Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Semarak Bendera Merah Putih

Semarak Bendera Merah Putih

semarak bendera merah putihSEHARI jelang peringatan HUT ke 70 Tahun Indonesia merdeka, sudut Kota Batam semarak dengan atribut bendera merah putih dan umbul-umbul. Para pedagang benderapun sumbringah karena dagangan mereka laris manis.
Masyarakat Batam benar-benar menyambut dengan suka cita Hari Kemerdekaan RI ke-70. Ini terlihat dengan antusiasnya warga memasang atribut bendera baik di depan rumah maupun di pintu gerbang perumahan. Semarak bendera merah putih juga terlihat di pertokoan, perkantoran dan pusat-pusat keramaian seperti mal dan pasar.

"Memang ada himbauan dari Pak RT untuk memasang bendera karena itu hampir semua warga memasang bendera," ujar Meli, warga Grand BSI Batam Centre Kota Batam.

Tidak hanya memasang bendera, warga di komplek-komplek perumahan juga antusis mengikuti beraneka lomba yang digelar. Bahkan perlombaan telah berlangsung sejak sepekan terakhir dan puncaknya akan berakhir pada tanggal 17 Agustus. Lomba tidak hanya diikuti oleh orang tua, remaja tetapi juga melibatkan anak-anak. Diantara jenis perlombaan, adalah badminton, catur, domino, tenis meja, makan kerupuk, sepeda hias dan lain-lain.

Semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 sudah terjadi sejak awal bulan Agustus. Ditandai dengan bermunculan para pedagang musiman menjual bendera dan umbul-umbul. Seperti yang terlihat di beberap ruas jalan di Batam. Tiang bendera yang terbuat dari bambu diberi warna merah dan putih dan di dirikan di pinggiran jalan.

Asep (30), seorang penjual bendera mengaku, setiap menjelang hari kemerdekaan RI, Ia selalu memajangkan asesoris merah putih untuk dijualnya. “Saya sudah berjual satu minggu di sini,“ ujarnya.

Menurutnya, pembeli sudah mulai ramai sejak awal bulan Agustus, tepatnya setelah lebaran. “Kalau sekarang memang belum terlalu ramai namun seminggu jelang hari kemerdekaan bendera dan asesoris merah putih ini banyak yang terjual,” ujar pria asal Palembang ini.

Asep menjual tiang benderanya seharga Rp30 ribu, untuk bendera berukuran kecil Asep menjual Rp25 ribu. “Namun kalau pembeli membeli sepasang bendera atau satu tiang dan satu bendera, saya memberikannya harga Rp50 ribu,” tambahnya lagi.

Jika dihitung modal yang dikeluarkan Asep untuk berjualan bendera sekitar Rp10 juta. Namun dari hasil jualan Asep tahun yang lalu, Asep mengaku bisa mencapai omset sebesar Rp20 juta.

Tiap harinya Udin buka dari Pukul 8.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Jika menjelang 17 Agustus, Asep bisa menjual sampai pukul 23.00 WIB

Pedagang lainnya Mirna yang berjualan di depan perumahan Taman Raya, Batam Centre juga mengaku kebanjiran rezeki dari menjual bendera. Ibu muda ini mengaku telah berjualan bendera sejak tiga tahun terakhir.

"Saya berjualan bersama suami sudah tiga tahun terakhir. Biasanya untung yang didapat lumayan banyak karena itu kami selalu memanfaatkan momen hari kemerdekaan ini dengan berjualan bendera," kata ibu dua anak ini.

Harga bendera yang dijual Mirna hampir sama dengan pedagang bendera lainnya yakni untuk tiang bendera seharga Rp35 ribu dan bendera kecil seharga Rp20 ribu. Sedangkan bendera ukuran besar berkisar Rp100 ribu hingga Rp400 ribu.

"Keuntungan yang didapat lumayan lah mas..bisa buat bantu kebutuhan anak-anak sekolah," ulasnya.

pembeli benderaPedagang lainnya Herman, berjualan tak jauh dari simpang Kara Batam Centre Kota Batam. Pekerjaan ini sudah dilakukannya sudah lima tahun.

Herman mengatakan, untuk bendera rumahan plus tiang dari bambu dipatok harga Rp50 ribu dan untuk umbul-umbul dengan harga Rp85 ribu," ujarnya berpromosi.

"Dua hari menjelang hari H, pembeli sangat banyak setiap hari," pungkas Herman yang mengaku bisa mengantongi satu juta setiap hari.

Dan untuk bendera sendiri, Herman mengatakan bendera tersebut berasal dari Palembang melalui agen.

Putra, penjual bendera di Batuaji mengaku, sudah tiga tahun berjualan bendera. Tahun lalu, katanya omset penjualannya sedikit menurun karena berdekatan dengan hari raya idul fitri. " Saat itu Kami harus bersaing dengan pedagang makanan, kue, hingga penjual pakaian," katanya.

Namun tahun ini, pesanan bendera dan atribut kemerdekaan Indonesia sudah banyak yang memesan sejak pekan pertama Agustus.

"Biasanya kalau sudah tanggal 1 sampai tanggal 17 Agustus, bendera merah putih mulai dicari, tapi sekarang malah sepi," ujarnya.

Menurut dia, pembeli bendera di tempatnya umumnya merupakan warga setempat dan pegawai kantoran yang membeli bendera jenis bondir jumbo untuk dipasang di gedung kantor mereka. "Bendera jenis ini harganya Rp45 ribu per lima meter," katanya.

Ada pula pembeli dari kalangan masyarakat yang umumnya mencari bendera berukuran standar 1x1, 2 meter seharga Rp30 ribu atau bendera mini seharga Rp 5 ribu per lembar.

Pedagang asal Jawa ini menjual 20 kodi bendera untuk masing-masing sepuluh model berbeda. Bendera-bendera tersebut akan dijajakannya hingga sehari sebelum peringatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus. Pantauan di lapangan, hampir semua pedagang bendera adalah pedagang musiman yang khusus datang ke Batam untuk berjualan bendera. ***

Share