Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Wawancara Rekrutmen yang Baik Menghasilkan Polisi Bermental Baik

Rekrutmen yang Baik Menghasilkan Polisi Bermental Baik

Kombes Susetio Cahyadi SIK MH(Wawancara Dengan Kombes Susetio Cahyadi SIK MH, KaBiro SDM Polda Kepri)

Bagi sebagian besar warga Kepulauan Riau, sosok  Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Kepri, Kombes Susetio Cahyadi SIK MH, memang belum terlalu familiar. Hal ini sangat beralasan, mengingat kehadirannya  di  Kepri, terbilang masih baru.

Namun demikian, bagi sejumlah  warga di Jawa Tengah, khususnya yang berdomisili di Kabupaten Sragen, Kota Salatiga dan Kabupaten Banjarnegara, sosok Susetio tidak asing lagi, mengingat yang bersangkutan pernah menjabat Kapolres di tiga daerah tersebut. Bahkan dia dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat.

Sejumlah terobosan dan prestasi berhasil ditorehkan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini, saat dirinya diberi kepercayaan menjadi Kapolres di Sragen, Salatiga dan Banjarnegara.

Gebrakan dan prestasi tersebut diantaranya, program Safe House 112. Dimana setiap rumah warga yang masuk dalam program Safe House, dipasang papan informasi serta disediakan telepon yang dihubungkan ke kantor polisi terdekat.

Ternyata pola pengamanan seperti ini, selain mampu menekan angka kriminalitas serta memberikan peran kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dilingkungan masing-masing, juga mampu lebih mendekatkan Polri dengan masyarakat. Susetio juga sering mengumpulkan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan lintas sektoral, untuk menjalin kerja sama di bidang Kambtibmas serta pemberantasan premanisme dan terorisme.

Pria yang selalu menjalankan aktivitas puasa Senin sampai dengan Jumat ini, juga dikenal sebagai Kapolres yang rajin blusukan. Hal ini dilakukannya untuk memastikan apakah personil Polri yang berada dilapangan, betul-betul menjalankan tugas, sesuai dengan peran dan fungsinya.

Di Polda Kepri dengan jabatannya sebagai Kabiro SDM, peminat otomotif ini juga membuat terbosan, dimana untuk meminimalisir terjadinya kecurangan dalam proses rekrutmen personil Polri, pihaknya melakukan kerjasama dengan provider telekomunikasi, dengan senantiasa mengirimkan pesan singkat (sms) bernada himbauan kepada ribuan orangtua pelamar. Hal ini terbukti mampu meminimalisir ruang gerak pihak yang mau mengambil keuntungan pada saat penerimaan personil Polri.

Untuk mengetahui lebih dekat karier, figur dan kapasitasnya saat ini sebagai Kabiro SDM Polda Kepri, berikut petikan wawancaranya, belum lama ini dengan Wartawan Haluan Kepri, Rinaldi Samjaya.

## Terimakasih atas waktu yang diberikan kepada kami pak Susetio. Sebelumnya kami ucapkan selamat atas kenaikan pangkat anda dari AKBP ke Kombes.

Terima kasih kembali mas Aldi. Ya, pangkat Kombes ini baru saya emban sejak Januari tahun ini, atau tepatnya sejak saya bertugas di Polda Kepri.

## Sebagai alumnus Akpol 1993, anda sudah meraih pangkat Kombes, berarti anda termasuk beruntung dan memiliki kinerja serta karier yang bagus, bagaimana anda melihat ini?

Bagus atau tidaknya kinerja yang kita lakukan, itu tergantung pada penilaian pimpinan. Yang terpenting, sebagai bawahan, kita harus bekerja sesuai arahan pimpinan dan garis organisasi yang telah ditentukan. Untuk alumnus Akpol 1993, sudah banyak juga yang berpangkat Kombes, setidaknya, dari 235 orang alumnus Akpol 1993, sudah sembilan orang yang meraih Kombes.

## Sebelum di Polda Kepri, anda lama di jajaran Polda Jateng, ada tiga jabatan Kapolres yang anda emban disana, di Sragen, Salatiga serta Banjarnegara dan terakhir sebelum ke Kepri, anda sempat menjabat Wadirlantas Polda Jateng. Dari referensi yang kami himpun, anda cukup mendapat tempat bagi masyarakat disana, Apa yang sudah anda perbuat?

Saya berusaha menjalankan fungsi dan tugas kepolisian dengan sebaik-baiknya. Salah satu tugas polisi adalah menjaga keamanan. Polisi harus mampu menciptakan rasa aman. Menciptakan rasa aman, tentu saja tidak hanya bisa dilakukan oleh polisi semata. Peran masyarakat juga dominan. Sehingga, jika polisi menyadari hal tersebut, tidak ada kata lain, elemen masyarakat harus dilibatkan.

Melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan, harus dilakukan secara konkrit, bukan hanya basa-basi. Salah satu terobosan yang kami lakukan adalah dengan mambuat program Safe House 112, yakni memberikan fasilitas telpon dan papan informasi pada sejumlah perumahan warga. Dengan program tersebut, interaksi dan komunikasi antara warga dengan polisi selalu terjalin dengan baik.

Kebijakan lain yang kami terapkan, melarang polisi lalulintas melakukan penangkapan atau penilangan pada pagi hari, khusus untuk pelanggaran yang masih bisa ditolerir. Mengapa hal ini kami lakukan?, mengingat pagi hari merupakan waktu bagi warga memulai aktivitas, baik ke kantor, ke sekolah, ke pasar dan lainnya.

## Bagaimana dengan blusukan yang sering anda lakukan pada saat menjabat Kapolres?

Memang saat jadi Kapolres, saya termasuk sering turun kelapangan. Dengan turun kelapangan, saya ingin memastikan bahwa anggota saya, baik yang ada di pos polisi, maupun titik yang sudah ditentukan, tidak meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya.
Prinsip saya, mulai masyarakat membuka mata dari bangun tidur sampai masyarakat tidur kembali, polisi harus mampu memberikan jaminan keamanan. Implementasinya, aparat kepolisian, baik berseragam maupun yang tidak, senantiasa harus siaga. Dan bagi saya, ini adalah konsekwensi menjadi seorang polisi atau abdi negara.

## Apa hal yang paling berkesan bagi anda, selama menjabat Kapolres, baik di Salatiga, Sragen, maupun Banjarnegara.

Sewaktu saya bertugas di Salatiga, saya pernah menangani kasus kematian 32 warga Salatiga, akibat mengkonsumsi minuman keras (Miras) oplosan. Bahkan menurut catatan saya, ini adalah peristiwa kematian terbanyak akibat miras oplosan di negara ini. Saya memandang kasus ini adalah kejadian luar biasa dan harus ditangani secara luar biasa. Sehingga pada waktu itu, saya meminta kepada walikota setempat untuk membuat surat keputusan, perihal ketentuan peredaran Miras. Hal ini menjadi salah satu dasar bagi saya untuk mengambil langkah tegas.

Sebagai pimpinan Polri di Kota Salatiga, saya merasa memiliki tanggung jawab moral atas kematian begitu banyak nyawa. Satu hal yang harus saya lakukan adalah memberangus peredaran Miras oplosan dan ilegal di daerah tersebut serta membawa pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan, walaupun saya harus menghadapi segala konsekwensi yang ada.

Syukur, seiring perjalanan waktu, kami berhasil memberikan hukuman maksimal kepada mereka yang bertanggung jawab, dengan hukuman 15 tahun penjara. Dan yang membuat kami puas, ini adalah hukuman maksimal yang pernah ada, untuk pengedar dan cukong Miras ilegal di negara ini.

## Apa konsekwensi yang anda hadapi dalam kasus Miras tersebut.

Disamping banyak yang menyambut baik langkah yang saya ambil, banyak juga yang tidak senang. Bahkan saya harus siap diri sebagai pihak yang dibenci banyak orang,  termasuk di internal saya sendri. Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah saya.

## Apakah anda tidak tertarik  menjadi Kapolresta Barelang, karena kami yakin dan percaya, warga Batam, akan senang jika memiliki Kapolresta seperti anda

He he he, anda bisa saja. Bagi perwira menengah Polri seperti saya,  untuk mengabdi dan berbuat kepada masyarakat, bukan hanya harus di posisi Kapolres atau Kapolresta saja.

## Dengan kapasitas anda saat ini sebagai Kabiro SDM Polda Kepri, apa yang sudah anda lakukan terhadap SDM Polri, khususnya di jajaran Polda Kepri.

Tugas utama Biro SDM diantaranya membina dan menyelenggarakan fungsi manajeman bidang personel yang meliputi penyediaan personel, pemisahan dan penyaluran personel, termasuk psikologi kepolisian, jabatan, kepangkatan, karier dan upaya peningkatan kesejahteraan personel. Hal ini kami  lakukan secara berkesinambungan terhadap seluruh personel di jajaran Polda Kepri, dengan berbagai indikator dan parameter yang telah ditetapkan.

## Secara jumlah, apakah personel Polda Kepri, sudah ideal dan mencukupi

Jika mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh PBB, rasio polisi yang ideal, adalah 1:400. Artinya satu polisi dapat mencover 400 warga. Jajaran Polda Kepri saat ini memiliki 4.246 personil, dengan perbandingan jumlah penduduk 1.947.937. Sehingga rasio saat ini 1:456. Artinya rasio antara polisi dan masyarakat di Kepri, sudah mendekati rasio standar yang ditetapkan oleh PBB. Namun dengan kondisi Kepri sebagai daerah kepulauan, rasio jumlah personil saat ini, masih terbilang kurang.

## Salah satu tugas utama Biro SDM adalah melakukan rekrutmen personil. Bagaimana anda melihat proses rekrutmen personel di tubuh Polri.

Proses rekrutmen di tubuh Polri saat ini sudah lebih bersih dan transparan. Adanya informasi bahwa masuk polisi dipungut bayaran, itu tidak benar. Untuk menjaga kredibilitas dan independensi penerimaan personil, Polri telah melibatkan elemen masyarakat. Mulai dari LSM, tokoh masyarakat hingga media massa. Bahkan standar operasional prosedur (SOP)  yang diterapkan masing-masing Polda, merupakan SOP Mabes Polri yang sudah mendapat pengakuan ISO.

## Tapi mengapa selalu saja ada orangtua atau pelamar polisi yang mengaku dimintai sejumlah uang oleh pihak tertentu.

Memang tidak kami pungkiri, pada setiap penerimaan personil Polri, ada saja pihak yang mengaku mampu menjamin kelulusan para pelamar dan mereka kami pastikan bergerak diluar sistem. Bisa saja mereka mengaku-ngaku sebagai polisi atau memang polisi benaran. Menyikapi hal ini, kami telah meminta kepada orangtua untuk tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku-ngaku tadi.

## Apa upaya yang anda lakukan melihat kenyataan tersebut.

Khusus untuk penerimaan Brigadir Polri yang baru saja rampung beberapa waktu lalu, pada saat memasuki proses seleksi, kami mengumpulkan calon Brigadir beserta orangtua mereka. Pada kesempatan itu, kami menyampaikan, bahwa masuk Polri tidak dipungut biaya. Terkait kemungkinan ada pihak yang mengaku mampu menjamin kelululusan dan meminta sejumlah uang, kami minta kepada orangtua dan para pelamar, agar mengabaikan hal tersebut.

Bahkan khusus untuk Polda Kepri, kami menjalin kerjasama dengan salah satu provider telekomunikasi. Dimana sedikitnya lima pesan singkat (SMS) setiap harinya, kami kirimkan ke ponsel orangtua pelamar, terkait progres terbaru proses seleksi yang tengah berjalan, sembari mengingatkan agar tidak terjebak dengan pihak-pihak yang mencoba memberikan jaminan kelulusan. Kami bersyukur, pola yang kami buat, terbukti mampu menekan pergerakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan pada penerimaan Brigadir tahun ini, keluhan pelamar jauh bisa kita tekan.

## Seandainya ada personil Polri atau bawahan anda yang terlibat dalam praktik yang tidak terpuji tersebut, apa sikap yang anda ambil?

Sebelum menindak oknum yang terlibat, terlebih dahulu saya membuat komitmen kepada diri saya. Bahwa dengan jabatan yang saya emban, saya harus merekrut polisi yang benar. Ini merupakan bentuk pertanggung jawaban saya sebagai abdi negara. Bagi saya, menciptakan polisi yang bermental baik, harus dimulai dari proses rekrutmen yang baik dan benar. Mustahil kita mendapatkan polisi yang bermental baik, jika saat masuk polisi saja, mereka sudah terlibat praktik yang tidak terpuji.

Kemudian kepada segenap staf, khususnya di Biro SDM Polda Kepri, saya berusaha menggugah empati mereka dan meminta mereka untuk lebih menggunakan hati nurani. Saya sampaikan kepada bawahan, bahwa untuk membuat mereka kuat secara finansial saya belum mampu, Namun dengan kehadiran saya, saya ingin membawa perubahan, sehingga pada saatnya nanti, mental segenap personil Polri, bisa diwujudkan  sesuai dengan harapan masyarakat.

Bahkan untuk menunjukkan komitmen saya dalam mengawal proses rekrutmen personil di Polda Kepri agar berjalan dengan benar, saya tegaskan  kepada para bawahan, bahwa mereka yang kedapatan berbuat curang, akan saya pidanakan, dan sanksi pemecatan akan menunggu mereka.

## Ngomong-ngomong, selama berada di level pimpinan, sudah berapa orang bawahan yang anda pecat.

Sewaktu menjabat Kapolres Sragen, saya memecat satu personil terkait narkoba, dan di Polda Kepri, saya juga merekomendasikan pemecatan dua personil. Jadi total ada tiga personil.

## Terkait reward and punishment bagi personil, bagaimana anda menerapkannya.

Reward and punishment kami terapkan secara proporsional. Mereka yang berprestasi kami  berikan apresiasi yang layak. Sehingga, tidak semata kami hanya memberikan hukuman.

## Terakhir, apa peran keluarga dalam menunjang karier anda?

Peran keluarga bagi saya sangat vital. Orangtua, isteri, anak-anak dan lainnya, menjadi motovasi utama bagi saya dalam menjalankan amanah yang saya emban. Doa dan harapan mereka, adalah kekuatan utama bagi saya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri.

Share