Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Berharap Pasokan Listrik Kepri 100 Persen

Berharap Pasokan Listrik Kepri 100 Persen

gubernur minta kepri tereletrifikasiKarimun Terima 17 Mesin PLN

Karimun (HK)- Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menegaskan seluruh daerah di Kepulauan Riau harus sudah mendapat pasokan listrik 100 persen. Tak hanya terelektrifikasi, listrik yang mengalir harus selama 24 jam tanpa henti.

"Tidak akan terlalu rumit. Pulaunya kecil-kecil dan jaraknyaa juga banyak berdekatan. Kami berharap semuanya sudah dapat aliran listrik dan menyala 24 jam," kata Nurdin usai menerima 17 unit mesin PLN di Tanjungsebatak, Karimun, Jumat (6/10) pagi.

Mesin dengan kapasitas 17.000 KW ini digunakan untuk Gardu PLTD Bukit Carok, Karimun. Kehadiran mesin senilai Rp84 miliar ini semakin membuat listrik di Pulau Karimun semakin surplus. "Ingat antrian masyarakat yang ingin listrik masih banyak. Segera penuhi," kata Nurdin.

Nurdin melihat soal listrik, Karimun bakal tidak pusing lagi karena sudah surplus. Karena itu dia meminta kepada PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk segera memasok mesin-mesin ke berbagai wilayah di Kepri.

"Anambas, Lingga, juga Pulau Tambelan dan lainnya menunggu mesin-mesin baru. Semoga segera terealisasi," kata Nurdin.

PLN sendiri bakal memasok sebanyak 45.500 KW daya listrik untuk tahun ini. Selain Karimun yang sudah menerima 17.000 KW, beberapa wilayah juga sudah dalam proses. Untuk Kabupaten Lingga, sedang berproses sebesar 8.200 KW. Mesin itu akan tersebar ke Posek, Mentuda, Medang, Benan, Batang, Melar, Daik Lingga, Dabo, Pancur dan Penuba.

Untuk Anambas, ada tambahan 2.600 kW untuk Pulau Letung, Ladan, Palmatak dan Siantan Timur. Sementara 700 kW akan dipasok untuk Pulau Kelong dan Tambelan di Kabupaten Bintan. Kabupaten Natuna akan mendapat pasokan sebesar 13.500 kW yang tersebar untuk Selat Lampa, Pulau Midai, Air Payang, Sabang, Pulau Tiga, Sedanau, Serasan, Kelarik dan Pulau Subi.

Sementara di Karimun, selain Pulau Karimun masih ada pasokan sebesar 3.500 kW untuk Pulau Moro, Durai, Alai, Buru, Sugi dan Kericik. Untuk Karimun Nurdin menyarankan memanfaatkan jembatan yang mengubung sejumlah pulau. Nurdin pun menyarankan agar ada keberagaman sumber energinya, dari gas, batu bara, selain minyak.

Pihak PLN secara keseluruhan memang menargetkan 2019 seluruh Kepri sudah diterangi listrik. Malah target itu mereka majukan menjadi tahun 2018. Nurdin menyambut baik percepatan target elektrifikasi itu. Kepada PLN WRKR, Nurdin menekankan pentingnya komunikasi jika menemukan kendala. Pemerintah akan membantu menyelesaikan sesuai kapasitasnya.

Kepada wartawan, Nurdin menjelaskan penambahan tambahan daya ini diharapkan semakin meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sektor pendidikan harus semakin meningkat juga. Demikian juga dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

"Ini hadiah hari jadi Kabupaten Karimun," kata Nurdin.

Tampak hadir pada kesempatan itu Bupati Karimun H Aunur Rafiq, GM PLN Wilayah Riau dan Kepri Irwansyah, dan sejumlah pihak terkait tampak menghadiri penyerahan itu. Penyerahan itu ditandai dengan pemotongan pita. Gubernur Nurdin juga menggunakan mobil crane mengangkat salah satu mesih sebelum dimasukkan ke dalm truk untuk dibawa ke Bukit Carok.

Manajer SDM dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepri, Dwi Suryo Abdullah mengatakan, tambahan kapasitan tersebut akan terhubung dalam waktu satu bulan sebanyak 10.000 kW ke dalam sistem, sedangkan 7.000 KW untuk instalasi.

Diperkirakan 6 minggu sudah tuntas bisa untuk disalurkan. Mesin baru ini sudah sampai di Pulau Karimun sejak 5 Oktober 2017 dan akan di tempatkan di power house yang telah siapkan di atas tanah PLN yakni PLTD Bukit Carok.

"Mesin pembangkit diesel ini juga digunakan untuk pemasangan instalasi. Jadi, bagi masyarakat Karimun yang belum bisa menikmati listrik, sekarang sudah bisa mengajukan permohonan untuk memasang listrik di rumah. Daya yang kita miliki sudah lebih dari cukup," jelas Dwi.

Menurutnya, penambahan mesin pembangkit baru ini berguna untuk meningkatkan keandalan dan tambahan pasokan pada sistem Karimun yang selama ini kebutuhan listriknya meningkat rata rata 1.500 kW per tahun.  Mesin baru ini juga menjadikan cadangan listrik sistem di Karimun meningkat dari 2 persen menjadi 35 persen.

Dengan begitu, kemampuan PLN untuk menyediakan listrik di Pulau Karimun akan bertambah menjadi 35.500 kilo watt dengan beban puncak saat ini 25.400 killo watt. Daya sebesar itu dapat memenuhi kebutuhan listrik warga Karimun  yang selama ini dirasa pas-pasan karena keterbatasan cadangan listrik, selain itu juga untuk mengantikan mesin yang sudah tidak optimal.

"Dengan tambahan 17.000 kW untuk karimun sendiri memiliki tambahan cadangan sebanyak 10.000 kW. Artinya dengan 10.000 kW kita bisa mendorong ekonomi khususnya industri pariwisata, industri menengah dan industri kecil. Ini merupakan satu komitmen dari PLN dan pemerintah bahwa untuk mencukupi kebutuhan listrik masyarakat di pulau Karimun," tuturnya.

Kata Dwi, apabila daerah ini mau dikembangkan menjadi daerah pariwisata dan bisnis harus tercukupi kebutuhan listriknya dan bisa langsung disalurkan. Dengan adanya penambahan mesin diesel, diharapkan pemadaman listrik akibat pemeliharaan mesin tidak lagi akan terjadi. Kalau ada pun  hanya sebentar dan ada gangguan lainnya seperti pohon tumbang dan ada gangguan dari hewan.

 

Kelistrikan Karimun selama ini dipasok oleh pembangkit mesin diesel Bukit Carok dan PLTU Karimun  2x7 MW. Memasok listrik ke beberapa tempat seperti hotel berbintang, rumah sakit, industri minuman kaleng soft drink, pabrik es, industri makanan krupuk ikan tenggiri, pusat-pusat kuliner dan sebanyak 21 desa  yang ada di karimun.

"Setidaknya hingga saat ini PLN telah melistrik  21 desa di Karimun dengan jumlah pelanggan mencapai 40.000 pelanggan, artinya sudah 100 persen desa yang ada di Karimun telah menikmati listrik," tuturnya.

Share