Kamis12142017

Last update12:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Listrik Batam Byar Pet

Listrik Batam Byar Pet

BATAM CENTRE (HK)-- pemadaman listrik bergilir traffic light tidak berfungsiSalah satu dampak listrik byar pet, polisi harus sibuk mengatur arus lalu lintas terutama di persimpangan yang menggunakan trafick light.
Seperti terlihat di persimpangan lampu merah Perumahan Rosedale, Simpang Jam, Simpang Lubuk Baja dan di beberapa persimpangan lain. Polisi harus mengatur arus lalulintas di tengah terik matahari agar tidak terjadi kemacetan.

"Kok pada jam sibuk PLN harus memadamkan listrik. Ini kan sangat menganggu apalagi saat ini waktu sibuk jam makan siang" kata Rinto, yang mengendari Avanza dari Batam Centre.

Ketidaknyamanan juga dirasakan oleh para pelaku usaha justru merasakan sebaliknya.  Mereka mengeluh pemadaman listrik bergilir oleh Bright PLN Batam.

Edi, salah pemilik warnet di komplek ruko Green Land merasa sangat dirugikan dengan pemadaman itu.
Akibat pemadaman itu, omsetnya turun drastis.

" Biasanya orang-orang kantor pas jam istirahat suka datang ke warnet, Tapi kalau mati listrik begini, bagaimana mereka mau datang. Saya jelas dirugikan, karena tanpa listrik warnet tak bisa jalan beda dengan rumah makan, " ujarnya, kemarin.

Seharusnya, lanjut Edi, Bright PLN Batam punya back-up mesin pembangkit apabila terjadi sesuatu dengan pembangkit yang ada. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak mengorbankan pelanggan.


" Jangan cuma nuntut kewajiban kita buat bayar tepat waktu, tapi pelayanan nya seperti ini. Apa ini profesional namanya, " ujar Edi kesal.

Witak, pemilik rumah makan di Batam Centre juga mengeluhkan pemadaman listrik bergilir ini.

Akibat pemadaman listrik bergilir tamu yang lagi makan jadi tidak nyaman. Mereka kepanasan karena AC tiba-tiba mati.

" Kemudian mau buat juice juga tidak bisa, ikan arwana saya mati di Aquarium, dan makanan di kulkas jadi busuk,"keluh Witak.

Carlos GM Green Land Hotel Batam Center juga mengeluhkan hal yang sama.

" Kami memang ada genset tapi kan harus keluar cost lagi buat beli solarnya. Tamu sempat merasa terganggu, kalau ini sering terjadi bisa kacau," ujar Carlos.

Ia menyebutkan, akibat pemadaman itu laundry jadi tak bisa jalan. Karena saat listrik mati mesin genset hanya bisa memback-up hotel, sementara laundry mengandalkan listrik PLN," ujarnya menambahkan.

Menanggapi kebijakan pemadaman bergilir ini Corporate Communication bright PLN Batam, Rudi Antono menjelaskan, pemadaman ini akibat terjadinya gangguan pada unit 2 PLTU Tanjungkasam, Kabil Batam sehingga terjadi defisit daya.

"Sejak Senin (17/8) telah terjadi gangguan pada unit 2 PLTU Tanjung Kasam, gangguan telah diidentifikasi terjadi kebocoran pada Pipa Water Intake," kata Corporate Communication bright PLN Batam, Rudi Antono.

Ia mengatakan, gangguan pada Unit 2 PLTU Tanjung Kasam berdampak terjadinya defisit daya yang kurang lebih mencapai 30 MW yang mengakibatkan terjadinya pemadaman kepada pelanggan secara bergilir dengan durasi sekitar 3,5 jam.

Gangguan tersebut, kata Rudi, termasuk gangguan yang mendadak dan bisa terjadi sewaktu-waktu karena mesin beroperasi terus.

Perbaikan kerusakan yang dilakukan antara lain perbaikan pada pipa water intake dan melakukan beberapa inspeksi pada komponen PLTU Tanjungkasam.

"Waktu yang diperlukan untuk perbaikan kerusakan tersebut mulai Senin (17/8) sampai 6 hari kedepan," kata Rudi.

Kangkangi Permen dan Perwako

Bright PLN Batam dinilai telah mengangkangi Permen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Peraturan Walikota (Perwako) Batam.

Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kepri Rahmat Riyandi mengatakan, Permen (ESDM) yang dikangkangi perusahaan plat merah itu adalah Permen ESDM No 33 tahun 2008 tentang harga jual tenaga listrik.

Sedangkan untuk Perwako adalah Perwako Batam No 57 Tahun 2013 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Pengurangan Tagihan Listrik pada PT Pelayanan Listrik Nasional Batam.

" Bentuk pengankangan yang dilakukan Bright PLN Batam adalah terkait standar dan mutu pelayanan dan pengurangan tagihan listrik konsumen," ujar Rahmat dalam press release yang dikirim ke redaksi Haluan Kepri, tadi malam.

Rahmat yang juga anggota Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Batam ini menambahkan, dalam Permen ESDM No 33 tahun 2008 Pasal 6 ayat 2 dijelaskan bahwa Direksi PT PLN Batam wajib mengumumkan standar mutu pelayanan untuk masing-masing unit pelayanan setiap awal triwulan.

Kemudian, kata dia, ayat 3 disebutkan apabila standar mutu pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat 2, tidak dapat dipenuhi khususnya yang berkaitan dengan lama gangguan, jumlah gangguan dan/atau kesalahan pembacaan meter melebihi 10 persen di atas nilai yang diumumkan, maka PT PLN Batam, wajib memberikan pengurangan tagihan listrik kepada konsumen yang bersangkutan sebesar 10 persen dari biaya beban.

Ia menambahkan berdasarkan Perwako Batam No 57 tahun 2013 pasal 5 ayat 1 dijelaskan PT PLN Batam wajib memberikan pengurangan tagihan listrik pada konsumen sebesar 10 persen dari biaya beban atau rekening minimum dan diperhitungkan dalam tagihan listrik bulan berikutnya.

Apabila realisasi tingkat mutu pelayanan melebihi 10 persen diatas nilai tingkat mutu pelayanan yang ditetapkan, khusus yang berkaitan dengan jumlah gangguan, lama gangguan, kecepatan pelayanan perubahan daya tegangan rendah, kesalahan pembacaan meteran dan waktu koreksi kesalahan rekening.

Menurut Rahmat, peraturan ini tidak pernah dilakukan oleh PLN Batam, pengurangan biaya ini sifatnya wajib, ini sangat berbanding terbalik ketika konsumen terlambat membayar tagihan listrik maka konsumen dikenakan denda dan pemutusan sementara.

“ Seharusnya pihak pemerintah kota Batam membuat team untuk mengontrol  dan mengawasi berjalannya peraturan ini, dan kayaknya peraturan ini pun belum dilakukan sosialisasi oleh pemerintah kota Batam,” ujar Rahmat yang juga akademisi Universitas Riau Kepulauan ini.

Ia menambahkan seharusnya PLN Batam bersikap professional apalagi PLN Batam perusahaan swasta yang sahamnya 99,99 persen sahamnya milik PT PLN (Persero) dan 0,01 persen milik yayasan pensiun PLN.***

Share