Kamis04242014

Last update12:00:00 AM

Back Karimun PHK Sepihak, Saipem Didemo

PHK Sepihak, Saipem Didemo

Karyawan empat perusahaan subkon PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) menggelar aksi demo menuntut hak mereka di halaman kantor perusahaan asal italia itu di Karimun, Senin (20/5). ILHAMKARIMUN (HK)- Ratusan karyawan dari empat perusahaan subkon PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), yakni PT Burlive Maritama Jaya, PT Korindo, PT Rajawali Sempurna dan PT Tri Link Indonesia melakukan aksi demo di depan pintu masuk perusahaan tersebur di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat, Karimun, Senin (20/5).
Mereka menuntut sikap pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT SIKB. Padahal, masa kerja karyawan subkon di perusahaan produksi anjungan minyak lepas pantai dan offshore asal Italia itu ada yang masih tersisa hingga satu tahun lagi.

Para karyawan tersebut sudah berada di lokasi perusahaan sejak pukul 06.00 WIB. Namun, aksi unjuk rasa baru mulai dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Karimun AKBP Dwi Suryo Cahyono. Hadir juga Kepala Disnaker Karimun Ruffindi Alamsjah dan Kabid Pengawasan Mujarab.

Selain menyampaikan orasi, para buruh itu juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan, 'Kembalikan Hak Kami, Saipem Penjajah'. 'Bayarkan Sisa Kontrak Kami'. 'Kepri Kampung Kami Jangan Seenakmu Saipem', dan sejumlah tuntutan yang disampaikan lewat tulisan lainnya.  

Koordinator aksi Maison Lumban Raja dalam aksi itu mengatakan, mereka adalah pekerja asal Batam yang dipekerjakan oleh perusahaan di PT SIKB di Karimun. Namun, belum habis masa kontrak tapi tiba-tiba diputuskan begitu saja oleh PT SIKB pada 6 April 2013 lalu.

Dijelaskan, sebenarnya sejak aksi sepihak yang dilakukan PT SIKB sudah dilakukan tiga kali mediasi antara perusahaan dengan kuasa hukum para buruh, dua mediasi dilakukan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Karimun, dan satu kali dilakukan di kantor PT SIKB. PT SIKB janji membayarkan gaji buruh pada 17 April 2013 lalu, tapi sampai sekarang tidak dibayarkan.

Usai menyampaikan orasi, akhirnya tiga orang perwakilan dari empat subkon PT SIKB itu diminta menyampaikan tuntutannya dalam pertemuan yang dilaksanakan di Kantor PT SIKB itu sekitar pukul 08.30 WIB. Sayangnya, PT SIKB melarang awak media untuk masuk ke areal perusahaan milik Italia itu.  
Syahril SH selaku Kuasa Hukum para pekerja mengatakan, dalam pertemuan itu PT SIKB berjanji akan membayarkan gaji dari sisa kontrak para pekerja tersebut pada 31 Mei mendatang.

"Mereka minta waktu 14 hari, sementara kami ingin 7 hari, akhirnya disepakati dibayar 10 hari  ke depan," katanya. (ham)

Share