Senin04232018

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri MRT Singapura Tabrakan

MRT Singapura Tabrakan

23 Orang Luka-luka

Singapura (HK)- Sedikitnya 23 orang luka-luka usai dua rangkaian kereta Mass Rapid Transit (MRT) bertabrakan di Singapura. Penyebab insiden ini belum diketahui pasti.
Pihak SMRT Singapura belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden yang terjadi pada Rabu (15/11) pagi waktu setempat ini. Namun Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) dalam pernyataannya mengkonfirmasi adanya korban luka dalam insiden ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (15/11), SCDF melalui akun Twitter dan Facebook resminya menyebut kebanyakan korban luka mengalami luka ringan. Mereka kebanyakan luka-luka karena terjatuh ke lantai atau terbentur benda keras, saat kedua kereta tabrakan.

"Pada pukul 08.33 waktu setempat, SCDF mendapat laporan terjadi sebuah insiden dekat stasiun MRT Joo Koon," demikian pernyataan SCDF via Facebbok resminya.

"Personel SCDF telah berada di lokasi kejadian untuk membantu para korban luka. 23 penumpang yang luka-luka telah dibawa ke sejumlah rumah sakit, mayoritas mengalami luka ringan," imbuh pernyataan itu.

Media Singapura, The Straits Times, melaporkan para korban luka dibawa ke Singapore General Hospital dan Ng Teng Fong Hospital.

Dampak dari insiden ini, penundaan jadwal kereta terjadi pada jalur MRT East-West Line. "Tolong perhatikan tambahan waktu perjalanan 20 menit antara #JurongEast dan #JooKoon karena gangguan kereta di #JooKoon," imbau SMRT Singapore via Twitter.

Foto yang diunggah di media sosial menunjukkan kedua kereta tidak mengalami kerusakan terlalu besar. Insiden tabrakan dua kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura ditangani dengan sangat serius. Terakhir kali, Insiden tabrakan semacam ini terjadi sekitar 24 tahun lalu di Singapura.

Seperti dilansir media lokal Singapura, Channel News Asia, Rabu (15/11), terakhir kali insiden MRT tabrakan terjadi tahun 1993, atau lebih dari dua dekade terakhir. Insiden yang dimaksud terjadi pada 5 Agustus 1993 di stasiun Clementi yang memicu 156 korban luka.

Dalam insiden tahun 1993 itu, salah satu rangkaian kereta menabrak bagian belakang rangkaian kereta lainnya.

Panel penyelidikan independen saat itu menemukan fakta bahwa tabrakan itu dipicu oleh tumpahan minyak sebanyak 50 liter dari sebuah lokomotif yang sedang menjalani perawatan. Lokomotif itu menjalani perawatan dari pukul 05.00 pagi saat hari kejadian.

Usai temuan fakta itu, pihak SMRT -- operator MRT Singapura -- merevisi prosedur operasionalnya dengan mewajibkan para staf untuk memeriksa dan memastikan setiap rel dan peron bebas dari tumpahan minyak. Dalam kasus terjadi tumpahan minyak, rangkaian kereta yang sedang berhenti di stasiun tidak akan berangkat hingga rangkaian kereta yang ada di depannya telah meninggalkan stasiun.

Para korban luka mengalami luka ringan hingga sedang. Kebanyakan dari mereka terjatuh atau terbentur saat kedua kereta bertabrakan. Channel News Asia melaporkan 10 korban luka dibawa ke Ng Teng Fong Hospital dan 15 korban luka lainnya dibawa ke National University Hospital (NUH).

Pihak LTA maupun SMRT masih menginvestigasi penyebab kecelakaan ini.

Saat ini, stasiun Joo Koon yang terletak di pinggiran sebelah barat Singapura telah dipasangi garis polisi dan sedikitnya 10 ambulans bersiaga di lokasi kejadian. Pada pukul 14.00 waktu Singapura (atau 13.00 WIB), SMRT mengabarkan bahwa layanan bakal berhenti selama dua jam pada stasiun Boon Lay hingga Tuas Link.

"Hal itu bertujuan memulihkan kedua kereta yang mengalami tabrakan pagi tadi. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membuat layanan kembali normal," tulis SMRT dalam akun Facebook resminya. (kcm/dtc)

Share