Kamis10192017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Berebut Menjawab Pertanyaan Gubernur

Berebut Menjawab Pertanyaan Gubernur

 kuis ala gubernur Karimun (HK)- Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun memberikan hadiah kepada siswa/siswi SMK/SMA Karimun yang bisa menjawab pertanyaannya saat Silaturahmi dengan Tenaga Pendidik dan Kependidikan Serta Peserta Didik SMA, SMK dan SLB se-Kabupaten Karimun di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Karimun,  Rabu (11/10).

Hadiah yang disediakan berupa tujuh unit laptop, puluhan payung dan uang tunai. Kuis ini juga boleh diikuti guru dan masyarakat yang hadir.
Pertanyaan yang diajukan Nurdin dapat menambah wawasan kebangsaan siswa-siswi. Diantaranya berapa sila dalam Pancasila, siapa nama-nama pahlawan, nama-nama menteri serta hari-hari besar Nasional.

Adapun yang membuat heboh dan gelak tawa hadirin adalah ketika seorang siswa diharuskan Nurdin menyebutkan 20 pulau di Indonesia secara cepat. Antara gugup bercampur bingung, siswa tersebut kemudian menjawab hanya pulau-pulau di sekitaran Pulau Karimun.  

Ia lupa bahwa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari 17 ribu lebih pulau.  Namun setelah dibimbing dan dibantu Gubernur akhirnya siswa tersebut bisa menyebutkan 20 Pulau yang ada di Indonesia dan mendapatkan hadiah 1 unit laptop.

Tidak hanya kepada para siswa, Nurdin juga mengajukan pertanyaan kepada para guru dan wartawan yang hadir saat itu. Tampak suasana riuh karena semua orang ingin menjawab pertanyaan yang diajukan untuk mendapatkan hadiah payung dan uang tunai.

Gubernur mengatakan, wawasan kebangsaan sangat penting ditanamkan pada setiap warga Negara sebagai proses pembentukan sikap moral agar memiliki kecintaan terhadap tanah air dan terpeliharaanya NKRI. Gubernur  menegaskan, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku-suku, bangsa, agama, dan adat istiadat.

Maka pemahaman tentang nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak, terutama bagi generasi muda di tengah arus globalisasi dan proses demokrasi. Untuk itu, Nurdin berharap, kehidupan berbangsa ke depan harus menjadi lebih baik lagi. Apalagi era globalisasi dewasa ini, menuntut bangsa memiliki daya saing.

Sehingga kepada para siswa dan generasi muda, persoalan kebangsaan menuntut perhatian kita bersama. Sebab persoalan itu tidak hanya masalah moralitas yang kian memprihatinkan, namun juga masalah persoalan radikalisme, terorisme, aliran sesat, dan lainnya.

Berbagai ancaman itu perlu kita waspadai bersama, termasuk ancaman penyalahgunaan narkoba yang kini sudah menjadi bencana Nasional. (r)

 

Share