Selasa07252017

Last update05:00:00 AM

Back Nasional Taruna Akpol Diduga Tewas Dianiaya

Taruna Akpol Diduga Tewas Dianiaya

SEMARANG (HK)- Polda Jawa Tengah masih melakukan penyelidikan atas meninggalnya Muhammad Adam, salah seorang taruna Akademi Kepolisian tingkat II yang meninggal Kamis (18/5) dini hari. Polisi saat ini maraton memeriksa sejumlah saksi.
Polda sendiri telah menerjunkan tim dari berbagai instansi untuk mengusut dugaan tewasnya Adam. Tim juga telah ke lokasi untuk melalukan olah kejadian perkara. "Sekarang masih dalam proses pemeriksaan interogasi terhadap 21 orang taruna," kata Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Condro Kirono,  di halaman Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (18/5).

Condro mengatakan, para saksi yang diperiksa sebagian besar adalah para taruna baik tingkat II atau tingkat di atasnya. Adam sendiri merupakan taruna Akpol tingkat II. Dia merupakan warga Jalan Penghulu Gang Murtado 21 Rt 10/01 Cipulir Kebayoran Lama Jakarta.

Adam menjadi taruna Akpol masuk melalui tes di Ambon, Maluku Utara. Taruna tingkat II, termasuk mendiang Adam tinggal bersama-sama dengan taruna lain di barak di kompleks pendidikan perwira Polri ini. Taruna tingkat II tinggal bersama dengan taruna tingkat I dan tingkat III.

Sementara taruna tingkat IV, tinggal di barak terpisah. "Yang junior tingkat II, kita periksa dan taruna senior tingkat III. Jadi ada dua taruna (yang diperiksa)," tambahnya.

Adam diduga meninggal karena penganiyaan. Adam tewas setelah melakukan apel malam di kompleks pendidikan polisi itu. Condro Kirono mengatakan, ada bekas luka yang terdapat di dada korban. Diduga terjadi pemukulan sebelum Adam tewas.

"Visum di luar ada bekas memar didada. Diduga terjadi pemukulan terhadap taruna tersebut. Yang meninggal tingkat dua," ujarnya.

Polisi hingga saat ini masih belum bisa memastikan urutan kronologi atas meninggalnya Adam. Polisi masih butuh waktu untuk menemukan fakta dari penyelidikan yang dilakukan. "Kronologis masih belum ini. Besok saya sampaikan," tambahnya.

Nama Adam tercatat dalam nomor akademi atau nomor a.k. 15.269. Dia meninggal setelah mengikut apel malam di kompleks pendidikan perwira polisi tersebut. Adam diduga tewas menjadi korban penganiyaan. Jasad Adam pun saat ini dilakukan proses otopsi.

Barang Bukti

Penyelidikan terkait tewasnya Adam terus dilakukan. Ada dua barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Djarod Padakova mengatakan barang bukti yang disita yaitu kopel atau sabuk dan plastik panjang sekitar 20 cm seperti tongkat kecil. "Kopel, kopel itu sabuk kemudian ada benda tumpul tongkat 20 cm dari plastik," kata Djarod di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang.

Djarod belum menyebutkan kepemilikan barang bukti tersebut. Namun keduanya ditemukan di lokasi kejadian yaitu flat A yang merupakan ruangan kosong. "Di flat A, ruangan kosong yang disebut gudang, berkumpulnya di situ. Kopel milik siapa belum tahu," tandasnya.

Korban tewas sekitar pukul 02.45 WIB, Kamis (18/5). Setelah pingsan di gudang yang menjadi tempat kejadian perkara, korban dibawa ke RS Akpol. Namun korban mengembuskan napas terakhir di sana.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono juga menyebutkan ada dugaan pemukulan yang dialami korban sehingga ada memar di dada. Sedangkan hasil autopsi tim medis menyebutkan paru-paru korban luka sehingga mengalami gagal napas dan kekurangan oksigen.

Pelayat Berdatangan

Sementara itu, rumah Adam mulai dipenuhi pelayat. Jenazah Adam saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta dari Semarang.

Pantauan di rumah duka yang beralamat di Jalan Penghulu 99 Murtado 21 RT 10 RW 01, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sudah mulai disambangi kerabat dan teman Adam. Selain itu, sejumlah karangan bunga turut berduka cita juga berada di depan rumah duka.

Nampak karangan bunga dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono yang bertuliskan turut berduka meninggalnya Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam. "Kemungkinan jenazah akan tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIB karena tiba di Bandara Soekarno-Hatta jam 9 malam," kata paman Adam, Ushak, di rumah duka, kemarin.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padakova mengatakan korban diautopsi di RS Bhayangkara Semarang sejak siang tadi setelah ibu dan kakak korban datang. Autopsi sejak siang sampai sore ini sekitar jam 17.00 WIB," kata Djarod.

Setelah selesai diautopsi, jenazah dibawa keluarga malam ini juga ke Jakarta. Dari Bandara Ahmad Yani Semarang, jenazah dan keluarga berangkat sekitar pukul 20.00 WIB. "Langsung dibawa ke Jakarta oleh keluarga," ujar Djarod.

Untuk diketahui, Mohammad Adam meninggal di Akpol dini hari tadi. Dari pemeriksaan luar, ada luka memar di dada. Menurut informasi, ia dianiaya oleh seniornya dan kini kepolisian masih melakukan penyelidikan. (dtc/kcm)

Share