Sabtu11252017

Last update05:00:00 AM

Back Lingga Layanan Listrik Senayang Lingga Layak 24 Jam

Layanan Listrik Senayang Lingga Layak 24 Jam

LINGGA (HK)- Minimnya layanan PLN di Kecamatan Senayang disoroti anggota Komisi II DPRD Ahmad Nashiruddin. Menurutnya, layanan listrik di Pulau Senayang dan sekitarnya sudah layak untuk ditingkatkan menjadi 24 jam (fullday).
Menurut Nashiruddin, sudah selayaknya pihak PLN Riau Kepri meningkatkan pelayanan pola operasi sistem kelistrikan menjadi 24 jam di pulau Senayang. Hal ini dipandang penting mengingat selama ini masyarakat di Pulau Senayang hanya bisa memanfaatkan listrik selama 14 jam saja.

"Sudah selayaknya masyarakat Pulau Senayang menikmati pola operasi sistem menjadi 24 jam," ujarnya, Minggu (12/11).

Dikatanannya, kebutuhan listrik sangat diperlukan masyarakat saat ini. Selain memberikan kemudahan masyarakat pulau, disamping itu juga sebagai gambaran kemajuan daerah. Dia meminta pihak PLN bisa melakukan kajian kelayakan sesegara mungkin. Apalagi dengan program PLN yang tengah gencar melakukan peningkatan sistem kelistrikan di pelosok-pelosok negeri ini.

Terkhusus di Kelurahan Senayang saat ini memang layak dioperasikan 24 jam. Karena, selain kebutuhan primer, kehadiran listrik fullday sangat mempermudah masyarakat baik dalam urusan kantor maupun pelajar atau siswa agar bisa melakukan aktifitasnya di siang hari. Seperti praktek komputer, tugas kantor dan lain sebagainya.

"Senayang sangat perlu diperhatikan oleh pihak PLN. Karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat di Pulau senayang yang selama ini hanya beroprasi selama 14 jam perhari," papar Nashiruddin.

Pada tahun 2017 ini, kata Nashiruddin, Kecamatan Senayang ada 3 desa yang mendapat penambahan sistem kelistrikan yakni Desa Pulau Batang, Desa Pulau Medang dan Desa Benan. Sementara tahun 2018 mendatang akan dibangun jaringan listrik di 5 desa yakni Desa Batu Belubang, Ddesa Tanjung Kelit, Desa Mamut, Desa Mensanak dan Desa Laboh.

"Untuk Desa Laboh akan mendapatkan sistim operasi PLN sendiri tahun depan. Kebetulan berdekatan dengan Pulau Senayang, harapan kita masyarakat rumah tangga di sana yakni Desa Laboh bisa menjadi penunjang untuk tambahan pelanggan baru dengan sistem bergabung dengan PLN Pulau senayang saat ini," ujarnya.

Untuk itu, dia menekankan memang harus dilakukan kajian tersebut. Sebab antara Desa Laboh dan Senayang itu tidak jauh. Hanya jika disambung menjadi satu sistem operasi, harus melalui kabel bawah laut.

"Itu harapan saya pihak PLN bisa melakukan kajian untuk itu. Jaraknya lebih kurang 400 meter saja," ujarnya.

Tak hanya itu, sebagai anggota DPRD daerah pemilihan I yang berkecimpung di kepulauan Senayang, menurutnya selain Desa Laboh ada beberapa desa yang bisa dijangkau jaringan listrik berpusat di Senayang. Seperti perkampungan Suak Buaya, Sarus, Dusun Sebong di Desa Baran, dan Dusun Limas di Desa Tajur Biru.

"Kalau pihak PLN tahu kondisinya seperti ini, saya yakin PLN Pulau Senayang dan desa sekitar bisa nelakukan sistem operasi 24 jam, kerena telah meningkat KWh," ujar dia.

Demi mematangkan harapan tersebut, kata Nashiruddin, dalam waktu dekat pihaknya bersama pihak kecamatan dan tokoh masyarakat akan berkunjung ke Kantor PLN Pusat Riau Kepri di Pekanbaru guna menyampaikan data tambahan kepada pihak PLN.

Sebagaimana Kecamatan Senayang, merupakan kecamatan yang memiliki banyak pulau-pulau. Dengan Pulau Senayang khususnya, merupakan intensitas pulau padat penduduk yang belum menikmati listrik 24 jam.

"Insyaallah, dalam waktu dekat kami akan lakukan kunjungan ke pusat demi kemajuan daerah," ujar praktisi Nasdem tersebut.(put)

Share