Kamis10232014

Last update12:00:00 AM

Back Lingga Hasil Uji Labor, PT TBJ Lingga Cemari Sungai Tinjul

Hasil Uji Labor, PT TBJ Lingga Cemari Sungai Tinjul

LINGGA (HK)-Aktivitas PT Telaga Bintan Jaya (TBJ) mencemari Sungai Tinjul. Hal ini diketahui dari uji laboratorium Succofindo yang diterima Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Lingga.

"Berdasarkan uji labor, sulphate (SO4) dari sampel air ditambak nelayan 1.781, sedangkan TDS-nya 3030 mg/l," ujar Kepala BLH Pemkab Lingga Abdul Rahim di ruang kerjanya, Rabu (30/1).

Menurut Abdul, pengertian Sulphate dari surat hasil uji labor menyebutkan Sulphate adalah hasil dari buangan pabrik limbah kertas, tekstil dan industri lainnya. Hal ini juga dipengaruhi faktor pembusukan pakan ternak.

Hasil uji labor membuktikan Sulphate S04 dari sampel air sungai yang ada di Desa Tinjul  diduga akibat pencemaran limbah dari PT TBJ . Adapun untuk titik pengambilan sampel dari tengah sungai yang dekat dengan hulu membuktikan Sulphate 70,21. Sedangkan Sulphate dari sampel yang diambil air di sekitar tambak milik warga tersebut membuktikan Sulphate (S04)-nya 1.781. Sulphate tersebut diperkirakan akibat pembusukan organik dari sisa pakan.

Sedangkan TDS (Benda Padat yang terlarut semua, mineral, garam, logam, serta kation-kation yang terlarut dalam air) hasilnya 3030 dari sampel yang berada di sekitar lokasi tambak. Sedangkan hasil sampel yang diambil dari titik yang jaraknya lebih ke arah hulu sungai TDS-nya 633 mg/l. Tingginya TDS tersebut masih dalam kadar air kelas III, dan agak menyulitkan penyelaman secara tradisional dan penangkapan ikan secara tradisional.

"Hasil ini telah  kita kirim ke Camat Singkep Barat dan Kades Desa Tinjul dan pihak perusahaan. Nanti akan kita kirim juga ke Provinsi," ungkap Abdul Rahim.

Dijelaskannya, berdasarkan surat hasil uji labor yang memperkirakan  kadar Sulphate yang berlebihan di sekitar tambak adalah akibat dari pembusukan akan ikan yang berlebihan.

Menurutnya, kalau diduga memang ada pencemaran lingkungan dimana pun itu, memang sudah menjadi tanggung jawab perusahaan. Maka untuk, persoalan di Desa Tinjul, Abdul Rahim minta perusahaan untuk memberikan sagu hati.

"Sebelumnya, kita sudah sampaikan hasil uji labor ini. Walaupun hasil dari uji labor demikian, kita minta pihak perusahaan untuk tetap memberikan sagu hati kepada warga, untuk membeli bibit ikan milik warga yang mati," ungkapnya.

Share