Sabtu11182017

Last update05:00:00 AM

Back Lingga Dishub Usulkan Ganti Kapal Roro

Dishub Usulkan Ganti Kapal Roro

kapal roro kmp paray rute dabo-daikMuatan Kapasitas Penumpang Banyak

LINGGA (HK)- Keberadaan armada Kapal Roro KM Paray yang melayani penyeberangan dari Dabo ke Daek Lingga sangat dibutuhkan sebagai satu satunya kapal penyeberangan bagi masyarakat setempat.

Namun tingginya peminat yang menggunakan jasa penyeberangan Roro ini mengakibatkan setiap kali berangkat selalu over kapasitas penumpang maupun kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizalsaat menjelaskan, keberadaan Kapal Roro sebagai satu-satunya kapal yang berdaya angkut besar saat ini sangat dibutuhkan masyarakat di Lingga. Selain harga tiketnya terjakau, hal itu tentunya sangat membantu masyarakat Lingga.

"Terlebih saat ini masyarakat di Lingga betul-betul membutuhkan angkutan yang murah serta aman. Tapi sayang Kapal Roro yang ada saat ini setiap berangkat, selalu over kapasitas, baik kapasitas penumpangnya maupun kendaraan," kata Yusrizal, Selasa (16/5).

Bahkan akibat banyaknya penumpang di atas kapal tersebut, tidak jarang keberangkatan kapal tersebut terpaksa ditolak.

Untuk itu Dishub Lingga, berharap kepada Dishub Provinsi dan pihak ASDP dapat mengganti Kapal Roro yang ada sekarang dengan kapal yang lebih besar. "Mungkin dengan kapasita seperti KMP Sembilang kapal besar yang saat ini melayani masyarakat Lingga ke luar daerah," harapnya.

Iwan, salah seorang masyarakat yang rutin menggunakan jasa KMP Roro mengatakan, masyarakat kecil sangat berterima kasih atas keberadaan KMP Roro tersebut.

"Namun harapan kita agar KMP Paray ini dapat
diganti dengan kapasitas kapal yang lebih besar dan agak sedikit lebih cepat. Kalau bisa dengan waktu tempuh Dabo-Daek hanya 35 sampai 45 menit saja," harap Iwan.

Iwan mengatakan, kondisi KMP Paray dari Dabo ke Daik saat ini selalu saja over kapasitas. Jadi dengan sangat terpaksa para penumpang dari Dabo harus berangkat subuh agar berada di Pelabuhan Jago karena takut tidak dapat tempat.

Senada dengan Iwan. Salah seorang pedagang asongan Amat juga mengatakan hal yang sama.

"Saya ini pedagang barang basah. Kalau tidak datang subuh, saya bisa bisa tidak mendapat tempat. Bahkan barang dagangan saya bisa busuk. Dan apalagi kalau penumpang sudah over kapasitas, maka sayapun jadi takut bakal kena kensel," ucap Amat.

Masyarakat mengharapkan, kedepan agar armada yang ada saat ini diganti dengan armada yang lebih besar.

Soalnya tidak berapa lama lagi seluruh warga menghadapi dan melaksanakan bulan suci Ramadan. Tentunya armada kapal yang besar itu sangat didambakan masyarakat Lingga.(Jfr)

 

Share