati.

3. Tas khusus pakaian
Pastikan pemudik telah memasukkan pakaian yang akan dipakai saat sudah tiba di rumah keluarga besar tempat tujuan mudik. Jangan lupa untuk menyediakan satu tas berisi pakaian seluruh keluarga. Ini untuk berjaga-jaga siapa tahu selama perjalanan, ada anggota keluarga yang sakit, pakaian terkena tumpahan minuman dan untuk berganti pakaian saat di penginapan. Masukkan semua pakaian dalam satu tas agar mudah membawanya. Letakkan pakaian anak-anak di bagian atas tas yang mudah terjangkau. Sedangkan untuk perlengkapan bayi, letakkan di tas lain.

4. Obat-obatan keluarga
Jangan lupa untuk membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi keluarga. Yang harus Pemudik persiapkan antara lain, minyak kayu putih, plester demam, obat luka, plester luka, serta obat-obatan untuk anak-anak (obat flu, demam, batuk, anti mabuk), pemudik dapat berkonsultasi mengenai hal ini pada dokter keluarga. Jangan lupa untuk membawa kantung muntah bila ada anggota keluarga yang mabuk perjalanan. Yang juga amat penting, pengemudi jangan memgkonsumsi obat yang dapat menimbulkan rasa kantuk, dan tentu jangan konsumsi alkohol, apalagi narkoba dalam bentuk apapun juga.

5.Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Sebaiknya membawa bekal makanan dan minuman sendiri. Pilih tempat makan yang bersih dan higienis. Hindari makan - makanan yang terlalu asam ataupun pedas untuk menghindari gangguan pencernaan selama perjalanan. Makan tepat waktu, jangan menunda waktu makan. Jangan makan terlalu berlebihan dalam sekali porsimakan. Minum air putih yang cukup selama perjalanan. Jika perlu minum multivitamin dapat saja dilakukan.

6.Jangan malu bertanya
Pemudik tidak mudik setiap satu minggu sekali, ada kalanya kondisi jalan dan rute jalan utama sebuah kota berubah dari tahun sebelumnya. Karena itu, jika Pemudik merasa salah jalan atau ingin mencari lokasi tertentu, jangan malu bertanya pada pos-pos jaga mudik di sepanjang jalan utama. Bertanyalah pada pihak pos jaga lebih aman dan terpercaya. Jika Pemudik tidak menemukan pos jaga, datangi saja kantor kepolisian.

Sebaiknya membawa peta mudik yang berisi jalur mudik dan lokasi penting seperti pos Polisi dan Rumah sakit terdekat. Jika pemudik membawa perangkat komputer tablet atau netbook bisa juga mengakses video streaming cctv mudik untuk memantau kepadatan arus lalu lintas dan diharapkan pemudik tidak terjebak dalam kemacetan yang parah.

7.Persiapan fisik dan mental
Jaga kesehatan karena itu yang penting, selain itu banyaknya orang yang mudik mengakibatkan perjalanan jadi macet yang kadang membuat pemudik tidak dapat mengontrol emosi karena kecapean. (jof/dsb)

Share