Selasa12122017

Last update12:00:00 AM

Back Nasional Batal Menikah, Polisi Tembak Kepala Sendiri

Batal Menikah, Polisi Tembak Kepala Sendiri

PALEMBANG (HK)- Kasus oknum polisi bunuh diri kembali bertambah. Kali ini seorang anggota Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan,  Bripda Azan Fikri. Ia ditemukan tewas dalam kondisi kepala tertembus peluru, Senin (9/10) sekitar pukul 02.00 WIB di Dusun VI Rawa Bening Desa Tri Tunggal, Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin.
Diduga korban bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri. Luka tembak menembus ke kanan kepala dan memecahkan kaca mobil bagian kiri. Senjata api jenis pistol masih terlihat menempel digenggaman tangan kanannya. Dugaan sementara sang polisi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis lantaran alasan asmara. Ia batal menikah dengan tunangannya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sehari sebelumnya Minggu (8/10) sekitar pukul 20.00 WIB, korban masih bersama calon istrinya RS (25), warga Tungkal Ilir, Musi Banyuasin.

Korban berangkat dari Palembang menuju Sungai Lilin menggunakan kendaraan Mobilio Warna Hitam miliknya. Kemudian pukul 23.00 WIB korban berhenti di rumahnya di Lilin Asri, Kelurahan Sungai Lilin Jaya. Tidak berselang lama sekitar pukul 23.30 WIB korban mengantar calon istri ke rumahnya di Desa Rawa Bening lalu Bripda AF berpamitan ke Sungai Lilin.

Selanjutnya sekitar pukul 02.00 WIB warga Dusun VI Rawa Bening, Desa Tri Tunggal yang sedang jaga malam mendengar bunyi letusan senjata api sebanyak 1 kali, namun belum diketahui asal suara letusan.

Kemudian sekitar pukul 07.00 WIB, calon istrinya, RS mengetahui bahwa korban masih berada di dekat rumahnya kurang lebih berjarak 30 M dan mobil dalam keadaan hidup namun terkunci dari dalam serta kaca sebelah kiri pecah.

Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dengan luka tembak di kepala sebelah kanan yang tembus ke kepala sebelah kiri dengan posisi tangan kanan memegang Senpi. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang untuk persiapan autopsi.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan dari pemeriksaan awal korban sengaja bunuh diri dikarenakan pihak keluarga dari calon istrinya tersebut membatalkan tunangan mereka. "Dugaannya batal menikah, karena sudah persiapan menikah tetapi dibatalkan dari pihak keluarga perempuan. Sehingga korban mengakhiri hidupnya" ujar Zulkarnain.

Untuk senjata yang digunakan Bripda AF sendiri, saat ini masih diperiksa oleh Propam polda Sumsel. "Nanti dilihat dulu senjatanya itu seperti apa," jelas Kapolda Sumsel.

Catatan Haluan Kepri, oknum polisi yang bunuh diri dengan cara menembak kepala sendiri  di anataranya Iptu Budi Riono, Anggota Polsektro Cipondoh. Ia  tewas diduga dengan menembak kepalanya sendiri di rumah teman wanitanya, Helin Herlina (34). Peristiwa tragis ini terjadi pada  Sabtu (31/10) 2016 lalu di Cluster Griya Kenanga Blok D No 6, Kelurahan Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang.

Kemudian Brigadir Wahyudi, anggota Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. Oknum ini melakukan bunuh diri dengan cara menembakkan senjata api miliknya di Perumahan Citra 2 Blok P5/3A RT 07/RW 012 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (15/5) 2016 lalu. Selanjutnya, Aiptu Yudika Manao, anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang. Ia ditemukan tewas bersimbah darah, dengan luka bekas anak peluru tepat di dahinya, pada Kamis (13/11) lalu.

Terpukul

Kabar duka meninggalnya Bripda Azan Fikri membuat orang tua dan keluarga yang tinggal di Kelurahan Sterio, Kecamatan Banyuasin III, Sumsel, sangat terpukul.

Keluarga korban tak menyangka, jika kepergian anak bungsu dari empat saudara itu mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas yang diduga tewas akibat bunuh diri. Padahal diketahui, Azan Fikri ini akan menuju ke jenjang pernikahan, sebab pada 17 September 2017 kemarin telah melamar Resi.

"Ya, kami (keluarga) tak menyangka kalau keponakan kami telah meninggal dunia. Tapi kami pihak keluarga masih belum tahu motif kematian dia, kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian," kata Sarkoni, kerabat korban ditemui di rumah duka, kemarin.

Sementara itu, ayah korban Abdullani tampak terpukul atas kepergian putra bungsunya. "Ini sudah takdir, kami keluarga sudah ikhlas melepas kepergiannya," ucapnya singkat sambil meninggalkan awak media yang datang berkunjung. (dtc/viv/net)

Share