Sabtu10252014

Last update12:00:00 AM

Back News Andalas Angka Kematian Bayi Masih Tinggi

Angka Kematian Bayi Masih Tinggi

PADANG (HK)- Angka kematian bayi dan ibu di Sumatera Barat (Sumbar) masih tinggi. Hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia, angka Angka Kematian Bayi Baru Lahir (AKBBL), jumlah bayi yang meninggal di Indonesia mencapai 34 per 1.000 kelahiran. Jumlah tersebut lebih tinggi dari angka Millenium Development Goals (MDG’s) yakni 25 kasus per 1.000 kelahiran.

“Salah satu penyebab yaitu terlambatnya ibu mendapatkan pelayanan rumah sakit,” tutur Direktur RS M. Djamil Padang Aumas Pabuti dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48 di RS M Djamil Padang, Senin (12/10).

Untuk mencapai MDG’s, sebutnya, angka kematian ibu dan bayi ini harus bisa diminimalisir. Aumas mengatakan, langkah tercepat yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki jalur informasi. “Kita membuat standar tercepat agar ibu dan bayi dapat tertolong dengan cepat,” katanya.

Langkah yang dimaksud yaitu dengan membuat standar di Pelayanan Obstetri Neonatus Essensial Dasar (PONED)  dan Pelayanan Obstetri Neonatus Essesnsial Komprehensif (PONEK). Lebih jauh Aumas, di tingkat dasar yang diisi dokter, bidan, perawat yang terlatih. Di tingkat PONEK, yang dilakukan adalah pelayanan di rumah sakit yang mempunyai fasilitas yang memadai. PONEK dan PONED diadakan bertujuan untuk menghindari rujukan yang lebih dari 2 jam dan untuk memutuskan mata rantai rujukan itu sendiri.

PONED  dapat dilayani oleh puskesmas yang mempunyai fasilitas atau kemampuan untuk penangan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal dasar. Puskesmas PONED merupakan Puskesmas yang siap 24 jam, sebagai rujukan antara kasus-kasus rujukan dari Polindes dan Puskesmas. Polindes dan Puskesmas non perawatan disiapkan untuk melakukan pertolongan pertama gawat darurat obstetri dan neonatal (PPGDON) dan tidak disiapkan untuk melakukan PONED.

Ditambahkan Wakil Instalasi Kebidanan dan Anak RS M. Djamil Padang Yeni Suki, standar-standar yang dimaksud yaitu pencegahan untuk kasus-kasus darurat ibu dan bayi, tata laksana untuk kasus-kasus darurat yang terjadi di pelayanan desa, dan stabilisasi kasus-kasus darurat dan transportasi untuk membawa pasien.

Dicontohkan, waktu ibu hamil, ibu harus sudah tahu bahwa ia akan melahirkan dalam keadaan bahaya. Dokter atau bidan yang bertugas di puskesmas, mengatasinya di tingkat PONED, dengan memenuhi standar dasar pelayanan.

Ketika kasus dasar teratasi, pasien dirujuk ke tingkat PONEK, yaitu rumah sakit rujukan. “Nah, transportasi yang digunakan untuk membawa pasien mesti dalam keadaan standar. Di dalam ambulance, semua kebutuhan ibu hamil harus tersedia,” tuturnya.

Untuk mendukung alur tersebut, sambungnya, dilengkapi dengan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Sehari-hari/Bencana (SPGTDS/B). Di tingkat ini, disediakan call centre yaitu in call dan out call. In call akan menghubungi rawat inap sementara out call ditempati oleh petugas rawat inap. “Tujuannya, kita ingin angka kematian ibu dan bayi ditekan hiingga nol,” tuturnya.

Selain meningkatkan peran PONED dan PONEK, pada HKN ke-48, RS M. Djamil juga mengadakan serangkain acara lain di antaranya penilaian lomba kebersihan dan keindahan di lingkungan RSUP M. Djamil, kampanye cuci tangan, pemeriksaan kehamilan, penilaian tumbuh kembang anak, dan pendidikan kesehatan untuk wanita lanjut usia.

Untuk lomba kebersihan dan keindahan di lingkungan RSUP M. Djamil Padang, kategori Area Perawatan Kritikal dan Semi Kritikal dimenangkan oleh Ruangan NICU/Peristi, Ruangan ICU, dan Ruangan HCU Kebidanan/KB.

Pemenang kategori Area Non Kritikal oleh Ruangan Rawat Inap Baru, Ruangan Rawat Inap Penyakit Dalam Wanita, dan Ruangna Rawat Inap Penyakit Dalam Pria. Pemenang kategori Ruangan Diagnostik dan Tindakan yaitu Ruangan Instalasi Bedah Sentral, Ruangan Kamar Operasi IGD, dan Ruangan Diagnostik Jantung Non Invasif.

Sementara untuk kategori Ruangan Instalasi Penunjang dimenangi oleh Ruangan Instalasi Tissue Bank, Ruangan Instalasi CSSD, dan Ruangan Instalasi Laundry. (rel/rud)

Share

Fokus

13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Minggu, 19 October 2014
13 Tahun Kota Otonom Tanjungpinang

Masih Banyak Tugas yang Belum Tuntas

TANJUNGPINANG (HK) -- Tiga belas tahun sudah...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...