Rabu04232014

Last update12:00:00 AM

Back News Bintan Nelayan Jual Alat Tangkap Bantuan Pemerintah

Nelayan Jual Alat Tangkap Bantuan Pemerintah

Tak Sesuai Keinginan

BINTAN- Beberapa kelompok masyarakat nelayan di Kabupaten Bintan terpaksa menjual alat tangkap ikan yang merupakan bantuan dari pemerintah melalui tahun anggaran 2010 lalu. Pasalnya, alat tangkap ikan seperti jaring tersebut dinilai para nelayan tidak sesuai dengan jenis yang mereka inginkan.

"Dari laporan yang disampaikan masyarakat nelayan seperti di Malang Rapat dan Teluk Bintan, banyak alat tangkap ikan bantuan pemerintah yang dijual lagi. Itu karena pemerintah hanya memberikan alat tangkap asal-asalan saja, tidak seperti yang diinginkan nelayan," kata Anggota DPRD Bintan Yurioskandar usai menggelar reses di Gunung Kijang, Kamis (31/3).

Kata Yurioskandar, alat tangkap bantuan Pemerintah Provinsi Kepri maupun dari Pemkab Bintan itu dijual nelayan kepada seorang toke pedagang jaring di wilayah Tanjungpinang dengan harga di bawah harga sebenarnya. Uang hasil penjualan, dimanfaatkan nelayan untuk membeli bahan-bahan pembuatan jaring baru sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Ternyata, masalah atau kasus bantuan pemerintah seperti ini sudah berjalan lama. Ini menandakan bahwa, bantuan pemerintah tidak tepat sasaran. Padahal, nelayan membutuhkan bantuan dari pemerintah," ujar politisi asal Partai Golkar yang akrab disapa Yos ini.

Selain alat tangkap ikan, kata Yos, bantuan pemerintah lainnya berupa sarana transportasi nelayan dalam bentuk kapal pompong juga terkesan sia-sia. Banyak masyarakat yang mengaku, pompong bantuan pemerintah jarang dipakai untuk melaut karena tidak sesuai dengan karakter perairan Bintan.

"Untuk ke depan, kami minta agar pemerintah melalui dinas terkait benar-benar teliti dalam memberikan bantuan. Kami melihat, selama ini pemerintah terlebih dahulu menganggarkan program kegiatan baru dicari nelayan yang menerimanya. Seharusnya, pemerintah mendata nelayan dan menentukan jenis bantuan yang benar-benar diinginkan masyarakat, setelah itu baru dianggarkan," katanya.

Pada kesempatan terpisah, salah seorang nelayan Malang Rapat, Nurman (42) saat ditemui di kediamannya menyebutkan, selama ini apapun bantuan pemerintah akan diterima masyarakat. Meskipun tidak cocok untuk digunakan di laut. Agar tidak sia-sia, maka alat tangkap itu dijual nelayan kembali ke toko. Uangnya dibelikan dengan alat-alat pembuat jaring.

"Yang namanya jual di toko, tentu harganya jauh di bawah harga standar. Karena kita butuh dan itu bantuan pemerintah, kita terima saja. Selama ini pemerintah tidak ada bertanya kepada nelayan, jaring seperti apa yang dibutuhkan masyarakat. Jaring itu banyak jenisnya. Tapi tidak semuanya bisa digunakan untuk melaut," kata Nurman.

Nelayan lainnya, Bouli (50) mengaku, pemerintah selalu memberikan bantuan kepada kelompok nelayan tertentu. Sementara, masyarakat nelayan yang tidak terdaftar di kelompok nelayan tidak pernah mendapatkan bantuan.

"Seharusnya pemberian bantuan harus ada pemerataan. Semua nelayan harusnya dapatlah," katanya. (yen)

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014
Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...