Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Mobil Patroli Polisi Tabrak Warung

Mobil Patroli Polisi Tabrak Warung

mobil patroli polisi hantam warung wargaKARIMUN (HK)-Mobil patroli Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Karimun yang dikemudikan Bripda Riski Wahyudi menabrak warung otak-otak milik Fuad Priyadi di Jelutung, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat, Kamis (18/) pagi. Akibat tabrakan itu, warung jadi roboh, sementara mobil patroli mengalami kerusakan ringan.

"Waktu kejadian, saya lagi berada di dalam rumah. Tiba-tiba dari depan terdengar suara seperti hantaman keras. Saya lalu keluar, ternyata warung otak-otak saya ditubruk mobil patroli polisi. Ketika saya tanya, polisi itu menjawab kalau rem mobilnya tak berfungsi," ungkap Fuad kepada wartawan.

 

Kejadian itu menyita perhatian warga sekitar. Pengendara roda dua maupun roda empat yang kebetulan melintasi kawasan tersebut mendadak berhenti. Mereka berkerumun menyaksikan peristiwa yang cukup langka itu. Karena, mobil yang menabrak warung ternyata mobil patroli milik Satlantas Polres Karimun.

"Saya kebetulan melewati jalan itu. Dari kejauhan, saya merasa penasaran melihat orang-orang berkerumun di lokasi kejadian. Begitu saya dekati, ternyata ada mobil patroli milik polisi lalulintas yang menabrak warung. Disana, saya lihat ada anggota polisi, mungkin saja dia supirnya," ungkap Rahman, salah seorang warga.

Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Tengku Fazrial Kenedy saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, penyebab terjadinya tabrakan itu hanya kelalaian saja. Bripda Riski saat itu hendak memarkirkan mobil untuk persiapan Operasi Patuh Seligi 2017. Dia kemudian, mencari lokasi yang luas sebagai lokasi operasi.

"Saya sudah meminta keterangan dari anggota itu, dia menyebut kalau saat itu dia hendak memarkir mobilnya ke lokasi itu. Karena hendak parkir, maka dia menurunkan porsneling dari 4 ke 3. Hanya saja, karena kecepatan sudah menurun, tiba-tiba mesin mobil mati. Dalam keadaan itu, tentu saja power steringnya jadi keras, sehingga menabrak warung," ungkap Kenedy.

Menurut dia, Bripda Riski memang diperintahkannya untuk melakukan patroli ke daerah tersebut guna mengecek lokasi untuk Operasi Patuh Seligi 2017. Tujuan surevi lokasi itu, agar bisa melihat lokasi mana yang tepat untuk digelarnya operasi, mulai dari luasnya lahan untuk barang bukti yang diperiksa hingga kenyamanan bagi pengguna jalan lain tidak terganggu.

Terkait kerugian yang dialami oleh Fuad, selaku pemilik warung otak-otak, Kenedy menyebut kalau sudah kesepakatan dari dua belah pihak untuk menyelesaikannya. Pihaknya juga sudah melakukan mediasi antara korban dengan anggotanya. Persoalan ganti rugi juga sudah diselesaikan.

"Kami melihat persoalan ini. Bukan mentang-mentang polisi terus pilih kasih. Bagi kami semua sama. Kami akan tetap memproses sesuai dengan kaidah dan aturan hukum yang berlaku. Kalau memang ada yang dirugikan, maka akan diselesaikan dengan payung hukum yang berlaku di negara ini," terangnya.

Kenedy juga sudah mengingatkan kepada anggotanya itu, agar selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas. Meski semua kejadian yang terjadi di lapangan diluar kemampuan manusia. Kendati begitu, bagi anggota yang lalai dalam tugas tetap akan dilakukan pembinaan yang dilakukan oleh Provost. (ham)

Share