Senin12182017

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Nakhoda Pompong Divonis Bebas

Nakhoda Pompong Divonis Bebas

Terdakwa Kasus Sabu 2,65 Kg

KARIMUN (HK)- Haryono, nakhoda pompong yang menjadi terdakwa kasus penyelundupan 2,65 kilogram narkoba jenis sabu-sabu dan 3.500 butir pil happy five divonis bebas oleh majelis hakim yang menyidangkan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Senin (9/10) sore. "Majelis hakim telah menjatuhkan vonis bebas kepada Haryono, terdakwa kasus narkoba. Dia terbukti tidak bersalah karena tidak mengetahui kalau barang yang disimpan di bawah gedalak pompongnya merupakan narkoba," ungkap Ketua Majelis Hakim Yanuarni Abdul Gaffar didampingi Yudi Roza Dinata di Kantor Pangadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Selasa (10/10) siang.

Kata Yanuarni, berdasarkan fakta persidangan dan keterangan dua orang saksi yakni Rafiq dan Hasmir yang merupakan anak buah kapal (ABK) pompong memberikan keterangan kalau barang yang disimpan di bawah geladak kapal itu memang tidak mereka ketahui isinya. Isi bungkusan itu hanya diketahui oleh Khaidir pemilik barang yang saat ini masih buron.

"Berdasarkan keterangan terdakwa dan juga saksi yang kami hadirkan saat persidangan terungkap kalau terdakwa memang tidak mengetahui barang yang dibawanya itu adalah narkoba. Dia hanya disuruh mengantar barang atas permintaan Khaidir, selaku pemilik barang tanpa bertanya barang apa yang dibawa," terang Yanuarni.

Menurut dia, jika mengacu pada UU Narkotika, maka nakhoda kapal yang tidak mengetahui barang yang dimuat diatas kapal atau pompongnya tidak bisa divonis pidana. Kecuali, jika mengacu pada UU Kepabeanan, karena dalam undang-undang itu mengatur tentang manifest barang yang jelas diketahui oleh nakhoda kapal.

"Saat divonis bebas, terdakwa merasa tidak yakin. Sebab, selama ini dia selalu kebingungan ketika duduk di kursi pesakitan. Setelah terdakwa telah divonis bebas dan terbukti tidak bersalah, maka kita harus memulihkan kembali nama baiknya agar bisa diterima oleh masyarakat," jelasnya.

Sidang kasus narkoba sebanyak 2,65 kilogram dan 3.500 butir pil happy five tersebut dimulai sejak 21 Juli 2017. Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yanuarni Abdul Gaffar dengan hakim anggota Yudi Roza Dinata dan Antoni Trivolta tersebut berakhir pada Senin (9/10) dengan agenda putusan.

Kasus tertangkapnya narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,65 kilogram dan 3.500 butir pil happy five oleh jajaran Satresnarkoba Polres Karimun pada Jumat (17/10) ini menghebohkan warga Karimun. Pasalnya, tangkapan itu termasuk yang terbesar di Karimun. Bupati Karimun Aunur Rafiq bahkan ikut mengekspose tangkapan itu di Mapolres Karimun, Selasa (21/3).

Kapolres Karimun saat itu dijabat AKBP Armaini saat ekspose kasus tersebut mengatakan, pelaku utama dalam kasus itu adalah Khaidir (DPO) selaku pemilik barang. Dia bersama temannya, YL berangkat ke Malaysia, Selasa (14/3) melalui pelabuhan resmi. Di Malaysia, keduanya menjemput sabu-sabu dan mengantarkannya ke pompong yang dinakhodai Haryono. Keduanya kembali ke Karimun lewat jalur resmi.

"Berdasarkan informasi, dua pelaku berangkat ke Batu Pahat Malaysia membawa besi dan alumunium bekas untuk dijual. Mereka kemudian menginap selama 3 hari di Malaysia dan menjemput sabu-sabu dan mengantarkannya ke pompong yang dinakhodai Haryono bersama dua ABK nya. Pompong tersebut kemudian ditangkap di perairan Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat," ungkap Armaini saat ekspose kasus.

Kata Armaini, di bawah geladak pompong tersebut ditemukan dua buah paket besar sabu-sabu yang disimpan dalam kantong teh. Saat itu juga, nakhoda pompong Haryono dan 2 ABK pompong diamankan.Namun, karena dua ABK tidak memiliki kaitan dalam kasus itu dilepaskan kembali. Sedangkan, nakhoda pompong itu diminta untuk menghubungi 2 orang pengedar yang menginap di salah satu hotel di Karimun. (ham)

Share