Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Fokus Wawancara Perjuangkan Aspirasi Pemekaran

Perjuangkan Aspirasi Pemekaran

Keputusan mantan Walikota Batam, Drs Nyat Kadir terjun ke dunia politik dinilai amat tepat. Pasalnya, sekali nyemplung, politisi asal Partai Nasional Demokrat (NasDem) langsung tembus ke Senayan. Nyat pun tinggal menunggu jadwal pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dijadwalkan Oktober mendatang.
Saat ini, Nyat mengisi waktunya bersama keluarga dan berjuang memenangkan calon presiden (Capres) Joko Widodo dan calon wakil presiden (Cawapres) Muhammud Jusuf Kalla. Sebagai politisi partai besutan Surya Paloh ini, Nyat mengaku dag dig dug menunggu hasil Pemilihan Presiden, 9 Juli ini.

Dalam obrolan santai selepas Shalat Tarawih di Restoran Hotel PIH, Batam Centre, Minggu (6/7) malam, Nyat menegaskan akan memperjuangkan sejumlah isu-isu strategis Provinsi Kepulauan Riau. Berikut petikan obralan santai Pemimpin Redaksi Haluan Kepri Rinaldi Samjaya dan Redaktur Rahmat Ghafur, bersama Nyat Kadir.

Assalamualaikum Pak Nyat? Selamat terpilih ya sebagai anggota DPR RI. Anda pun sekarang tampak lebih segar lho?..

Waalaikum salam terima kasih. Memang sih sekarang agak lebih rileks. Agak lepas penat lah selepas pemilihan legislatif. Awalnya sih deg deg-an juga. Kan hasil penghitungan DPR RI sempat digugat ke MK. Tapi setelah MK memutuskan menolak semua gugatan, ya jadi lega lah. Oh iya, saya perlu juga memberi apresiasi kepada teman-teman Haluan Kepri karena prediksinya waktu pemilu legislatif lalu tepat sekali. Haluan Kepri ketika itu menyajikan berita tentang Nyat, Asman dan Dwi Ria melaju ke Senayan di awal-awal pemilihan. Sampai terakhir, opini ini terbukti. Salutlah.

Pak Nyat, sebagai mantan Walikota Batam, tokoh senior di Kepulauan Riau dan anak tempatan itu sendiri. Kami menyakini Anda pasti punya segudang agenda yang akan diperjuangkan di Senayan nanti untuk mendorong percepatan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau nanti? Apa yang jadi prioritas Anda?

Oh iya sudah tentu. Salah satu tujuan saya terjun ke politik, mengambil jalur legislatif adalah mendorong beberapa agenda strategis daerah ini biar berjalan sesuai dengan harapan. Semua itu prioritas. Artinya saya akan mendorong bersama teman-teman lainnya di DPR dan di DPD agar agenda-agenda penting memberi kemajuan bagi Kepri itu sendiri. Dalam konteks ini saya mengklasifikasikan beberapa sektor penting yang perlu didorong guna mempercepat pertumbuhan dan pembangunan di Kepri.

Pertama, bagaimana FTZ di Batam berjalan sesuai harapan. FTZ mesti memberi kepastian hukum dan menjanjikan bagi iklim investasi di Batam. Jika ini berjalan, implikasinya lapangan kerja bakal terbuka luas dan tingkat pertumbuhan ekonomi otomatis bergerak ke grafik naik.

Kedua, bagaimana Rempang-Galang tidak lagi status quo. Jika persoalannya saat ini wilayah Rempang Galang masuk kawasan hutan buru, maka kita bersama teman-teman di DPR, DPD RI dan lewat teman-teman di lintas partai nantinya, bagaimana mendesak Menteri Kehutanan secepatnya mencarikan solusi agar Rempang-Galang bisa dimanfaatkan sebagai kawasan produktif. Sebab, kawasan Rempang Galang itu sangat cocok dikembangkan sebagai industri pariwisata. Pantainya luas, pemandangannya yang indah dan masih alami. Ini akan jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Batam dan Kepri.

Selama ini, bertahun-tahun persoalan Rempang-Galang tidak pernah tuntas. Padahal, Otorita Batam (BP Batam) telah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk membangun jalan sampai ke ujung Galang sana. Kan jadi sia-sia jika kawasan ini dibiarkan tidak produktif. Padahal, kita sangat membutuhkan kawasan yang representatif untuk mengembangkan Rempang Galang itu sendiri untuk mendukung kepariwisataan Kepulauan Riau.

Masih seputar sektor pariwisata, sebenarnya Kepulauan Riau ini punya potensi wisata yang tak kalah memesona dari Bali. Seperti Pantai Dungun di Daik. Pantainya berpasir putih, pantainya landai dan panjang. Ombaknya juga cukup representatif untuk berselancar. Belum lagi ditunjang keasrian daerah itu. Namun sayang, selama ini pemerintah masih melirik Bali.

Padahal kalau mau jujur jika memperhatikan potensi Kepri yang bertetangga dengan negara pusat perdagangan dan jasa dunia, Singapura, negara Malaysia dan sejumlah negara lainnya, mestinya Kepri jadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata. Apalagi jika potensi alamnya tak kalah indah dan bagus dari Bali.

Jika saat ini Batam berada di peringkat tiga kunjungan wisatawan di Indonesia, maka andai pemerintah pusat serius dan kita bisa fokus memperjuangkan agar kementerian terkait memperhatikan Kepri, maka Batam harusnya menjadi daerah dengan kunjungan wisatawan mancanegara terbanyak di Indonesia, bukan Bali. Kalau saya boleh menilai, Bali masih kalah sama potensi wisata Kepri ini.

Itu belum lagi beberapa daerah lainnya seperti Pulau Abang yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Demikian halnya sejumlah potensi wisata di Natuna dan Anambas yang tak kalah menarik untuk kembangkan. Kawasan itu juga menawarkan keindahan yang tidak kalah dengan Bali juga.

Selain pariwisata, Kepri butuh juga bagaimana keritosoliran pulau-pulau di Kepri bisa diakses dengan baik. Kehadiran tranportasi laut dan udara yang representatif patut digesa. Kita akan berjuang agar kementerian terkait bisa terus mendorong hadirnya kapal yang bisa melayani dan menjangkau semua kawasan di Kepri seperti pulau-pulau di Natuna, Anambas, Bintau, Lingga ataupun Bintan. Sehingga tidak ada lagi kawasan Kepri tidak terjangkau. Jika ini terwujud, otomatis tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat Kepri akan merangkak naik.

Selanjutnya, saya akan mengajak teman-teman di Senayan untuk memperjuangkan aspirasi pemekaran yang hadir di Kepri. Seperti keinginan adik-adik di Rempang-Galang dan pulau-pulau sekitarnya yang ingin menjadikan kawasan itu sebagai Kabupaten Batam Kepulauan. Secara pribadi saya sangat mendukung dan ini juga menjadi agenda tak kalah pentingnya diperjuangkan.

Begitu juga keinginan pemekaran dan teman-teman di kabupaten lainnya di Kepri seperti Bintan, Kundur, Anambas maupun Natuna. Kita pasti akan dorong bagaimana daerah pemekaran itu terwujud. Sebab dengan hadirnya pemerintah baru, maka optimalisasi pembangunan untuk daerah tersebut pasti akan lebih maksimal. Itu semua kan demi kesejateraan masyarakat.

Oh ya Pak Nyat, Sekarang Anda ini kan sudah masuk jajaran politisi nasional. Ibaratnya level Anda saat ini bukan daerah lagi. Dan sebentar lagi mau pemilihan kepala daerah di Kepri. Sejauh ini apakah Anda masih berminat. Sebab dua pilkada sebelumnya Anda kan sebagai kontestan?

Ha ha, ha,.. waduh jangan dulu deh. Sepertinya saya mau konsentrasi dulu di Senayan. Jujur, memang banyak teman-teman masih mendorong hal ini. Tapi saya katakan, saya masih penat lah usai mengikuti legislatif. Istirahat dulu lah. Saya mau fokus memperjuangkan Kepri lewat jalur DPR RI saja. Biar lah putra-putra terbaik Kepri saat ini kita dorong untuk memimpin Kepri.

Terus bagaimana dengan NasDem nanti di Pilkada? Artinya terpaksa jadi pendukunglah.

Tergantung Ketua Umum, Pak Surya Paloh juga. Kemana nanti NasDem mau diarahkannya. Sejauh ini saya tidak berniat terjun dalam pilkada nanti. Saya ingin fokus di Senayan ajalah.

Pak, sebagai pendukung Jokowi-JK, sejauh mana optimistis Anda pasangan ini terpilih?

Saya pribadi sangat berharap pasangan ini terpilih. Karena ada harapan perubahan di sosok Jokowi-JK. Kita juga bisa mengusulkan konsep-konsep perubahan di Kepri ini ke presiden baru. Seperti keberadaan Badan Pengusahaan Batam dan bagaimana menyiasati agar FTZ benar-benar menjadi nilai tambah tersendiri bagi Batam dan Kepri. Bukan seperti sekarang yang seolah-olah tidak lagi bernilai jual. Batam dan Kepri memang cukup terkenal, tapi tidak lagi menarik. Ini yang terjadi sekarang.

Share