Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Temuan Orok Bayi di Karimun Bikin Geger

Temuan Orok Bayi di Karimun Bikin Geger

KARIMUN (HK)-Warga Kuda Laut, Kecamatan Meral mendadak dihebohkan dengan temuan orok bayi milik Ri yang diperkirakan masih berusia 4 bulan dengan panjang sekitar 20 cm dalam kondisi sudah meninggal dunia, Sabtu (11/11) pagi. Mayat bayi tersebut dibungkus dalam popok orang dewasa. Peristiwa menggegerkan itu bermula, ketika Siti Aisyah petugas kebersihan RSUD Karimun tengah membersihkan kamar 202, tempat ibu bayi dirawat usai menjalani persalinan. Ibu bayi meminta tolong kepada Siti untuk membersihkan ari-ari dan kain kotor miliknya yang digunakan saat persalinan.

Kepada ibu bayi, Siti kemudian mengatakan, bahwa ibunya yang biasa melakukan pekerjaan pembersihan semua perlengkapan ibu-ibu yang habis persalinan. Karena saran Siti, maka keduanya sepakat untuk menyerahkan pekerjaan itu kepada orang tua Siti. Selanjutnya, Siti Aisyah mengambil ari-ari dan kain yang berlumuran darah untuk dibawa pulang.

Begitu sampai di rumah, ibunya Siti kemudian membuka kantong tersebut. Alangkah terkejutnya dia, ternyata selain kain yang bercak darah dan ari-ari bayi, ternyata juga terdapat janin bayi yang diperkirakan masih berumur 4 bulan. Keluarga Siti kemudian sepakat melaporkan temuan itu kepada Ketua RT dan masyarakat lingkungan sekitar.

Perangkat RT dan masyarakat setempat akhirnya memanggil Ri dan melaporkan kasus tersebut kepada Polres Karimun. Setelah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Karimun, diketahui kalau Ri memang sebelumnya telah hamil 4 bulan. Itu dibuktikan dengan hasil cek foto USG dari dokter yang memeriksa kandungannya.

"Setelah dimintai keterangan, ibu bayi tersebut menjelaskan kalau dia memang telah hamil 4 bulan. Dia kemudian mengalami pendarahan hebat. Tali pusar dan janin juga telah keluar saat berada di rumahnya. Pada hari Jumat, ibu itu kemudian dibawa oleh kakak iparnya untuk pemeriksaan medis di RSUD HM Sani," ungkap Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara.

Kata Lulik, berdasarkan keterangan dokter yang menangani ibu tersebut di rumah sakit. Begitu sampai, kondisi pasien sudah mau melahirkan. Kemudian, dilakukan pengecekan dan suntikan melalui infus untuk mempertahankan bayi, namun tidak bisa lagi. Ternyata bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dalam perut dengan tidak adanya detak jantung lagi.

Lulik menyebut, kasus tersebut tidak ada unsur pidananya. Sebab, bayi itu meninggal karena keguguran akibat si ibu bayi mengalami pendarahan yang hebat dan bukan karena ada unsur kesengajaan. Selain itu, si ibu tidak menyadari kalau ternyata janin bayi yang ada di rahimnya sudah keluar.

"Ibu itu memiliki. Suaminya pada saat itu tengah berada di Malaysia. Jadi, bayi itu adalah hasil dari pernikahan yang sah. Hanya saja, pada saat terjadinya pendarahan yang hebat tersebut, si ibu tidak mengetahui kalau pada mengalami sakit, janin bayi tersebut juga ikut keluar bersama ari-ari," terangnya. (ham)

Share