Minggu04202014

Last update12:00:00 AM

Back Lingga Sidak BKD Lingga Temukan PNS Tak Ngantor

Sidak BKD Lingga Temukan PNS Tak Ngantor

LINGGA,(HK)- Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD)Kabupaten Lingga melakukan Sidak di kantor dinas dan kantor badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga. Hasilnya, ditemukan sejumlah pegawai tidak ngantor pada hari pertama dan kedua masuk kerja.
Kepala BKD Lingga Samsudi, melalui Kepala Bidang Kesejahteraan dan Disiplin Pegawai, Mokhtar Aidi mengatakan, setiap kantor dinas dan badan yang ia datangi (sidak) masih ada pegawai tak ngantor di hari pertama setelah libur lebaran. Untuk itu, BKD melakukan sidak selama dua hari berturut-turut.

Sidak tersebut terdiri  dari empat kelompok yang mendatangi setiap instansi pemerintah. Banyak ditemukan para pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai tidak tetap (PTT) tidak ngantor (tak kerja) alias tanpa keterangan.

"Informasi sementara, kami belum tahu berapa jumlah yang pasti. Karena masih ada tiga kelompok melakukan sidak pada hari ini," ungkap Mokhtar Aidi di ruang kerjanya, Senin (12/8)

Selama dua hari BKD melakukan sidak, hasil data seluruhnya (pegawai tak ngantor) akan  mereka rekap dan dikirim pada pimpinan tertinggi pegawai.

"Setiap kami monitoring, tetap ada teguran dari pimpinan. Teguran itu wewenang pimpinan, kami bekerja sesuai dengan data atau  hasil di lapangan," terangnya.

Memang informasi sementara dari BKD Lingga, hingga saat ini, masih banyak pegawai tidak ngantor. Walaupun rekap data belum mereka peroleh seluruhnya dari tim, namun monitoring di instansi pemerintah di Daik Lingga telah mereka temukan, pegawai tak masuk kerja tanpa keterangan walaupun mereka belum berani menyebutkan jumlahnya, karena data belum terekap semua.

Menurutnya, mengenai disiplin sekarang ini memang tegas, tidak sama dengan tahun-tahun terdahulu. Setiap monitoring BKD ke instansi-instansi terkait melalui absensi kerja pegawai dalam satu bulan.

Pada hari pertama kerja, setelah libur lebaran, masih banyak pegawai ditemukan tak masuk kerja. Diharapkan pada pimpinan tertinggi pegawai (Sekda) dapat mempertimbangkan, kenaikkan pangkat pegawai yang bersangkutan, karena telah melanggar kedisiplinan. Jika pertimbangan itu akan di ambil, efek jera akan menghantui, bagi yang melanggar disiplin.

"Bila sudah ada surat teguran berarti sudah ada peringatan. Kalau teguran berarti sudah jatuh hukuman disiplin paling ringan," pungkasnya.(put)

Share