Sabtu10252014

Last update12:00:00 AM

Back News Bintan Bintan Potensi Jadi Sentra Buah Naga

Bintan Potensi Jadi Sentra Buah Naga

M Sani, Ansar dan Jaafar menanam bibit buah naga,senin 13-6-11Siap Ekspor ke Singapura dan Amerika

BINTAN- Gubernur Kepri HM Sani menilai wilayah Bintan dapat dikembangkan menjadi sentra pertanian  buah naga. Pasalnya  masih banyaknya lahan tidur  yang belum  digarap oleh masyarakat.

"Jika lahan tidur dapat dimanfaatkan untuk pertanian tentunya akan mendatangkan pemasukan bagi daerah, penyerapan tenaga kerja dan memacu pertumbuhan ekonomi. Kita memberi apresiasi kepada  Pemkab Bintan atas terobosan yang dilakukan untuk mendorong percepatan ekonomi seperti pembukaan  pertanian  buah naga  yang kita laksanakan saat ini,"kata Sani di sela-sela melakukan penanaman pertama bibit buah naga di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Senin (13/6).

Bupati Bintan Ansar Ahmad mengatakan Pemkab Bintan telah membebaskan lahan seluas 20 hektar untuk pertanian buah naga. Kedepan jika  berhasil akan disiapkan lahan mencapai 300 hektar.

Buah naga saat ini kata  Ansar sangat potensial dikembangkan karena permintaan pasar cukup tinggi dan peluang pasar masih terbuka lebar.

"Kita akan terus mencari pangsa pasar untuk produksi buah naga kita nanti dan  akan mengikat perjanjian dengan negara Singapura dan  Amerika yang telah mengajukan permintaan ,"kata Ansar.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bintan, Kartini menyebutkan bibit buah naga yang ditanam sebanyak 75.600 batang di lahan seluas 18 hektar. Bibit buah naga ini berasal dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB ) sebesar  Rp25 miliar.

Bantuan tersebut dialoksikan untuk  tiga kegiatan masing-masing untuk bidang pertanian Rp7,4 miliar, bantuan keramba apung nelayan Rp16,3 miliar dan usaha perbengkelan pertanian Rp600 juta.

"Bantuan untuk pertanian di gunakan untuk pengadaan  sarana produksi dan alat mesin pertanian seperti saung tani, gudang pupuk, embung atau waduk , jalan usaha tani, jalan produksi, mesin air dan instalasinya,"beber Kartini.
Selain itu  sambungnya bantuan digunakan juga untuk  land clearing (pembukaan lahan), tower air, tiang beton, pupuk, bibit , alat pertanian dan kendaraan roda tiga.

Camat Toapaya, Roni Kartika optimis pertanian buah naga dapat berkembang di Bintan. Pasalnya  disamping Bintan telah memiliki petani andalan juga didukung dengan  ketersediaan lahan  yang masih terbuka luas. Sesuai tata ruang daerah katanya  Toapaya memang telah disiapkan untuk menjadi kawasan pertanian di Bintan.

Koordinator Kelompok Tani, Edy Subagyo  menuturkan usaha pertanian buah naga akan dilaksanakan oleh 120 petani yang dibagi dalam 6 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 20 orang  akan mendapat lahan sebanyak 3 hektar.

"Untuk  pembagian hasil  petani mendapat 70 persen dan sisanya 30 persen  untuk biaya,"kata petani teladan Bintan ini.

Hadir dalam penanaman bibit buah naga, Ketua DPRD Kepri Nur syafriadi, anggota DPRD Bintan Misiyah, Ketua Kadin Tanjungpinang Bobby Jayanto, Kadis Pertanian Kepri Said Jaafar, unsur FKPD, kelompok tani dan unsur muspida lainnya. (edy)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...