Senin12182017

Last update12:00:00 AM

Back Luar Negeri 50 Tewas, Ratusan Luka-luka

50 Tewas, Ratusan Luka-luka

Penembakan Brutal di Amerika

AMERIKA (HK)- Aksi penembakan brutal terjadi di dekat Kasino Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (1/10) malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat atau Senin (2/10) waktu Indonesia. Jumlah korban jiwa dalam insiden tragis ini mencapai 50 orang dan melukai sekitar 400-an orang lainnya.
Tingginya angka korban jiwa tersebut menjadikan insiden penembakan massal ini paling mematikan dalam sejarah AS. Jumlah korban jiwa dalam insiden ini melampaui insiden penembakan di kelab malam di Orlando pada tahun 2016 lalu, yang menewaskan 49 orang.

Para saksi mata mengungkapkan, tembakan-tembakan di dekat Kasino Mandalay itu dilepaskan dari sebuah balkon di lantai 32 gedung kasino, dan diarahkan ke kerumunan orang yang sedang menyaksikan konser musik di bawahnya. Situasi pun kacau.

"Semua orang berlari. Group band lari dari atas panggung dan itu sebuah kekacauan. orang-orang pun terinjak-injak," tutur saksi mata.

Menurut saksi mata lainnya, Nathan O'Neal, seorang reporter untuk stasiun berita lokal, KSNV News, pelaku penembakan yang bersenjatakan senapan otomatis, melepaskan ratusan tembakan dan terus mengganti magasin peluru. "Itu ratusan tembakan," tuturnya.

Las Vegas Review-Journal menyebut penembakan ini terjadi saat penampilan terakhir dalam festival musik country, yang digelar di halaman seluas 6 hektare yang membentang di area Las Vegas Boulevard, dekat kompleks Mandalay Bay. Festival musik ini digelar selama tiga hari terakhir. Festival musik ini sendiri diketahui rutin digelar selama empat tahun terakhir.

Kepolisian Las Vegas memastikan pelaku penembakan saat berlangsung festival musik di dekat Kasino Mandalay Bay tersebut, bertindak seorang diri. Namun, polisi juga kini tengah memburu seorang wanita keturunan Asia yang diduga menemani pelaku sebelum penembakan terjadi. Pelaku sendiri telah tewas bunuh diri saat polisi  mendobrak masuk ke kamar hotel yang ditempati pelaku.

"Terdapat seorang pelaku penembakan di lantai 32 (hotel) Mandalay Bay. Polisi mendatangi pelaku di lokasi itu. Pelaku telah tewas saat ini," kata Sheriff Joseph Lombardo dari Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam konferensi pers, seperti dilansir The Guardian, Senin (2/10).

Kepolisian setempat meyakini pelakunya adalah, Paddock (64) menginap di Hotel dan Kasino Mandalay Bay saat melakukan aksi brutalnya. Di dalam kamar yang ditempatinya, polisi menemukan banyak senjata api jenis senapan.

Dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir The Guardian, Senin (2/10), Kepolisian Metropolitan Las Vegas menyebut Paddock melepas tembakan dari balkon kamar hotel di lantai 32 yang ditempatinya. Targetnya adalah kerumunan orang yang menonton festival musik di seberang Mandalay Bay.

"Paddock melepas tembakan ke kerumunan lebih dari 22 ribu penonton konser dari kamar hotelnya di lantai 32 Hotel Mandalay Bay . Para korban berada di seberang jalan, sedang menghadiri konser Route 91 Harvest Festival saat peluru dilepaskan," demikian pernyataan Kepolisian Metropolitan Las Vegas.

"Tim SWAT LVMPD (Kepolisian Las Vegas) menindaklanjuti laporan, mendobrak masuk ke dalam kamar hotel dan menemukan pelaku telah tewas," terang pernyataan tersebut.

Laporan sebelumnya menyebut Paddock tewas ditembak polisi. Namun dalam pernyataan terbaru Kepolisian Las Vegas juga Sheriff Clark County, Joseph Lombardo, menegaskan Paddock menghabisi nyawanya sendiri.

"Kami meyakini pelaku menembak dirinya sendiri sebelum kami masuk (ke kamar hotel)," terang Lombardo dalam konferensi pers terbaru. Disebutkan bahwa ada sekitar 10 senjata api ditemukan di dalam kamar hotel yang ditempari Paddock.

Korban Bertambah

Korban luka akibat penembakan brutal bertambah  menjadi 406 orang. Beberapa korban luka mendatangi sendiri rumah sakit untuk meminta perawatan medis.

"Departemen Pemadam Kebakaran Clark County memperkirakan 406 orang dilarikan ke rumah sakit setempat dan 50 orang tewas dalam penembakan," demikian keterangan Kepolisian Metropolitan Las Vegas, seperti dilansir The Guardian, Senin (2/10).

Di antara korban tewas terdapat seorang personel Kepolisian Las Vegas yang sedang tidak bertugas saat penembakan terjadi. Identitas sang polisi yang tewas belum dirilis ke publik. Dua polisi lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang sama.

"Ini masih merupakan penyelidikan aktif," tegas Kepolisian Metropolitan Las Vegas dalam pernyataannya.

Wakil Sheriff setempat, Kevin C McMahill, menuturkan banyak korban luka yang mendatangi sendiri rumah sakit, tanpa dibantu paramedis. "Kami terus menerima laporan bahwa orang-orang (korban luka) mendatangi sendiri rumah sakit," tuturnya.(dtc/cnn/net)

Share