Dalam sambutanya, Aida mengajak seluruh umat muslim untuk bersama-sama mengingat kembali momentum Isra Mi'raj. Dikatakan, Isra Mi'raj adalah momentum yang diberikan Allah SWT kepada seorang hamba kesayangan-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW.
Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW telah diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram, kemudian menuju Sidrotul Muntaha. Selama perjalanan, Nabi Muhammad SAW telah ditunjukkan berbagai kekuasaan Allah SWT. Berbagai peristiwa yang telah terjadi sebelum Muhammad SAW lahir hingga peristiwa-peristiwa yang akan terjadi sepeninggal wafatnya Rasul juga telah ditunjukkan oleh Allah SWT. Bahkan kejadian yang kelak terjadi di syurga maupun neraka juga diperlihatkan Allah SWT pada Nabi Muhammad SAW.
Peristiwa Isra Mi'raj tersebut adalah sebagai bukti kekuasaan Allah SWT Yang Maha Besar. Begitu besarnya kekuasaan Allah SWT hingga mudah bagi-Nya untuk memperlihatkannya kepada manusia pilihan dan menjadi kekasih Allah SWT.
"Kejadian yang sangat singkat tetapi penuh makna tersebut akan semakin menambah keimanan bagi hamba yang percaya adanya Tuhan. Tetapi bagi yang tidak beriman, maka kejadian atau peristiwa tersebut menjadi sesuatu yang mustahil sehingga mereka semakin tidak percaya adanya Tuhan," kata Aida.
Momentum Isra Mi'raj juga menandai turunnya perintah suci yaitu perintah menjalankan shalat lima waktu. Kata Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini, dengan melaksanakan shalat lima waktu, maka secara otomatis kita akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar.
Ustad H Rusli yang memberikan siraman rohani mengingatkan kepada majelis yang hadir terutama ibu-ibu agar sungguh-sungguh menjaga anak-anaknya. Memori anak akan mudah sekali terkontaminasi oleh hal-hal yang buruk.
Permainan teknologi seperti play station, game online, komik serta kartun tidak semuanya memberikan pelajaran baik bagi anak-anak. Justru tidak sedikit anak-anak berperilaku menyimpang seperti tawuran antar sesama disebabkan ia meniru adegan-adegan dalam film dan play station yang selama ini mereka tonton.
Ustad Rusli menceritakan bagaimana keimanan Masyitoh yang rela suami, anak serta dirinya dalam mempertahankan keimanannya. Begitu juga Hajar Aswad yang rela ditinggalkan ditengah padang pasir bersama Ibrahim.
Pada kesempatan itu, Aida selaku Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia Provinsi Kepri juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim berjumlah 50 orang.(nic)Share
Newer news items:
- Polresta Kumpulkan 33 Kantong Darah
- Uang Langsung Masuk Rekening
- Pemko Jajaki Kerja Sama dengan RSBK
- Dua Kelompok Bentrok, 1 Meninggal, 11 Luka-luka
Older news items:
- Maling, Johan Babak Belur Diamuk Warga
- Saksi Pelapor 14 Proyek Dinas PU Batam
- Warga Kampung Agas Tolak Penggusuran
- Dahlan Curhat Kendala Investasi



TANJUNGPINANG (HK) - Pajar pagi baru saja beranjak dari peraduannya, suara kokok...
Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis... 