Kamis10022014

Last update12:00:00 AM

Back News Andalas Pebalap Jepang Juara Etape I

Pebalap Jepang Juara Etape I

Peserta TdS Ketika Melintasi Kelok S SawahluntoTdS Terbaik Ketiga Dunia

SAWAHLUNTO (HK) — Selain tampil sebagai pemenang pada etape I kelas individu Tour de Singkarak (TdS) 2012, Masakazu Ito, pebalap sepeda asal Jepang juga menyapu Green Jersey dan Yellow Jersey, untuk pembalap tercepat dan poin terbanyak, pada etape yang menempuh rute Sawahlunto menuju Sijunjung dan kembali ke ‘Kota Arang’ itu.


Masakazu Ito hanya kecolongan di kelas tanjakan Polka-Dot Jersey, yang diraih Chun Kai Feng, pebalap asal Taiwan. Untuk tanjakan Ito harus puas di posisi kedua, dengan meraih tiga poin.

Etape I tersebut dimulai atau start di Lapangan Segitiga Sawahlunto yang pengibaran bendera start dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  (Menparekraf) Mari Elka Pangestu. Sedangkan finish juga di tempat yang sama setelah pebalap menempuh jarak  77,6 km dengan rute Sawahlunto–Sijunjung–Sawahlunto.

Waktu tempuh yang diperlukan Masakazu Ito, 1 jam, 51 menit, 17 detik (1.51.17). Selain berhak menggunakan Yellow Jersey, Masakazu Ito sekaligus menyabet Green Jersey karena memperoleh 15 point dalam etape pemanasan tersebut.
Pemenang TdS Etape I Bersama Menteri Pariwisata Gubernur dan Walikota
Posisi kedua pebalap asal Australia Jay Crawford (Genesys Wealth Proffesional Cycling Team) dengan waktu tempuh 1.51.19. Posisi ketiga pebalap asal Cina Taipe, Chun Kai Feng (Action Cycling Team) dengan waktu tempuh 1.51.25, disusul pada posisi keempat oleh Mohd Zamri Salleh (Teregganu Cycling Team Malaysia) dengan catatan waktu 1.51.27.

Urutan kelima ditempati oleh pebalap Herwin Jaya dari Polygon Sweet Nice Indonesia dengan waktu tempuh yang sama dengan Mohammad Zamri Salleh yakni 1.51.27. Herwin harus berada di bawah Mohammad karena kalah dalam pengumpulan point (6.7).

Meski menduduki peringkat kelima stage individual classification, Herwin Jaya merupakan pebalap terbaik untuk Best Indonesian Rider dan berhak menggunakan Red and White Jersey, disusul tempat kedua dan ketiga masing-masing Dadi Suradi dari Pemuda Perjuangan Bandung dan Warseno dari WSP Management Jogja.

Untuk juara sprint  adalah pebalap Aisan Racing Team, Kenichi Suzuki dan disusul Shirisisan Hamid dari Uzbekistan Suren Team dan Yasuharu Nakajima yang juga dari Aisan Racing Team. Sedangkan juara tanjakan adalah pebalap Action Racing Team, Chun Kai Feng, disusul Masakazu Ito dari Aisan, Jai Crawford dari Genesys dan Alexander Clements dari Australia.

Untuk klasifikasi beregu, keluar sebagai juara adalah Australian National Team, tempat kedua Genesys Wealth Adviser dari Australia dan ketiga Aisan Racing Team Jepang.
Untuk etape II hari ini dimulai atau start di Muaro Sijunjung dan finish di Harau Kabupaten 50 Kota dengan jarak tempuh 124,5 km.

Pada etape II, pebalap selain memperebutkan juara etape, juga dua hadiah untuk sprint yaitu berlokasi di Lintau Buo dan Payakumbuh. Kemudian juga satu hadiah untuk tanjakan di Tabek Agiang.

Rute yang akan dilewati pebalap adalah Muara Sijunjung, Tanjung Ampalu, Kumanis, Tigo Tumpuak, Lintau Buo, Pangian, Lubuk Jantan, Tabe Agiang, Pauh Tinggi Halaban, Halaban, Tanjung Gadang, Labuh Gunung, Mungo, Payakumbuh, Tanjung Pati, Payakumbuh, Tanjung Pati dan finish di Harau.

Terbaik Ketiga Dunia

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dalam pelepasan etape I di Lapangan Segitiga Sawahlunto, Senin (4/6), menyatakan, Tour de Singkarak merupakan iven yang sangat menarik, dan memberikan promosi yang sangat besar dalam perkembangan pariwisata, khususnya untuk Sumatera Barat.

Mari melihat, perpaduan antara olahraga dan pariwisata dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Setidaknya, dari Januari hingga April tercatat 2,5 juta wisatawan mancanegara, atau terjadi pertumbuhan 8,9 persen dari tahun lalu.

“Meskipun terjadi ketidakpastian dan lambatnya pertumbuhan perekonomian dunia, namun pariwisata Indonesia tetap bisa bertahan dan mengalami kenaikan beberapa persen,” ujar Mari yang sengaja datang melepas peserta TdS 2012 di Sawahlunto.

Tour de Singkarak memiliki jumlah penonton di posisi ketiga, dalam berbagai iven balapan internasional. Tour de France menempati posisi pertama, dengan jumlah penonton jutaan pasang mata. Posisi kedua diduduki Cina dan disusul Tour de Singkarak.

TdS mampu melampaui Tour de Langkawi, yang telah dilaksanakan sejak 17 tahun terakhir. “Alhamdulillah, berkat promosi dan dukungan media dari daerah, nasional hingga internasional, mampu mengantarkan TdS di posisi yang lebih baik dalam setiap tahunnya,” ujar Mari yang didampingi Wakilnya Sapta Nirwandar.

Walikota Sawahlunto, Amran Nur menyatakan TdS memberikan pengaruh yang besar, untuk perkembangan dan pertumbuhan pariwisata Sawahlunto. Sementara itu, Ketua DPRD Sawahlunto, Ali Yusuf mengatakan dewan akan terus mendukung pelaksanaan TdS, guna terus meningkatkan promosi pariwisata Sawahlunto, di mata dunia.

Resmikan Sky Lift

Usai membuka TdS 2012, dan menyerahkan hadiah terhadap pemenang, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pengestu juga meresmikan pembangunan kereta gantung sky lift, di kawasan Kampung Teleng Sawahlunto.

Dalam rencana, menurut Walikota Sawahlunto, Amran Nur yang didampingi wakilnya Erizal Ridwan, objek wisata pertama di Sumatera itu akan dibangun Agustus 2012 tahun ini, dan rampung April 2013.

Sky lift yang akan dibangun tersebut,  melintasi pusat Kota Sawahlunto, dengan berdiri dari Kampung Teleng menuju Puncak Cemara. Tak berselang lama, Mari  juga tidak menyia-nyiakan waktu, dengan berkunjung langsung ke Kampung Tenun Silungkang.

Mari menilai pertumbuhan produksi tenun tidak terlepas dari sektor pariwisata. Sisi lain dari pariwisata yang mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Mulai dari hulu hingga hilir, dapat dimanfaatkan masyarakat untuk dijadikan sumber kehidupan.

Mari juga melihat perkembangan motif songket dan tenun Silungkang, serta pemanfaatkan songket Silungkang menjadi berbagai produk lain, mulai dari tas, selendang, hingga baju harian.

Dimeriahkan Reog  

Dari Sijunjung dilaporkan, saat pelepasan etape II, hari ini, akan dihibur dengan seni tradisi akulturasi Reog Ponorogo. Start etape II  dilakukan di depan Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung, Muaro Sijunjung.

"Reog Ponorogo sengaja kita tampilkan pagi sebelum pelepasan TdS untuk membuktikan kepada dunia, bahwa reog itu adalah kesenian budaya asal negara kita. Momen ini sangat tepat, karena besok (hari ini-red) pebalap sepeda dari mancanegara  yang mengikuti TdS 2012 akan dilepas di depan kantor DPRD ini," jelas Ketua DPRD Sijunjung Mukhlis R. ((h/dil/sam/nop)

 

Share

Fokus

Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

Sabtu, 27 September 2014
Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

Bunguran Barat Kecamatan Terkaya di Natuna

RANAI (HK) - Bunguran Barat merupakan ...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...