Sabtu09232017

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri Kasino Manila Diserang, 36 Tewas

Kasino Manila Diserang, 36 Tewas

Manila (HK)- Seorang pria bersenjata menyerbu sebuah kasino Manila dan membakar meja judi mengakibatkan sedikitnya 36 orang tewas, Jumat (2/6) .
Menurut keterangan otoritas Filipina di Manila, pria penyerang tersebut membawa ransel berisi koin kasino sebelum dia kabur dan ditemukan tewas. "Diduga pria itu tewas bunuh diri di salah satu sudut hotel," kata otoritas di Manila, Jumat (2/6).

Kepala Kepolisian Metro Manila, Oscar Albayalde, mengatakan, mayat pelaku penyerangan ditemukan di salah satu ruangan judi kasino oleh petugas pemadam kebakaran. "Seluruh korban tewas akibat lemas setelah menghirup asap," kata Albayalde.

Serangan tunggal yang dilakukan oleh pria bersenjata ke kasino di dalam kompleks Resorts World Manila itu menyebabkan kepanikan pengunjung. Bahkan muncul spekulasi dilakukan oleh sekelompok teroris. Namun spekulasi itu dibantah polisi.

Pasukan pemerintah Filipina saat ini sedang gencar memerangi serbuan kelompok ISIS di Marawi, Filipina Selatan. "Dia akan menembak seluruh pengunjung kasino di Manila jika memang ada serangan teroris," kata Ronald dela Rosa, Kepala Kepolisian Nasional Filipina.

Otoritas di Filipina menduga motif serangan ke kasino Manila adalah soal perampokan. "Serangan itu entah karena dia kalah di kasino dan ingin menutup kerugiannya atau dia benar-benar gila," ujar Albayalde.

ISIS Bertanggung Jawab

Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan kasino di Manila. Dalam siaran pers yang disampaikan melalui Amaq, ISIS mengatakan, "Militan kami telah melakukan serangan kasino Manila, Filipina."

Menurut otoritas Manila, kematian para korban itu akibat mereka menghirup asap dari meja judi yang dibakar oleh pelaku yang belakangan melakukan bunuh diri di salah satu kamar hotel. "Seluruh korban tewas ditemukan oleh petugas pemadam kebakaran, tidak ada yang terkena tembakan," kata polisi Metro Manila kepada wartawan.

Sementara itu, korban luka mencapai 54 orang dan telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

Berdasarkan keterangan polisi Filipina, pria bersenjata yang tewas dengan membakar diri itu tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme. Dia diduga hanya bermaksud merampok para pemain di kasino setempat.

“Kalau ini ada hubungannya dengan ISIS, semua orang di tempat berjudi itu pasti sudah ditembak mati atau diledakkan dengan bom. Dia tidak melukai siapa pun. Kebanyakan korban terluka karena mereka melompat dari jendela,” kata Kepala Polisi Filipina Ronald Dela Rosa.

Setelah membuat keonaran di resor turis tersebut, pelaku penembakan di Resort World Manila lari ke Hotel Maxim. Di sana dia berbaring di atas tempat tidur, menyelubungi diri dengan selimut, lalu membakar diri. Pelaku tewas terpanggang hidup-hidup.

Otoritas Filipina membantah serangan kasino Manila pada Jumat, 2 Juni 2017, dilakukan oleh anggota Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS, sebagaimana dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa serangan mematikan di kompleks hiburan Resort World Manila dilakukan oleh seorang teroris. Namun, pejabat berwenang Filipinan yakin bahwa serangan kasino Manila berlatarbelakang perampokan dan tidak ada kaitannya dengan terorisme.

"Seluruh petunjuk mengarah pada satu titik yakni aksi kejahatan oleh seseorang yang tampaknya emosinya terganggu," kata juru bicara Presiden Rodrigo Duterte.

"Meskipun pelaku memberikan tembakan peringatan, sepertinya tidak ada indikasi bahwa dia ingin menyakiti atau menembak siapa pun." (tmp/mei)

Share