Kamis12182014

Last update12:00:00 AM

Back News Anambas Pejuang Perbatasan Kurang Diperhatian

Pejuang Perbatasan Kurang Diperhatian

Warga Desa Telaga, di Siantan Selatan, KKA meruapakan pejuang perbatasan yang hidup sederhana. Pada musim paceklik tahun 1980an silam warga mengkonsumsi ubi, sagu dan kelapa sebagai makanan pokok. Pemerintah pusat diharapkan memperhatikan masayarakat di perbatasan. YULIA/HALUAN KEPRIANAMBAS (HK)-Keberadaan masyarakat di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas adalah bentuk perjuangan rakyat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan berbagai keterbatasan dan keterbalakangan di wilayah perbatasan.

Hal itu disebut Bupati Kepulauan Anambas, Drs Tengku Mukhtaruddin dengan memberi julukan sebagai pejuang perbatasan NKRI yang tak pernah lelah untuk terus menetap dan menjalani kehidupan dalam keterbatasan.

"Masyarakat Anambas adalah pejuang perbatasan dalam menjaga keutuhan NKRI. Ditengah masuknya globalisasi yang menawarkan kemajuan dari negara tetangga, masyarakat Anambas tetap setia meskipun dalam keterbatasan," kata Tengku di Tarempa, Siantan, Anambas,baru-baru ini.

Menurut Tengku, pejuang perbatasan ini tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Dari generasi ke generasi masyarakat di perbatasan adalah pejuang bagi keutuhan NKRI. Untuk itu perhatian bagi pejuang dari pemerintah pusat dan provinsi harus lebih bagi wilayah perbatasan, mengingat pentingnya keutuhan negara.

"Sebagai pejuang masyarakat perbatasan telah menjaga setiap jengkal tanah di pulau-pulau kecil ini, agar tidak dimiliki oleh negara asing. Untuk itu perhatian pemerintah pusat terhadap Anambas harus lebih, agar pejuang-pejuang ini menikmati hasil dari jerih payahnya," terangnya.

Pendidikan, kesehatan dan pembangunan daerah harus menjadi prioritas pusat. Daerah perbatasan harus dibangun untuk kelancaran akses terhadap masyarakat, agar masyarakat perbatasan tidak lagi berada pada tepian terbelakang dan tertinggal.

"Pendidikan, kesehatan dan pembangunan fasilitas publik. Harus menjadi perhatian pemerintahan pusat. Selama ini mereka telah berjuang dalam keterbatasan. Maka hari ini semestinya ini menjadi perhatian sebagai bagian dari NKRI. Wilayah Anambas yang berbatasan dengan lima negara tetangga harus jadi prioritas," ujarnya

Ketika Indonesia sudah berumur 67 tahun, KKA baru memiliki dua rumah sakit kelas D. Sehingga pelayanan kesehatan mengharuskan pasien dirujuk ke Batam, Jakarta dan Tanjungpinang. Begitu juga dengan transportasi, psesawat dan kapal ferry menuju pusat provinsi masih disubsidi oleh Pemkab Kepulauan Anambas, dalam kapasitas yang terbatas. Sedangkan kapal dari pusat untuk wilayah perbatasan seperti Anambas hanya dalam hitungan jari saja jumlahnya.

"Mereka pejuang tangguh yang tak pernah lelah dalam berjuang dan terus berjuang untuk menciptakan kehidupan. Untuk itu ini penting diperhatikan oleh pusat, bagaimana agar wilayah perbatasan ini bisa dibangun dan menjadi garda depan dari NKRI," tandasnya (yul)

Share

Fokus

Batam Kembangkan Wisata Bahari

Minggu, 14 December 2014
Batam Kembangkan Wisata Bahari

KOTA Batam tidak hanya terkenal dengan wisata belanjanya tetapi juga dengan kein...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...

Wak Lanca Mak Lanca

Kurang Memahami Daratan dan Pulau ANAMBAS memiliki banyak daratan yang masih menyatu dengan daratan lainnya, tapi masyarakat menyebutn...