Minggu08312014

Last update12:00:00 AM

Back News Anambas Sanggar Seni Siantan Gelar Festival Tari

Sanggar Seni Siantan Gelar Festival Tari

ANAMBAS -  Sanggar Seni Siantan menggelar festival tari persembahan dan kreasi Kecamatan Siantan  di Anambas, Sabtu (8/10). Festival diikuti 10 sanggar tari dari sekolah dan umum itu turut menjadi hiburan akhir pekan yang dinantikan masyarakat Siantan.

Ketua Panitia  Pelaksana, Yudi mengatakan festival digelar untuk memberikan pembinaan dalam mengetahui bagaimana tari persembahan yang baku di Provinsi Kepri ini. Disamping itu juga untuk memotivasi penari yang tergabung di sanggar dalam upaya terus melestarikan seni dan budaya di Anambas.

"Tujuan festival ini untuk pembinaan terhadap sanggar-sangar bagaimana tari persembahan yang baku di Provinsi Kepri. Kita harapkan sanggar seni yang aktif dapat termotivasi untuk terus melatih generasi muda dalam membudayakan tarian daerah," kata Yudi.

Disamping pengenalan tari persembahan, festival juga melombakan kreasi Tari Melayu yang dikreasikan sendiri oleh setiap sanggar yang ikut lomba. Menurut Yudi, dalam kreasi Melayu ini dikenalkan bagaimana pengolahan Tari Melayu , sehingga tarian tersebut menarik untuk ditonton namun tidak menghilangkan gerakan dasar dan ciri khas Melayu.

"Kita perkenalkan kreasi Melayu di festival ini, dimana konsep-konsep yang mereka bawa dapat memperkenalkan bagaimana pengolahan kreasi Melayu yang biasanya diolah dengan musik tradisional. Namun dengan sedikit penggarapan dengan cara baru, tari ini menjadi menarik dengan tidak menghilangkan gerakan asalnya," kata Yudi.

Dari lomba yang berlangsung lebih kurang selama dua jam di lapangan Sulaiman Abdullah, juri memilih sanggar terbaik dalam  penampilan malam itu. Juri didatangkan dari pelaku seni di Siantan yaitu Weli Widiyanti Tantri dan Fitri Arisanti. Weli menyampaikan bahwa kriteria penilaian juri mengandung konsep pakaian, kekayaan gerak, komposisi penari, keseragaman dalam menyesuaikan tarian dengan tema yang ditetapkan.

"Penilaian kita lihat dari tema dari konsep tarian yang diangkat apakah sesuai dengan pembawaan penari. Disamping itu kekayaan gerak, ada berapa gerak yang mereka pakai dan komposisi penari dalam bersatu menarikan tarian tersebut. Dan tak luput juga keseragaman dalam menari pakaian juga termasuk dalam satu paket, apakah sesuai dengan tema. Semua digabung dengan komplit dalam satu penilaian juri," jelas Weli.

Sementara itu, mengenai tari kreasi juri berpandangan penilaian juri melihat dari sudut dimana letaknya gerakan dasar dan penambahan kreasi yang ditampilkan. "Kita lihat sudut letak kreasinya dari penambahan tari asalnya," ujar Weli.

Menurut Weli, sebagaian dari Tari Melayu boleh saja dikembangkan untuk tari kreasi, namun ada juga Tari Melayu yang tidak boleh dikreasikan. Tari Melayu sudah banyak dikreasikan, karena ada gerakan-gerakan tertentu yang memang bisa dikreasikan. "Kreasi dibolehkan untuk mengembangkan tari tradisi yang sudah ada, namun perlu kita tahu juga ada pakam-pakam tertentu yang tidak bisa dikembangkan," jelasnya.

Untuk tari persembahan tampil sebagai juara satu dari sanggar SMP Negeri 2 Siantan, juara dua dan tiga  SMP Negeri 1 Siantan. Sedangkan tari yang sangat ditunggu-tunggu penonton yaitu tari kreasi dari sanggar SMA 1 dengan tema kayuh serentak langkah sepijak sebagai juara pertama. Dan Sanggar Resam mendapat juara dua, sedangkan juara tiga juga dari sanggar seni SMP Negeri 2 Siantan.(cw47)

Share

Fokus

Enam Tahun Menjual Bendera

Minggu, 10 August 2014
 Enam Tahun Menjual Bendera

TANJUNGPINANG (HK) -  Ibarat jamur di musim hujan. Setiap mendekati momen hari k...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...

Wak Lanca Mak Lanca

Kurang Memahami Daratan dan Pulau ANAMBAS memiliki banyak daratan yang masih menyatu dengan daratan lainnya, tapi masyarakat menyebutn...