
Bersama Ir Gunawan Hadisusilo yang kala itu menjabat sebagai Asisten 1 Bidang Umum Ketua otorita Batam dan beberapa staf lainnya, Bj Habibie berkeliling menelusuri gugusan Kepulauan Batam, Rempang dan Galang (Barelang) dengan menggunakan helikopter. Dengan telunjuknya, Habibie menarik garis untuk menghubungkan pulau Batam hingga ke pulau Galang Baru ke arah Selatan. Ide untuk membuat jembatan penghubung plus jalan trans Trans Barelang kemudian tercetus. Ir Gunawan yang ditunjuk sebagai ketua tim pembangunan jembatan Barelang segera menerjemahkan konsep Bj Habibie dengan menyusun desain dan kerangka teknisnya.
Sebagai tindak lanjut pengembangan lingkungan kerja Daerah Industri Pulau Batam ke wilayah Rempang dan Galang, maka dibentuklah tim kerja. Yaitu pembuatan detail jalan dan jembatan ditunjuk tim LAPl-ITB sementara untuk pembuatan Master Plan Barelang ditunjuk tim LEMTEK-UI, dan untuk evaluasi dampak sosial dilakukan oleh Universitas Gajah Mada (UGM). Proyek pembuatan enam jembatan antarpulau yang dibidani oleh Ir Gunawan ini merupakan proyek jembatan pertama kali yang dilaksanakan di Indonesia, khususnya dalam hal teknologi, apalagi mulai dari desain, pelaksanaan dan pengawasan dilaksanakan oleh putera-puteri Indonesia dengan menelan biaya sebesar Rp292 miliar.
Keenam jembatan ini dimulai pembangunannya pada oktober 1993 dan selesai secara bertahap pada tahun 1996 hingga 1998. Ir Gunawan sebagai salah satu arsiteknya, telah membuktikan kemampuannya dalam me-menej pengerjaan jembatan ini hingga rampung. Jembatan Barelang kini menjadi ikon dan landmark Pulau Batam, namun nama Ir Gunawan hanya terdengar lamat-lamat, nyaris tak tersebut apalagi diabadikan.(Edi Sutrisno)
- Raden Sulaiman, Politisi Bersahaja di Era Awal Pembangunan Batam (2)
- Batu Belah
- Raden Sulaiman, Politikus Bersahaja di Era Awal Pembangunan Batam (1)
- Tangga Seribu
- Mayjen Ibrahim Adji, Kontraktor Pionir Pembangunan Jalan di Batam (2)
- Mayjen Ibrahim Adji, Kontraktor Pionir Pembangunan Jalan di Batam (1)
- Basis Lanon Bernama Galang
- Batu Keramat “Pekong Ciu”



