Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Karimun BNN Karimun Tantang 4 Institusi Tes Narkoba

BNN Karimun Tantang 4 Institusi Tes Narkoba

KARIMUN (HK) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Karimun menantang empat institusi untuk melakukan tes urine bagi pegawai di instansinya. Empat Institusi itu antara lain, pegawai di Kejaksaan Karimun, anggota Polres Karimun, Bea Cukai dan pegawai Pengadilan Negeri Karimun.
"Masih ada 4 institusi pemerintahan atau lembaga vertikal lagi di Karimun yang belum dilakukan tes urine oleh BNN Karimun, yakni pegawai di Kejaksaan Karimun, anggota Polres Karimun, Bea Cukai dan pegawai Pengadilan Negeri Karimun. Saya berharap, agar seluruh pegawai di institusi tersebut melakukan tes urine," ungkap Kepala BNN Karimun Kompol Ahmad Soleh, kemarin.

Menurut Soleh, instansi pemerintahan yang telah melaksakan tes urine adalan pegawai Rutan Karimun, pegawai Imigrasi, Pegawai Karantina, Satpol PP, ASN yang bertugas di Pemkab Karimun, termasuk juga pegawai di Kelurahan Tanjungbalai dan Kecamatan Durai. Terakhir, karyawan PT Timah di Kundur.

Selain melakukan tes urine, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba ke sejumlah instansi dan lembaga pendidikan di Karimun. Sosialisasi terakhir dilaksanakan di Kodim 0317 Tanjungbalai Karimun. Sosialisasi yang dilakukan mendapat perhatian dari seluruh prajurit Kodim Karimun.

"Selama saya bertugas di Karimun, baru instansi Kodim yang terus menerus melaksanakan program ini, baik itu tes urine maupun sosialisasi akan bahaya narkoba yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali. Saya berharap, instansi lainnya di Karimun bisa mengikuti langkah ini," ungkap Soleh.

Menurut dia, penyuluhan narkoba kepada prajurit Kodim 0317 tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tri wulan. Selain rutin melaksanakan penyuluhan, prajurit Kodim juga rajin menjalani tes urine. Hasilnya, semua prajurit Kodi Karimun bebas dari narkoba.

Soleh menyebut, saat berlangsungnya penyuluhan narkoba, hampir semua prajurit Kodim Karimun terlibat aktif bertanya kepada narasumber. Para peserta bukan hanya yang bertugas di Makodi saja, namun seluruh Babinsa, Koramil se Karimun, bahkan prajurit yang bertugas di pulau terpencil seperti Durai juga terlibat aktif.

"Saya melihat program yang dirancang oleh Kodim Karimun sudah tercapai, yakni melaksanakan penyuluhan narkoba serta tes urine secara berkalan terus dilakukan. Sementara, dari kami (BNN) juga terlaksana, yakni menjalankan surat edaran dari Menpan RB untuk melaksanakan tes urine kepada seluruh ASN," tuturnya.

Dijelaskan, sepanjang 2017 ini pihaknya telah melakukan rehabilitasi kepada lebih dari 80 orang pecandu narkoba. Para pecandu itu rata-rata ditangkap saat digelarnya razia gabungan yang dilakukan BNN, Polres, Satpol PP dan TNI. Selain itu, ada juga pecandu yang secara sukarela meminta perawatan sendiri.

Untuk rawat jalan, kata dia, sudah ditunjuk 2 rumah sakit yang ada di Karimun, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Sani dan Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) serta klinik yang ada di kantor BNN Karimun. Sementara, untuk wilayah pulau, ditunjuk Puskesmas Tanjungbatu dan Puskesmas Moro.

"Semua rumah sakit, Puskesmas dan klinik yang ditunjuk sebagai tempat rawat jalan bagi pengguna narkoba di Karimun sudah melebihi kapasitas atau anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah pusat. Kami kesulitan untuk menanggulangi pecandu narkoba ini, karena keterbatasan anggaran. Mudah-mudahan tahun depan anggarannya bisa ditambah," pungkasnya. (ham)

Share