Sabtu11012014

Last update12:00:00 AM

Back Insert Memetik Berkah Dibalik Ramadhan

Memetik Berkah Dibalik Ramadhan

Jam baru menunjukan pukul 16.00 WIB, namun sejumlah pengunjung yang mencari pebukaan di sepanjang Jalan Batu Merah sudah mulai terlihat ramai, Rabu (25/7). Begitu juga para pedagang kue dadakan yang menjual berbagai aneka penganan dan makanan sudah mulai sibuk menyiapkan dagangannya.

Keramaian pengunjung semakin terlihat setelah hari semakin sore, sehingga arus lalu lintas pun menjadi macet. Terlihat sejumlah pengendara yang lalu lalang hanya memacu laju kendaraannya secara perlahan.

Namun lain hal bagi Ros, seorang pembuat roti kirai. Dia merupakan satu-satu pedagang yang menyediakan makanan tradisional Melayu tersebut. Roti kirai menjadi salah satu makanan yang hanya bisa di jumpai selama Ramadhan.

Memang makanan istemewa tersebut dibuat dengan bahan-bahan yang  sangat sederhana, sebut saja, telur, tepung terigu, garam, serta santanan untuk membuat adonannya. Sementara untuk campuran makannya adalah kuah kari ayam. Keistemewaan makanan tersebut selain nikmat juga mengenyangkan.

Cara membuatnya sangat sederhana, adonan yang telah dimasak tipis dengan menggunakan acuan khusus. Kemudian, dikirai menjadi seperti jala serta diacak-acak. Kemudian roti jala atau roti kirai ditambahkan kuah kari (kambing atau ayam)atau kuah gulai khas Melayu yang tidak terlalu kental.

Bagi masyarakat Melayu, roti kirai atau yang dikenal dengan roti jalan adalah salah satu makan yang jarang dilewatkan untuk dinikmati di bulan puasa. Karena makan tersebut merupakan makanan yang biasa disajikan disaat berbuka puasa.

Bukan sembarang orang bisa membuat makanan tersebut. Karena tanpa ada ketelatenan makanan tersebut bisa saja tidak menjadi. Berkat ketelatenan dalam mengolah roti kirai, Ros bisa memanfaatkan waktu senggangnya untuk meraup rezeki.   

Menurut Ros, sejak pagi dia telah sibuk menyiapkan barang dagangannya. Dia mengaku meskipun hanya menjual sejenis roti kirai, rezeki yang diterima ibu paruh baya itu boleh dikatakan lumayan.

" Tradisi berjualan roti kirai telah saya lakoni sejak bertahun-tahun lalu. Makanan tersebut hanya dibuat saat-saat tertentu, terutama disaat bulan puasa seperti ini. Walaupun makanan khas Melayu, namun bukan orang Melayu saja yang menyukainya,"  kata Ros

Dalam satu porsi roti kirai yang dibuatnya, terdapat lima potong roti kirai. Satu porsi tersebut dijualnya dengan harga Rp10.000 ribu. Dia mengaku dari hasil penjualan tersebut bisa mendapatkan penghasilan ratusan ribu rupiah.

"Alhamdulillah penghasilannya cukup lumayan, saya sangat mensyukuri apa yang telah saya terima. Karena barang dagangannya selalu laris dan dicari pembeli," tuturnya sambil tersenyum.

Junaidi, seorang pembeli tori kirai mengatakan roti kirai adalah makanan yang jarang dilewatkannya selama bulan puasa. Karena makanan ini hanya dijual selama Ramadhan.

" Memang roti kirai jarang kita temukan di hari-hari biasa, maka di bulan puasa ini berbuka dengan roti kirai adalah hal yang jarang dilewatkanya," tutur Junaidi.      

Tentunya dengan hadirnya bulan suci Ramadhan akan memberikan berkah tersendiri. Mungkin bukan saja Ros yang hanya mengandalkan berjualan roti kirai. Namun keberkahan rezeki juga akan menghampiri pedagang-pedagang yang lainnya.

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah. Bukan hanya berkah pahala dan ampunan bagi yang menunaikan ibadah puasa, tapi juga berkah rezeki bagi mereka yang mau berusaha. (cw62)

Share