Selasa12122017

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Sanggar Saujana Pukau Penonton

Sanggar Saujana Pukau Penonton

KARIMUN (HK) - Penampilan Pusat Latihan Seni (PLS) Saujana berhasil memukau ratusan penonton yang memadati Gedung Nasional Karimun, Sabtu (7/10) malam. Bahkan Bupati Karimun Aunur Rafiq yang menghadiri acara malam itu berdecak kagum menyaksikan indahnya perpaduan alat musik tradisional yang mereka mainkan.

Petikan senar gambus, diiringi gesekan biola dan dentuman gendang serta alunan merdu dari akordion dimainkan anak-anak asuhan Raju Mahendra dari sangar seni Saujana itu mengalun secara apik saat perayaan Saujana ke-11.

Acara yang dikemas indah itu ditutup dengan Tari Lambak, sebuah tarian tradisional dari Tanah Melayu yang dimainkan oleh remaja putri Karimun. Para penari nan berparas elok dengan jumlah sekitar 20 orang itu, kemudian menarik para penonton untuk ikut menari bersama-sama mereka.

Tak pelak, suara riuh dan tepuk tangan pun menghiasi acara. Semua tamu undangan nampak larut dalam tarian muda-mudi itu. Mereka terbawa hanyut suasana syahdu. Lenggang lenggok para penari nan gemulai ditambah alunan musik tradisional yang mendayu makin membawa penonton untuk masuk dalam cerita tarian lambak.

Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan apresiasi kepada sanggar atau pusat latihan seni Saujana yang telah mendidik remaja putra dan putri Karimun untuk mengenal dan bisa memainkan alat musik serta tarian tradisional khas Melayu di Bumi Berazam. Sehingga, budaya Melayu ini bisa diwariskan kepada anak cucu kelak.

"Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada pengurus dan seluruh anak didik di Sanggar Saujana yang telah ikut berperan serta melestarikan musik dan tarian tradisional Melayu di daerah ini. Dengan begitu, maka budaya leluhur kita ini bisa terus diwariskan kepada anak cucu nanti," ungkap Aunur Rafiq.

Ketua Pusat Latihan Seni Saujana, Raju Mahendra menambahkan, hampir semua anak didiknya di Sanggar Saujana merupakan remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Alasan dirinya merekrut anak-anak untuk belajar seni tradisional khususnya dari Melayu adalah agar generasi muda di Karimun bisa mengetahui warisan leluhur mereka.

"Semua anak-anak yang belajar di Sanggar Saujana adalah pelajar di Karimun. Kami ingin agar generasi muda Karimun bisa mengetahui dan ikut terlibat dalam mengembangkan musik serta tarian tradisional Melayu. Agar kesenian tradisional ini bisa makin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," tutur Raju.

Selain penampilan musik dan tarian tradisional, rangkaian hari jadi Sanggar Saujana itu juga dimeriahkan dengan salawat yang dinyanyikan oleh anak-anak Panti Asuhan Jabal Nur Bukit Tiung sekaligus memberikan santunan ke panti asuhan itu. Selain itu juga memberikan plakat kepada lembaga yang membantu sanggar selama ini. (ham)

 

Share