Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Puskesmas Masih Kekurangan Dokter

Puskesmas Masih Kekurangan Dokter

 rapat kerja kesehatan daerahKARIMUN (HK)-Dinas Kesehatan masih kekurangan sarana dan prasarana penunjang di setiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun. Bahkan, ada beberapa kecamatan yang masih belum memiliki Puskesmas. Bukan hanya itu, tenaga dokter dan paramedis yang juga masih sangat kurang.

"Terdapat beberapa kendala saat ini yang tengah dihadapi Dinas Kesehatan. Salah satunya adalah belum terlengkapinya sarana dan prasarana penunjang disetiap Puskesmas dan ada beberapa kecamatan yang belum memiliki Puskesmas. Kemudian Puskesmas masih kekurangan tenaga medis seperti dokter," ungkap Bupati Karimun Aunur Rafiq saat Rapat Kerja Kesehatan Daerah, Selasa (10/10).

 

Kata Rafiq, dengan adanya rapat kerja kesehatan ini, maka semua persoalan yang dihadapi Dinas Kesehatan bisa diketahui dan dicarikan jalan keluarnya. Sehingga, antara yang diajukan Dinkes kepada pemerintah daerah dengan kebutuhan di lapangan yang dirasakan dan dialami Puskesmas sama.

"Dalam rapat kerja disampaikan pencapaian dan evaluasi, jadi masih ada kendala sampai ini mengenai sarana dan prasarana penunjang di setiap kesehatan, kemudian beberapa kecamatan belum memiliki Puskesmas seperti Ungar dan Meral Barat tetapi Meral Barat saat ini sedang pembangunan dan masalah lainnya kurangnya dokter PTT. Mungkin insentif yang kita berikan kepada dokter masih terlalu rendah," katanya.

Dikatakan, pada 2018 mendatang ia meminta untuk insentif dokter-dokter PTT agar ditinjau kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu insentif para medis yang bekerja di pulau-pulau demi keadilan dan pemerataan akan ditinjau kembali. Akan di rekomendasikan dalam rapat kerja kesehatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rafiq juga mengatakan ada kebijakan atau ranah provinsi dalam hal ini. Dimana keterbasan-keterbatasan pemerintah daerah bisa dibantu oleh provinsi. "Misalnya dalam membangun puskesmas kita keterbatasan anggaran, kita mengajukan kepada provinsi. Kemudian masalah alat kesehatan, bisa dibantu dari provinsi atau bisa juga kita meminta pada kementrian," katanya.

Rafiq mengapresiasi pencapaian-pencapaian yang telah dilakukan Dinas Kesehatan seperti penghargaan bebas penyakit malaria dari Kementerian Kesehatan tahun 2016. Kemudian Desa Selat Mendaun menjadi Kampung Toga Kepri yang saat ini tengah bersaing dengan provinsi lain untuk memperebutkan juara 1,2 dan 3. Pencapaian lainnya juga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Kundur Utara jadi juara 2 Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional.

"Banyak yang telah dicapai oleh Dinkes. Kita tidak usah jauh-jauh ke Pulau Jawa untuk melihat sekolah sehat seperti apa, karna SDN 003 Kundur menjadi sekolah sehat tingkat nasional. Kemudian Dinkes bisa menekankan angka penyakit malaria di Kabupaten Karimun. Saya berharap pencapaian itu bisa dipertahankan dan meningkatkan pencapaian lainnya," ujar Rafiq.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi menjelaskan, dalam rapat kerja kesehatan yang dibahas sesuai program prioritas Kementrian Kesehatan yaitu Indonesia Sehat melalui kesehatan keluarga yang merupakan program Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun.

"Hari ini dilaksanalan rapat kerja kesehatan dari dinas kesehatan dalam rangka menyusun program-program untuk tahun 2018 yang akan datang. Sekaligus melaporkan pencapaian-pencapaian dan evaluasi apa yang menjadi hambatan dibidang kesehatan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi.

Rapat Kerja Kesehatan Daerah tersebut mengangkat tema "Pelaksanaan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Untuk Mendukung Indonesia", yang dibuka Bupati Karimun Aunur Rafiq pada Selasa (10/10), di ruang pertemuan Hotel 21. Rapat tersebut dihadiri jajaran Dinkes dan Puskesmas di Karimun. (cw58)

Share