Kamis07312014

Last update12:00:00 AM

Back News Batam Kartu Jamkesmas Mengendap di Dinkes

Kartu Jamkesmas Mengendap di Dinkes

BATAM CENTRE- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam dinilai masih lemah, mensosialisasikan kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Hal ini berimplikasi ketidaktahuan masyarakat, khususnya masyarakat miskin untuk mendapatkan kartu jamkesmas.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho mendesak Dinkes Kota untuk menunjukkan seperti apa kartu jamkesmas  untuk masyarakat miskin. Sebab, sejauh ini masyarakat belum mendapatkan kartu jamkesmas. Padahal sejak 2 tahun lalu, telah dilakukan survei oleh PT Sucovindo kepada masyarakat miskin, yang rata-rata tinggal di ruli guna mendapatkan kartu jamkesmas.

"Saya sudah mengusulkan ke Dinkes 2 tahun lalu. Ketika itu Kadisnya masih pak Mawardi Badar.  Tapi sampai saat ini, Dinkes belum juga mendisatribusikan kartu  jamkesmas. Untuk mendesak agar Dinkes segera mendistribusikan kartu jamkesmas tersebut kepada masyarakat miskin," kata Udin, Minggu (17/6).

Udin mengatakan, kasus meninggalnya Zarah Azarah (2,7) tahun beberapa waktu lalu di RSBK, merupakan sebuah contoh ketidakmampuan orang tua dalam hal biaya untuk pengobatan. Dan sangat disayangkan lagi, mengenai pelayanan medis di rumah sakit yang bersangkutan. Baik di RSBK, RSAB, RSUD.

"Ketidak tahuan masyarakat untuk mendapatkan jamkesmas, lantaran kurang adanya sosialisasi dari Dinkes. Pada hal program tersebut dari pemerintah pusat, dianggarkan dalam APBN. Per orang mendapatkan Rp20 juta. Bantuan itu bukan berupa uang, tapi pengobatan," kata Udin.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, dr Chandra mengatakan, usulan kepesertaan telah di usulkan ke kementerian kesehatan, karena program jamkesmas adalah program nasional. Namun, penerbitan kartu jamkesmas baru ditetapkan oleh  Kementerian Kesehatan.

"Untuk tahun 2012 sampai sekarang, belum ada surat resmi ke Dinkes tentang  pembuatan kartu baru," kata Chandra.

Chandra mengatakan, berdasarkan Permenkes No.2581/MENKES/PER/XII/2012 disebutkan bahwa  Kepesertaan jamkesmas 2012 secara  nasional tetap berjumlah  76.400 ribu jiwa, dan itu sudah disalurkan. Dalam kurun waktu tahun 2012, akan dilakukan proses perubhan data base kepesertaan. Dimana  akan digunakan data yang bersumber dari Tim Nasional Program Pengentasan Kemiskinan ( TNP2K).

Data sebagaimana yang dimaksud, lanjut Chandra, telah  memuat nama dan alamat lengkap yang ditetapkan oleh  Menkes, sehingga  penetapan sasaran kepesertaan jamkesmas tidak lagi melalui SK  Walikota. Disamping kepesertaan yang  bersumber dari  TNP2K tersebut,  terdapat keputusan lainnya yang akan ditetapkan secara  khusus oleh  kemenkes.

"Namun selama kartu baru tersebut belum  diterbitkan dan atau belum diterima oleh peserta, maka masih berlaku kartu yang  lama, yaitu kartu jamkesmas terbitan tahun 2008. Tapi bagi  masyarakat yang belum  punya kartu jamkesmas bisa pakai SKTM yang dikeluarkan oleh Camat setempat," jelasnya.

Dikatakan, untuk sosialisasi, Dinkes melakukan bersama PT Askes guna mensosialisasikan jamkesmas pada saat launchingnya program  jamkesmas. Dan  telah dilaksanakan sosialisasi pada saat itu. "Syukur Alhamdulilah masyarakat banyak terbantu dengan program nasional ini," ujarnya. (lim)

Share

Fokus

"AlQur'an Obat Segala Keresahan"

Kamis, 17 July 2014

Batam (HK) – "Allah SWT menurunkan obat bagi kegelisahan dan permasalahan manusi...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...