Selasa11252014

Last update12:00:00 AM

Back News Batam Aida Peringati Isra Mi'raj Bersama Anak Yatim

Aida Peringati Isra Mi'raj Bersama Anak Yatim

BATAM (HK) - Senator (anggota Dewan Perwakilan Daerah) RI asal Provinsi Kepri, Aida Ismeth memperingati Isra Mi'raj 1433 Hijriyah bersama anak yatim di Baloi Center, kemarin. Acara yang digelar oleh Yayasan Yaa Salam bersama warga sekitar itu juga menghadirkan Habib Malik M Anshory dari Singapura.

Dalam sambutanya, Aida mengajak seluruh umat muslim untuk bersama-sama mengingat kembali momentum Isra Mi'raj. Dikatakan, Isra Mi'raj adalah momentum yang diberikan Allah SWT kepada seorang hamba kesayangan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW.

Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW telah diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, kemudian menuju Sidrotul Muntaha. Selama perjalanan, Nabi Muhammad SAW telah ditunjukkan berbagai kekuasaan Allah SWT. Berbagai peristiwa yang telah terjadi sebelum Muhammad SAW lahir hingga peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sepeninggal wafatnya Rasul juga telah ditunjukkan oleh Allah SWT. Bahkan kejadian yang kelak terjadi di syurga maupun neraka juga diperlihatkan Allah SWT pada Nabi Muhammad SAW.

Peristiwa Isra Mi'raj tersebut adalah sebagai bukti kekuasaan Allah SWT Yang Maha Besar. Begitu besarnya kekuasaan Allah SWT hingga mudah bagi-Nya untuk memperlihatkannya kepada manusia pilihan dan menjadi kekasih Allah SWT.

"Kejadian yang sangat singkat tetapi penuh makna tersebut akan semakin menambah keimanan bagi hamba yang percaya adanya Tuhan. Tetapi bagi yang tidak beriman, maka kejadian atau peristiwa tersebut menjadi sesuatu yang mustahil sehingga mereka semakin tidak percaya adanya Tuhan," kata Aida.

Momentum Isra Mi'raj juga menandai turunnya perintah suci yaitu perintah menjalankan shalat lima waktu. Kata Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini, dengan melaksanakan shalat lima waktu, maka secara otomatis kita akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

Ustad H Rusli yang memberikan siraman rohani mengingatkan kepada majelis yang hadir terutama ibu-ibu agar sungguh-sungguh menjaga anak-anaknya. Memori anak akan mudah sekali terkontaminasi oleh hal-hal yang buruk.

Permainan teknologi seperti play station, game online, komik serta kartun tidak semuanya memberikan pelajaran baik bagi anak-anak. Justru tidak sedikit anak-anak berperilaku menyimpang seperti tawuran antar sesama disebabkan ia meniru adegan-adegan dalam film dan play station yang selama ini mereka tonton.

Ustad Rusli menceritakan bagaimana keimanan Masyitoh yang rela suami, anak serta dirinya dalam mempertahankan keimanannya. Begitu juga Hajar Aswad yang rela ditinggalkan ditengah padang pasir bersama Ibrahim.

Pada kesempatan itu, Aida selaku Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia Provinsi Kepri juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim berjumlah 50 orang.(nic)

Share

Fokus

Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

Minggu, 23 November 2014
Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

TANJUNGPINANG (HK)-- Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BB...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...