Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Banjir Berkah di Hari Kemerdekaan

Banjir Berkah di Hari Kemerdekaan

 pedagang benderaTANJUNGPINANG (HK)- Kemeriahan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70 yang jatuh pada, Senin (17/8) telah mulai terasa sejak sepekan terakhir. Masyarakat Indonesia bersuka cita termasuk para penjual bendera yang mendapatkan berkah dari momentum ulangtahun ini.
Peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia ini, tak hanya menjadi saat penting untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan merebut kemerdekaan. Namun juga dijadikan titik balik perjuangan mempertahankan kemerdekaan untuk terus memajukan bangsa ini.

Peringatan HUT kemerdekaan Repunlik Indonesia yang ke-70 ini, diperingati dan disambut suka cita oleh semua masyarakat Indonesia. Tak hanya dengan mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamsih, Perlombaan Tri Lomba Juang, Pawai, Ziarah makam pahlawan juga pemasangan atribut bendera merah putih yang menjadi salah satu item yang tidak boleh ditinggalkan.

Pengibaran bendera Merah Putih di setiap halaman rumah, ruko maupun perkantoran menjadi salah satu kewajiban yang digaungkan pemerintah untuk dapat dilakukan dipatuhi masyarakat. Kibaran bendera disetiap rumah ini, menambah kesan kemeriahan HUT RI yang diperingati seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Namun, di balik pengibaran bendera merah putih tersebut, disisi lain ternyata memontum ini membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang terutama penjual bendera musiman.

Penjual bendera musiman ini, sejak awal bulan Agustus lalu, sudah banyak membanjiri sisi jalan Kota Tanjungpinang dengan jejeran bendera-bendera yang dijualnya. Tak hanya bendera kebangsaan RI bendera merah putih saja namun juga umbul-umbul berwarna-warni yang dijual untuk menyemarakkan peringatan ulang tahun bangsa Indonesia itu.

Membanjirnya omset atau permintaan akan bendera ini, membuat sejumlah orang menjajal keberuntungannya sebagai penjual bendera. Tak hanya itu, aturan dari pemerintah khususnya kota Tanjungpinang yang mewajibkan seluruh masyarakat dapat memasang bendera Merah Putih di halaman depan rumah, ruko serta kantornya menjadi titik terang tersendiri bagi larisnya penjualan bendera.

Salah seorang penjual Bendera, Ahmadi yang berpangkalan di tepi jalan sekitar kilometer 2 Tanjungpinang mengatakan, bahwa penjualan benderanya meningkat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

"Alhamdulillah, lumayan banyak yang membeli bendera baik itu bendera Merah Putih atau bendera warna-warni lainnya," kata Ahmadi

Ahmadi juga menuturkan, ia yang keseharian sebelumnya buruh memang selalu mengambil beberapa moment seperti saat 17 Agustus ini untuk menjadi penjual bendera. Bendera itu sendiri, dikatakannya dibuat sendiri istrinya yang memang tukang jahit.

"Untuk harga, masih murahlah. Tergantung ukuran benderanya. Ada yang kecil , sedang , besar ataupin yang renda untuk perkantoran," kata ayah dua orang anak ini.

penjual bnedera"Ada yang Rp20 ribuan hingga Rp50 ribuan , ya tergantung ukuran kalo untuk yang renda perkantoran agak lebih mahal," lanjut Ahmadi

Tak hanya itu, ditambahkannya dari omset yang didapatnya dari menjual bendera ini, lumayan jika dibandingkan dari pekerjaan nya sebelumnya. Hanya saja, dijelaskannya jika cuaca mendukung tidak hujan, karana bendera dagangannya di jejerkan di tepi jalan.

Tak hanya Ahmadi, Tina, pedagang bendera yang berjualan di Jalan suka berenang Tanjungpinang juga mendapat keuntungan yang lumayan. Diakuinya setiap hari selalu ada yang mencari bendera baik merah putih, maupun bendera yang berwarna-warni lainnya.

"Ada saja yang mencari, ya lumayan lah hasilnya," kata Tina.

Tak hanya pejual, pembelipun merasa senang dan terbantu dengan adanya penjual bendera ini, Anita salah seorang pegawai yang saat ditemui sedang membeli bendera untuk dipasang dikantornya mengatakan bahwa senang dengan adanya pedagang bendera ini.

"Beli bendera untuk kantor, kan diwajibkan setiap kantor memasang plang bendera dan ini beli untuk dirumah juga," kata Anita

Ditambahnya, harga yang ditawarkanpun lumayan terjangkau sehingga masyarakat bisa membeli bendera dengan jumlah yang banyak,"tutup Anita.

Pedagang bendera lainnya, Mus (32), yang menjajalkan bendera di pinggir jalan persis di depan SPBU di Kijang mengaku, memanfaatkan deretan pepohonan yang ada di lokasi sebagai tempat untuk memajang barang dagangannya. Dia sengaja memilih lokasi tersebut karena tempat itu tidak pernah sepi hilir mudik kendaraan warga.

Dia mulai membuka usaha dagangannya dari pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang waktu maghrib sekitar pukul 17.00 WIB. Selain itu juga Mus tidak pernah mengeluh bila barang dagangan itu tidak laku terjual setiap harinya.

penjual bnedera"Ya itu lah resikonya berjualan mas, kadang laku kadang juga tidak. Intinya sabar saja lah dalam berdagang itu," akunya saat di tanya omset dagangannya itu.

Mus merupakan satu-satunya pedagang atribut HUT RI yang ada di Kijang Kecamatan Bintan Timur. Kendati demikian barang dagangan itu tidak pernah ramai pembelinya meskipun tidak ada lagi PKL seperti dirinya itu.

Dia menjelaskan untuk harga background sepanjang 9 meter dia membandrol harga sekitar Rp 450 ribu, sedangkan untuk umbul-umbul dia menjualnya sekitar Rp45 hingga Rp 60 ribu sesuai bentuk dan panjangnya.

Untuk bendera merah putih, Mus memiliki 4 besaran bendera yang ditawarkannya, mulai dari yang kecil hingga yang berukuran mencapai 180 cum. Harganya juga cukup bervariasi mulai dari Rp20 ribu hingga Rp 100 ribu. "Kalau harga bendera yang ukurannya kecil itu sudah harga pas, namun untuk yang berukuran besar harganya masih bisa nego," kata Mus saat di jumpai kemarin.

Pria asal Jawa itu mengaku sudah dua kali berjualan atribut merah putih ini, sebelumnya ia hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Dia juga mengaku hal itu dilakukannya karena ia tidak perlu mengeluarkan modal yang besar, hanya dengan tenaga dan kesabaranlah yang menjadi modal utamanya.

"Semua barang dagangan ini punya orang, saya hanya menjualnya dengan sistem bagi hasil saja sama orang itu saja mas," ujarnya. ****

Share