Sabtu11012014

Last update12:00:00 AM

Back Karimun Nasrudin Laporkan Belasan LSM, Ormas dan OKP

Nasrudin Laporkan Belasan LSM, Ormas dan OKP

NASARUDIN  membuat laporan atas fitnah terhadap dirinya dan dinilai pencemaran nama baik di SPK Polres Karimun Selasa (28/5). Dalam laporan tersebut, didapati belasan ormas, LSM dan OKP sebagai terlapor.GANI/HALUAN KEPRIKARIMUN (HK) - Salah seorang peserta seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun, M Nasrudin  yang tidak lolos 10 besar, membuat laporan atas fitnah dan pencemaran nama baik, kepada Polres Karimun, Selasa (28/5) sekitar pukul 14.30 WIB.
Laporan tersebut langsung diterima oleh kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Latif dan ditindak lanjuti. Namun sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum mengeluarkan nomor laporannya, sehingga belum ada komentar resmi dari pihak yang bisa dimintai keterangan.

Dalam laporan yang dibuat Nasrudin, tertera beberapa ormas, LSM dan OKP yang menurutnya telah membuat pernyataan fitnah dan dinilai merupakan pencemaran nama baik, dengan dibuktikan adanya tandatangan dari para pengurus.

Selain itu dalam pernyataan kesepakatan bersama tersebut turut serta Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, H.Abdul Hamid Azis yang juga peserta seleksi calon anggota KPU namun lebih dulu tak lulus dan dia selaku mengetahui. Sedangkan terlapor diantaranya adalah KNPI, RMBKK, FB-LMP, OKP Pameral, LSM Limas, Payung Mahkota, LSM BP2PAD, Jhoni Lim, LKPI, IPMKK dan LAM Kabupaten Karimun (selaku mengetahui).

Pencemaran nama baik dan fitnah yang dimaksud adalah, didalam surat kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh ormas, OKP dan LSM disebutkan bahwa, Nasrudin mengkondisikan dan memanipulasi data untuk pengrekrutan tim seleksi calon anggota KPU dan tidak sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu pula, Nasrudin yang notabene sebagai anggota KPU Provinsi Kepri disebut mempengaruhi Ketua KPU Provinsi Kperi untuk mengelurakan rekomenrasi kepada dirinya dalam pengambilan soal untuk seleksi peserta tes keanggotaan KPU Karimun.

Dalam surat kesepakatan bersama itu juga disebutkan bahwa, Nasrudin mengajak tiga orang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karimun yakni Tiuridah Silitonga, Mardanus dan Kasirul Fadli untuk mengikuti seleksi peserta tes keanggotaan KPU.

Atas pernyataan diata itu Nasrudin membantah dan menilai itu fitnah. Sehingga termasuk kepada pencemaran nama baik dan dirinya langsung membuat laporan kepada Polres Karimun.

"Ini untuk pembelajaran, karena tidak semua diahdapi dengan kekerasan," ucap Nasrudin di Polres Karimun.

Disinggung tentang pernyataan beberapa LSM dan ormas mengenai keterlibatannya terhadap salah satu partai, sehingga digugat masyarakat, Nasrudin juga membantah hal itu. Yang kemudian dibuktikan dengan pernyataan mantan ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Karimun, A.Rahim beberapa hari lalu di media.

Sedangkan tanggapan untuk tim seleksi calon anggota KPU, Nasrudin pun mengaku telah menyiapkan strategi agar proses pemilihan yang telah menghasilkan 10 besar nama-nama saat ini dibatalkan. "Saya akan menyurati KPU Provinsi untuk membatalkan hasil 10 besar nama-nama yang lolos. Karena itu didapat atas dasar dibawah tekanan. Bahkan informasi yang diperoleh ada pihak yang mengatakan bahwa timsel memang ditekan sehingga menghasilkan 10 nama yang memang tak digugat," katanya.

Upaya yang dilakukannya tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti ormas, tokoh dan lainnya sehingga telah mencapai lebih dari 20 tandatangan. Dukungan tersebut pun dibuktikan dengan keikutsertaan beberapa pihak dalam mendampingi Nasrudin ke Polres Karimun. Yang selanjutnya tandatangan tersebut akan dikirim ke KPU Provinsi Kepri.

Dijelaskan Nasrudin, diputuskannya nama-nama yang masuk 10 besar merupakan hasil dari seleksi yang ternyata ada tekanan dari beberapa pihak. Tekanan yang dimaksud adalah pada Sabtu kemarin (25/5) tim seleksi didatangi beberapa ormas, OKP dan LSM dengan mendesak dan membentak meja, dengan maksud agar mencoret nama-nama yang menurut mereka terindikasi partai serta tiga orang dari Panwaslu. Dan hasilnya pun memang nama-nama yang disebutkan tidak satu pun lolos 10 besar.

Menanggapi perihal hasil 10 besar merupakan tekanan dari masyarakat, Ketua tim seleksi calon anggota KPU Kabupaten Karimun, Zulkhainein ketika dikonfirmasi membantah apa yang disampaikan Nasrudin. Menurutnya semua proses telah dilakukan berdasarkan aturan.

"Tidak ada dibawah tekanan. Kalau yang tidak sepakat silahkan langsung tanyakan ke KPU Provinsi. Karena mereka yang akan menindaklanjuti hasil yang telah kita kitim (10 besar nama yang lolos seleksi)," ucapnya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua dari lima belas calon anggota KPU yang lolos seleksi kesehatan, psikologi dan tertulis, terindikasi partisan. Mereka, Okta Darma Putra SE dan M Nasruddin merupakan wakil sekretaris dan wakil ketua satu partai politik.

"Kita punya salinan Surat Keputusan partai jika mereka masih aktif di kepengurusan satu partai sampai 2011 lalu. Ini jelas telah melanggar persyaratan peserta seleksi anggota KPU yang mewajibkan tidak aktif lagi di partai sudah lima tahun lalu," kata Dewan pertimbangan Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Karimun, Abdul Sahab, Senin (20/5).

Temuan ini katanya akan dijadikan bukti untuk menggugat keberadaan mereka (Okta dan Nasrudin) dalam proses ini. Pihaknya kata Zahab, bersama puluhan ormas, LSM dan OKP akan menyurati Bawaslu, KPU dan KPU Kepri.

Atas bukti ini kata Zahab, pihaknya mendesak agar tim seleksi membatalkan keikutsertaan kedua peserta ini. Jika tidak, pihkanya mengancam akan menurunkan massa.(gan)

Share