Kamis11272014

Last update12:00:00 AM

Back News Andalas 3 Lokasi Peredaran Narkoba di Tobasa

3 Lokasi Peredaran Narkoba di Tobasa

PORSEA  – Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyatakan, terdapat tiga titik pusat peredaran Narkoba di Kabupaten Toba Samosir, (Tobasa) Sumatera Utara yang perlu diwaspadai, agar penyebarannya tidak semakin meluas.

“Tiga pusat distribusi peredaran Narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut terdapat di Kota Balige, Porsea dan Laguboti,” katanya di Porsea, Jumat.

Menurut Arist, pihaknya sudah melakukan pengamatan atas perkembangan distribusi benda-benda haram yang merusak generasi muda penerus Bangsa tersebut di Kabupaten berpenduduk sekitar 175.277 jiwa itu hampir selama satu tahun.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya akan langsung melaporkannya kepada pihak berwajib, dan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan Kapolres Tobasa, AKBP Budi Suherman guna membahas langkah-langkah diperlukan dalam mencegah lebih meluasnya peredaran Narkoba tersebut.

Dikatakannya, jumlah anak korban peredaran Narkoba dikhawatirkan akan semakin besar, yang tentunya sangat memerlukan tindakan pencegahan nyata, karena hal itu merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai dalam melindungi bertambah maraknya anak-anak remaja yang saat ini menjadi sasaran pengguna Narkoba.

Umumnya, yang menjadi sasaran distribusi para pengedar Narkoba tersebut, yakni anak-anak usia tingkat SMP dan SMA serta remaja putus sekolah.

“Jenis Narkoba yang mereka konsumsi mulai dari Ganja, Ekstasi, Putau dan Sabu-sabu, hingga hal tersebut merupakan ancaman menakutkan bagi Kabupaten Tobasa,” ujarnya.

Sebab, lanjut dia, jika dibiarkan terus, dampak penggunaan Narkoba yang tidak bisa dihentikan itu, sangat rentan terhadap tertularnya penyebaran HIV/AIDS melalui jarum suntik dan pergaulan seks bebas.

Dampak lain akibat ketergantungan Narkoba tersebut, akan mendorong anak-anak remaja melakukan tindakan pelanggaran hukum, terbukti makin meningkatnya kasus pencurian sepeda motor yang umumnya dilakukan anak muda remaja.

Komnas Perlindungan Anak mensinyalir angka korban peredaran Narkoba tersebut akan semakin meningkat, jika masalah dimaksud tidak segera menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat Tobasa.

“Jika Pemerintah tidak segera mencegah perkembangan peredaran Narkoba di Tobasa, maka sejumlah 26.792 anak-anak remaja yang duduk di bangku SMP dan SMA akan menjadi sasarannya,” kata Arist.(ant)

Share

Fokus

Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

Minggu, 23 November 2014
Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

TANJUNGPINANG (HK)-- Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BB...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...