Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Laporan Khusus Listrik Karimun Lebih Parah

Listrik Karimun Lebih Parah

 pln dikepung massaKARIMUN (HK)-- Persoalan listrik byar pet di Kabupaten Karimun ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun. Pemadaman telah melumpuhkan aktivitas masyarakat. Bahkan, banyak nelayan tidak bisa melaut karena tidak mendapatkan es batu.
Kesabaran warga Karimun akhirnya mencapai puncaknya. Ratusan warga dari berbagai kampung di Pulau Karimun mengepung Kantor PLN Rayon Tanjung Balai Karimun, pada Selasa (18/8) malam. Warga kesal karena pemadaman listrik yang tak kunjung berakhir. Massa menuding pihak PLN tak becus  menyuplai cahaya lampu tersebut. Pasalnya pemadaman sudah berlangsung bertahun-tahun, namun PLN tidak mampu mengatasi persoalan tersebut.

"Lebih baik PLN tidak ada di sini kalau kondisi listrik semakin parah seperti ini. Karena percuma juga hidupnya tidak normal. Kita mengadu kepada anggota DPRD pun juga percuma, karena tidak ada langkah yang konkrit," ucap salah seorang warga dengan nada meninggi di sela-sela aksi demo tersebut.

Persoalan listrik byar pet kata warga tersebut sudah terjadi sejak lama dan sering mati mendadak. Bahkan sudah beberapa kali ganti kepala PLN tak juga ada perubahan.

"Kalau pelanggan yang lambat bayar sehari saja langsung diputusnya. Tapi kalau mesin yang rusak mereka sengaja mengulur waktu untuk memperbaiki sampai berbulan-bulan. Sekarang ini sudah kelewatan, sudah jatah mati lampu lalu hari ini mati lagi jadi setiap hari terus saja  mati lampu," katanya.

Sementara warga lainnya mengatakan, pemadaman lampu ini melumpuhkan aktivitas masyarakat. Bahkan, sekarang banyak nelayan enggan melaut, karena tidak mendapatkan es batu.

"Apakah orang PLN ini sudah buta dan tuli dengan persoalan krisis listrik ini. Kenapa belum ada solusinya sampai hari ini," ujarnya.

Kabag Ops Polres Karimun, AKP Haidir mengatakan, massa yang datang secara spontan berasal dari berbagai tempat. Selesai yang satu datang lagi masyarakat lain melakukan hal yang sama.

"Kedatangan warga ini memang klimaks, tidak senang dengan pelayanan PLN. Tuntutan masyarakat minta cuma hidup lampu saja. Sebetulnya kalau PLN memang melakukan pemadaman ya sosialisasikan lah melalui berbagai media dengan arif dan bijaksana, penyampaian ke masyarakat pun enak. Walaupun kita berbeda-beda suku tapi kalau penyampaian dengan arif dan bijaksana mungkin masyarakat menerima dengan lapang dada dan mereka pun mengerti. Saya rasa masalahnya cuma komunikasi saja," kata Haidir.

Sayangnya kedatangan warga untuk menemui manajemen PLN tidak membuahkan hasil. Karena kesal, warga pun mengumpat. Warga kesal karena tak satu pun petugas PLN yang menemui mereka, termasuk Kepala PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Dedy Januar. Warga pun akhirnya membubarkan diri setelah melampiaskan kemarahannya di depan Kantor PLN sekitar pukul 24.00 WIB.

Bupati Karimun Nurdin Basirun meminta PLN Rayon Tanjungbalai Karimun agar lebih bijaksana.
"PLN jangan jadikan pemadaman listrik ini seperti pertandingan, ketika melihat daerah lain mati, maka PLN di sini ikut-ikutan matikan listrik juga. Kejadian seperti ini kan terus berulang-ulang, harusnya PLN bisa mengantisipasi terjadinya pemadaman ini. Kalau ini bolak-balik terus, saya rasa PLN tidak bijaksana," ungkap Nurdin Basirun di Gedung Nasional, Rabu (19/8).

Bupati menilai wajar kalau masyarakat Karimun mendatangi kantor PLN untuk mempertanyakan penyebab pemadaman itu. Karena, masyarakat selaku pelanggan PLN sudah merasa memenuhi kewajiban untuk membayarkan rekening listrik tiap bulan.Namun masih saja dilakukan pemadaman. Apalagi, sekarang banyak diantara masyarakat yang menggunakan pulsa listrik dengan harga mahal.

Nurdin meminta kepada PLN agar memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Karimun, karena pemadaman listrik ini bukan hanya menyengsarakan masyarakat banyak tapi juga mengganggu iklim investasi di Karimun. Pasalnya, investasi di Karimun semakin tumbuh dan jangan surut hanya karena persoalan listrik.

"Saya harap jangan karena masyarakat melakukan aksi demo, lalu PLN memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, itu kan bukan contoh yang baik. Saya minta PLN lebih bersikap profesional dalam menentukan kebijakan. Karena dari dulu persoalan listrik memang tak pernah selesai, pemadaman terus saja terjadi," sesalnya.   

Ia pun berjanji akan melakukan langkah tegas dengan memanggil manajemen PLN Karimun terkait pemadaman listrik tersebut. Hanya saja, dia lebih memilih melakukan pemanggilan itu secara diam-diam tanpa diketahui oleh awak media. Nurdin beralasan takutnya pemanggilan itu akan dikaitkan dengan Pilkada.

Nurdin mengaku sudah berupaya mencarikan solusi agar suplai listrik kepada masyarakat bisa terpenuhi. Salah satu langkah yang telah dilakukannya dengan memanggil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun Djunaidy untuk memberikan peluang kepada swasta agar mengelola listrik di Karimun.

"Kami selalu mendorong berupaya dalam jangka panjang untuk mengatasi persoalan listrik di Karimun ini, bahkan saya telah membicarakan hal itu dengan Kepala Bappeda untuk mengelola listrik oleh pihak swasta. Bahkan, beberapa perusahaan swasta juga telah berjanji kepada saya untuk membangun pembangkit listrik di Karimun," terangnya.

Sementara, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Karimun, HM Taufiq meminta kepada Bupati Karimun Nurdin Basirun segera memanggil manajemen PLN Rayon Tanjungbalai Karimun guna menyelesaikan masalah krisis listrik di Bumi Berazam. Pasalnya, pemadaman listrik oleh PLN sudah menyengsarakan masyarakat.

"Pemkab Karimun harus memanggil PLN untuk mendudukan permasalahan ini bersama DPRD Karimun, hasil evaluasinya nanti akan disampaikan ke Cabang PLN Tanjungpinang. Masak sudah 70 tahun kita meredeka masih juga berkutat dengan masalah krisis listrik dan tidak pernah selesai," ucap Taufiq, Kamis (20/8).

Mengenai persoalan kerusakan mesin milik PLN, Taufiq menilai hal itu adalah jawaban klasik. Sehingga dalam hal ini pihak PLN harus sungguh-sungguh menyelesaikannya.

"Kita sudah punya PLTU, dengan kehadirannya paling tidak sudah aman kondisi listrik kita, tapi ini kok semakin parah. Belum lagi ada dua kerugian yang dihadapi saat ini, pertama adalah soal asap PLTU yang tak kunjung usai dan menjadi masalah serius bagi masyarakat yang bermuklin tak jauh dari mesin pembangkit di Tanjung Sebatak itu. Kedua adalah korban pemadaman yang sekarang semakin menjadi-jadi," jelasnya.

Ia berharap agar pihak PLN sungguh-sungguh menyelesaikannya agar tidak ada kerugian yang dialami oleh masyarakat. Ketika telat bayar beberapa hari pihak PLN malah membrikan sanksi namun ketika ada persoalan krisis listrik jawabannya masih klasik

Hal yang sama pun disampaikan Ketua DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Provinsi Kepri, Datuk Azman Zainal. Alasan PLN mengaku krisis listrik karena kerusakan mesin adalah jawaban klasik. Ketika terjadi kerusakan pasti ada mesin cadangan untuk mensuplay daya kepada pelanggan.

Bahkan katanya, keistimewaan terhadap pengusaha hotel merupakan sifat penjajahan terhadap masyarakat lemah. Seharusnya memberikan perlakuan yang sama ketika rumah-rumah warga mengalami mati lampu maka hotel pun demikian.

"Harus ada penyamarataan, bukan pilih kasih dengan mengutamakan pihak hotel. Bagaimana tidak menyulut kemarahan masyarakat kalau seperti itu. Saat ini masyarakat masih sabar walaupun ada riak-riak kemarahan, jangan sampai terjadi lagi lemparan bom molotov seperti beberapa tahun kemarin dalam masalah yang sama," ucap Azman.

Bupati Karimun Nurdin Basirun berjanji akan melakukan langkah tegas dengan memanggil manajemen PLN Karimun terkait pemadaman listrik tersebut. Hanya saja, dia lebih memilih melakukan pemanggilan itu secara diam-diam tanpa diketahui oleh awak media. Nurdin berasalan takutnya pemanggilan itu akan dikaitkan dengan masa pilkada.

"Tentu saya akan memanggil PLN untuk menjelaskan semua ini. Namun, saya akan melakukannya secara diam-diam. Saya tak mau juga nanti dianggap orang memanfaatkan semua situasi ini, maklum dalam masa-masa pilkada ini bermacam-macam celah diprediksi orang, itu yang saya tak mau," ungkap Nurdin.

Bupati Karimun ini mengaku sudah berupaya mencarikan solusi agar suplai listrik kepada masyarakat bisa terpenuhi. Salah satu langkah yang telah dilakukannya dengan memanggil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Karimun Djunaidy untuk memberikan peluang kepada swasta agar mengelola listrik di Karimun.

"Kami selalu mendorong berupaya dalam jangka panjang untuk mengatasi persoalan listrik di Karimun ini, bahkan saya telah membicarakan hal itu dengan Kepala Bappeda untuk mengelola listrik oleh pihak swasta. Bahkan, beberapa perusahaan swasta juga telah berjanji kepada saya untuk membangun pembangkit listrik di Karimun," terangnya.



Sebelumnya, Supervisor Teknik PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Ferizal Sukri mengatakan pemadaman bergilir dilakukan karena mesin PLTU yang ada di Tanjung Sebatak belum selesai diperbaiki.

"Istilahnya pemadaman ini sudah diluar jadwal. Itu karena banyak mesin kita yang rusak, makanya kondisinya jadi seperti ini," ucapnya.

"PLTU sudah sejak 2 Agustus tidak beroperasi, dan sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan dihidupkan mesinnya. Mesin kita (PLN) pun terus jalan 24 jam, makanya mulai rontok satu persatu. Untuk saat ini kita butuh daya secara keseluruhan 25 Megawatt (MW), angka itu pas pada beban puncak saat ini," ungkapnya.  Kapasitas yang ada sekarang, lanjutnya, hanya 14,7 MW, Sementara PLTU hanya suplai 6 atau 7 MW.

"Sementara kalau semuanya beroperasi serentak dengan PLTU itu jalan, maka kita masih pas-pasan dan belum ada cadangan daya. Soal pemadaman bergilir, durasinya berkisar lima sampai enam jam," terang Feri. ***

Share