Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Nelayan Meral-Setunak Bertikai

Nelayan Meral-Setunak Bertikai

KARIMUN (HK)-Nelayan tradisional Meral dan Pulau Setunak, Kecamatan Karimun terlibat perselisihan di Perairan Tanjungbatu Gua, Karimun Anak, Desa Pongkar Kecamatan Tebing, Rabu (11/10). Perselisihan itu dipicu karena tumpang tindih dua nelayan yang menebar jaring kurau di lokasi tersebut.
Indra, nelayan Pulau Setunak mengatakan, dirinya menangkap ikan di perairan Tanjungbatu Gua, Karimun Anak dengan membentang jaring rawai sebanyak 300 mata pancing. Kemudian, secara tiba-tiba datang nelayan dari Kecamatan Meral membentang jaring kurau di atas jaringnya. Hingga mengakibatkan jaringnya terputus.

"Saya duluan yang membentang jaring disitu. Kemudian tiba-tiba datang nelayan Meral juga membentang jaring kurau di atas jaring saya. ketika saya mendatangi kapal yang membentang jaring di atas jaring miliknya yaitu kapal milik Adi nelayan meral. Saya tak terima karena jaring saya ditimpa oleh jaring nelayan lain," ujarnya.

Indra mengaku, mengalami kerugian materil karena rusaknya jaring rawai sekitar 100 mata pancing dengan kerugian sekitar Rp1 juta. Dirinya tidak mau penyelesaian tanpa adanya ganti rugi dan perjanjian. Kalau tidak, maka kemungkinan kasus serupa akan terulang lagi jika tidak diberikan sanksi.
"Sebenarnya saya mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan saudara Adi yang telah menimpa jaring saya dengan jaring rawai miliknya. Saya mau Adi menemui saya untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik. Tapi saya tetap akan menuntut kerugian atas rusaknya jaring saya," tutur Indra.

Kapolsek Tebing AKP Bernufus Budi Hartono menyebut, kejadian itu berawal ketika nelayan Meral menebar jaring kurau di bawah 2 mil dari pantai. Di lokasi itu, nelayan Pulau Setunak sudah duluan menebar jaring rawai. Sesuai kesepakatan nelayan di Karimun, nelayan tidak boleh membentang jaring di atas jaring nelayan yang telah dibentang terlebih dahulu.

"Sekitar pukul 11.00 WIB kami mendapatkan informasi dari ketua nelayan Tebing bahwa terjadi perselisihan antara nelayan Meral dan nelayan Pulau Setunak di perairan Tanjungbatu Gua, Karimun Anak. Sudah kita surati Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Karimun untuk menindaklanjuti masalah nelayan ini," ungkap Budi.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Zainudin mengatakan, sampai saat ini belum ada laporan resmi yang diterima oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Karimun terkait kasus itu. Dirinya meminta kepada seluruh para nelayan yang ada di Kabupaten Karimun untuk saling mengerti antara jaring kurau dan jaring rawai.

"Belum ada laporan resmi kepada kita, hanya saja sudah ada perjanjian antar nelayan ketika sudah ada jaring yang ditebar disitu berarti jaring lain tidak boleh ditebar di tempat yang sama. Cuma kalau mereka tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan kita akan memfasilitasi mereka untuk menyelesaikannya," tutupnya. (ham)

Share