Senin11242014

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Dianggap Salahi Aturan, Bawang dan Daging Dimusnahkan

Dianggap Salahi Aturan, Bawang dan Daging Dimusnahkan

PEMUSNAHAN BAWANG - Ribuan ton bawang merah menumpuk di halaman Kantor Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun  sesaat sebelum dimusnahkan  menggunakan mesin incenerator.GANI/HALUAN KEPRIKARIMUN (HK) - Aparat  Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun memusnahkan  bawang dan daging dari Malaysia yang diduga menyalahi aturan di Kantor Karantina, Jalan Raja Usman, Kavling Kecamatan Tebing, Selasa (22/1).  

Bawang sebagai media  pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK)  dan media  pembawa hama serta penyakit  hewan karantina (HPHK) sebanyak 7.403,5 kg. Selain itu sebanyak  30,9 kg aneka daging dan jeroan juga dimusnahkan.

Jenis Bawang Merah yang dimusnahkan  adalah  hasil pelimpahan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Khusus Kepulauan Riau, atas penanganan muatan KM Embun Emas berupa bawang merah dengan no surat S-279/WBC.04/BD.04/2012. Bawang merah tersebut dibawa dari Batu Pahat - Malaysia. Sedangkan untuk daging rinciannya adalah 3 Kg daging ayam, 26,9 kg daging sapi dan 1 kg jeroan ayam.

Kepala Stasiun Karantina Pertanian kelas II Tanjung Balai Karimun, Drh Yoeyoen Marrahayoeni mengatakan, alasan dilakukannya pemusnahan tersebut antara lain adalah pada lalu lintasnya tidak dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan dan Sertifikat Kesehatan Hewan dari Negara Asal, seperti yang tercantum dalam UU No 16 Tahun 1992, tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

Selain itu tdak sesuai dengan Permentan nomor 43/OT.140/6/2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Sayuran Umbi Lapis Segar ke dalam wilayah Negara Republik Indonesia. Kemudian tidak sesuai dengan SK Menteri Pertanian nomor 745/kpts/TN.240/12/1992 tentang Persyaratan dan Pengawasan Pemasukan Daging dari Luar Negeri.

Tidak hanya itu barang-barang yang dimusnahkan tersebut juga dinilai tidak dilengkapi dokumen halal dan surat rekomendasi izin impor dari Dirjen Bina Produksi Peternakan, yang kemudian pemasukannya juga tidak dilaporkan kepada Petugas Karantina Pertanian.

Terhadap barang bukti tersebut kata Yoeyoen, dilakukan pemusnahan karena telah sesuai dengan undang-undang nomor 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, PP Nomor 14 Tahun 2002 tentang karantina tumbuhan, PP nomor 82 tahun 2000 tentang karantina hewan, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20/Permentan/OT.140/4/2009 tentang persyaratan dan pengawasan peredaran karkas, daging dan jeroan dari dari luar negeri.

"Pelaksanaan pemusnahan ini dilakukan secara mekanik menggunakan mesin incenerator, yang dimiliki oleh Kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun," ujar Yoeyoen, kemarin.(gan)

Share