Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Karimun Warga Karimun Minta Bangun RSJ

Warga Karimun Minta Bangun RSJ

Antisipasi Caleg Alami Gangguan Jiwa

KARIMUN (HK)-Warga Karimun berharap kepada pemerintah daerah untuk membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang khusus menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan pencegahan, pemulihan dan rehabilitasi di bidang kesehatan jiwa. Harapan warga itu muncul karena saat ini sudah memasuki tahun politik. Berkaca pada pemilu legislatif sebelumnya, ada beberapa caleg yang gagal mengalami gangguan kejiwaan.  
"Berkaca pada pemilu sebelumnya, ada caleg yang gagal kemudian tak sanggup menerima kekalahan akhirnya mengalami gangguan kejiwaan. Baik itu gangguan ringan maupun yang berat. Maka dari itu, untuk menghindari munculnya fenomena sosial karena ulah caleg yang gagal, kita berharap pemerintah mendirikan rumah sakit jiwa di Karimun ini," ungkap Wakjo, salah seorang warga di Tanjungbalai Karimun, Kamis (12/4).

Kata Wakjo, munculnya kasus gangguan kejiwaan akibat caleg yang gagal memenuhi impian untuk duduk di kursi anggota dewan bukan hanya terjadi di daerah lain. Di Karimun juga pernah ditemukan kasus serupa. Hanya saja, kasus yang terjadi di Karimun masih tergolong ringan. Untuk mengantisipasi dampak sosial itu, maka dirinya meminta kepada pemerintah daerah agar mengambil sikap sejak dini.

"Saya berharap kepada seluruh pemangku kepentingan di Karimun, mulai dari bupati hingga anggota DPRD Karimun serius menyikapi fenomena sosial yang bisa muncul di daerah ini. Harusnya, eksekutif dan legislatif bisa mengambil kebijakan dengan mengajukan anggaran untuk pembangunan rumah sakit jiwa. Setidaknya, untuk melakukan ansitipasi awal sejak dini.Menurut Wakjo, kalau memang pemerintah serius membangun rumah sakit jiwa, tidak perlu rumah sakit yang memiliki memiliki gedung besar dan mewah. Bisa saja rumah sakit dengan gedung yang sederhana, namun mampu memberikan pelayanan kepada pasien, baik itu pencegahan, pengobatan, pemulihan maupun rehabilitasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan kejiwaan.

Wacana untuk mendirikan rumah sakit jiwa itu, bukan hanya karena dampak dari tahun politik. Melainkan juga karena akhir-akhir ini jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa di Karimun makin hari semakin bertambah. Mereka pada umumnya berjalan hilir mudik di sepanjang jalan di Karimun. Fenomena ini tentu saja bisa menimbulkan masalah sosial ditengah-tengah masyarakat.

"Sudah saatnya di Karimun ini dibangun rumah sakit jiwa. Kita bisa lihat sendiri jumlah orang gila di Karimun ini semakin lama makin bertambah banyak. Kalau sudah ada rumah sakit yang khusus menangani gangguan jiwa ini, kita yakin jumlah orang gila yang banyak kita jumpai banyak berkeliaran di jalan bisa makin berkurang," jelas Wakjo.

Menurut dia, selama ini kalau ada warga Karimun yang hendak menjalani pegobatan atau melakukan rehabilitasi gangguan kesehatan jiwa, mereka terpaksa dibawa ke rumah sakit yang ada di Pekanbaru, Riau. Sementara, rentang waktu dan jarak tempuh antara Karimun dan Pekanbaru yang sangat jauh atau sekitar 8 jam perjalanan laut dan darat, menyulitkan masyarakat untuk berobat.

"Saya yakin, seluruh keluarga dari warga yang mengalami gangguan jiwa ini ingin keluarga mereka bisa segera sembuh dari sakitnya. Namun, karena jarak tempuh yang sangat jauh ditambah faktor resiko keamanan selama perjalanan dari Karimun ke Pekanbaru, maka keluarga pasien yang semula hendak melakukan pengobatan, terpaksa mengurungkan niatnya untuk berobat," pungkasnya. (ham)

Share