Selasa07252017

Last update05:00:00 AM

Back Luar Negeri Kim Jong-nam Sempat Berteriak

Kim Jong-nam Sempat Berteriak

Setelah Wajahnya Disemprot Cairan

Kuala Lumpur (HK)– Sebuah laporan terbaru mengungkapkan kata-kata terakhir Kim Jong-nam sesaat setelah diracun di Kuala Lumpur International Airport 2, Malaysia, Senin (13/2). ”Sakit sekali, sakit sekali, saya disemprot cairan,” teriak Jong-nam sesaat setelah wajahnya disemprot cairan oleh dua wanita.

Abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, itu kemudian terhuyung-huyung sekitar 50 kaki dari meja informasi sebelum mengeluarkan kata-kata tersebut dengan ekspresi sedih di wajahnya. Pria berusia 46 tahun itu kemudian ambruk di depan staf bandara.

Kim Jong-nam ambruk oleh aksi semprot yang berlangsung hanya lima detik. Ia tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit di Kuala Lumpur. Kim Jong-un sempat mengatakan kepada staf di Bandara Internasional Kuala Lumpur bahwa seorang wanita telah menyemprot atau mengusap cairan di wajahnya.

Seperti yang dilansir Daily Mail pada 17 Februari 2017, Kim Jong-nam diawasi sejak sedang antre untuk check-in oleh para pelaku. Dia kemudian diserang setelah seorang pelaku berusaha mengganggunya, sementara yang lain datang dari belakang dan menyemprotkan cairan diduga racun.

Polisi telah menangkap tiga terduga pelaku pembunuhan, termasuk dua wanita yang salah satunya berasal dari Indonesia berdasarkan paspor yang disita dalam penangkapannya.

Polisi belum mengetahui motif dan dalang utama dari pembunuhan tersebut. Namun beberapa laporan meyakini pembunuhan itu diperintah oleh pemerintah Korea Utara. Terutama setelah terdapat laporan bahwa Kim Jong-nam pernah mendapat ancaman pembunuhan oleh Jong-un pada 2012 setelah ia mengkritik rezim diktator tersebut.

Sebelum tewas dibunuh, Kim Jong-nam pernah memohon kepada adik tirinya yang kini berkuasa di Korea Utara, agar tidak membunuh dirinya dan keluarganya. Permintaan ini ditulis Kim Jong-nam dalam sebuah surat pada April 2012, ketika Jong-un menggantikan ayah mereka, Kim Jong-il, yang mangkat karena sakit pada Desember 2011.

Hal ini diungkapkan Kim Byung-kee, anggota parlemen dari Komisi Intelijen Korea Selatan. Kepada The Times, Byung-kee menyebut surat ini ditulis setelah terjadi percobaan pembunuhan terhadap Jong-nam lima tahun lalu.

“Ia memohon ampun bagi dirinya dan keluarganya. Mereka sadar tidak ada tempat untuk bersembunyi, dan satu-satunya jalan adalah bunuh diri,” kata Byung-kee.

Soal percobaan pembunuhan terhadap Jong-nam dibenarkan oleh Lee Byung-ho, kepala Badan Intelijen Korea Selatan kepada anggota parlemen di Seoul pada Kamis lalu.

Menurut Byung-ho, intelijen Korea Utara telah berulang kali berusaha membunuh Jong-nam, karena pernah menyebut pemerintahan adiknya “menggelikan” dan memprediksi akan segera hancur. “Kim Jong-un berkata dia membenci kakaknya. Jadi bunuh dia. Setelah berusaha berulang kali, mereka akhirnya membunuh dia kali ini.”

Pembunuhan Kim Jong-nam di bandara internasional Kuala Lumpur pada Senin lalu bagai menyaksikan salah satu film mata-mata Inggris James Bond. Berdasarkan rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian, hanya butuh waktu lima detik, sejak serangan dilakukan, hingga Jong-nam, pria berusia 45 tahun itu menghembuskan napas terakhir.

Beberapa saat sebelum eksekusi terjadi, Jong-nam tengah berdiri di meja check-in bandara internasional Kuala Lumpur untuk kembali ke rumahnya di Macau. Tanpa ia sadari, dua perempuan, salah satunya memakai kaos bertuliskan “LOL” — berdiri di belakangnya menanti kesempatan untuk menyerang.

Saat serangan dilancarkan, Jong-nam tak sempat bereaksi. Salah satu perempuan tiba-tiba berdiri di depan Jong-nam, menarik perhatiannya. Saat ia lengah, perempuan lain mengenakan sarung tangan gelap menyemprotkan cairan dari belakang tubuhnya ke wajah Jong-nam.

Keduanya langsung menghilang di antara kerumunan massa di bandara. Merasa pening, Jong-nam berjalan menuju kamar mandi bandara tetapi kemudian merasa sangat kesakitan dan kembali ke meja check in.

Salah seorang staf maskapai AirAsia mengantarnya ke klinik setelah kondisinya memburuk. Matanya terlihat memejam dan sangat kesakitan. Saat diantar menuju rumah sakit Putrajaya, Jong-nam dinyatakan meninggal dunia. Racun yang disemprotkan ke Kim Jong-nam, diduga ricin atau tetrodotoxin. Kedua racun ini lebih mematikan daripada arsenik.

Doan Thi Huong, 28, warga negara Vietnam, ditangkap pada Rabu lalu saat tiba di bandara Malaysia. Polisi mengidentifikasinya berdasarkan rekaman kamera pengawas saat ia berdiri di dekat antrean taksi pada hari nahas.

Polisi juga menangkap, Siti Aisyah, 25, warga Indonesia, pada Kamis lalu bersama kekasihnya Muhammad Farid Bin Jalaluddin, 26, warga Malaysia.

Seorang sumber kepolisian kepada Telegraph menyebut ada enam tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan Jon-nam. Namun mereka berenam tidak saling mengenal sebelum aksi dilakukan. Diduga dua perempuan dan empat pria ini direkrut oleh agen asing, kemungkinan besar dari Korea Utara.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap Kim Jong-nam bukan satu-satunya korban pada Senin (13/2). Menurut JK, Siti Aisyah, terduga pembunuh Kim Jong-nam, juga merupakan korban. "Aisyah ini korban juga. Ia korban dari semacam rekayasa atau penipuan," ujar JK saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jumat (17/2)

Berdasarkan laporan yang diterima, menurut JK, Siti Aisyah pura-pura diajak untuk mengikuti sebuah acara menyerupai reality show. Nyatanya, ajakan itu adalah untuk membunuh Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

"Reality show yang orang bisa lihat di media. Dia pikir begitu, yang kadang-kadang pakai kamera tersembunyi atau jarak jauh. Jadi, Siti Aisyah itu korban dari korban. Ini berlapis korbannya," ujar JK.

Sejauh ini, Siti Aisyah dilaporkan sebagai korban juga. Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia, kata JK, pasti sudah bergerak untuk membela dia. Namun, jika belakangan ketahuan bahwa Siti Aisyah membunuh Kim Jong-nam dengan sengaja dan sadar, akan lain soal. "Kita lihat perkembangannya," ujar JK.

Dimintai tanggapan soal dugaan Siti Aisyah adalah agen dari Korea Utara, JK meragukannya. Apalagi Aisyah tidak kabur dari Malaysia. "Kalau dia agen, pasti sudah tidak ketahuan ke mana rimbanya," ujarnya mengakhiri. (sfn)

Share