Senin11242014

Last update12:00:00 AM

Back News Batam 86 Anjal, Disabilitas dan Lansia Terima Bantuan

86 Anjal, Disabilitas dan Lansia Terima Bantuan

BALOI (HK)- Kepala Dinas Sosial Pemerintahan Provinsi Kepri, Drs Edi Rofiano M,Si bersama anggota DPRD Kepri, menyerahkan bantuan kepada 86 orang anak jalanan (anjal), Disabilitas dan Lansia ke Rumah Perlidungan Anak jalan Kampung Utama IV Nomor 1 Lubukbaja, Batam, Rabu (19/9).

Penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri anggota Komisi IV DPRD Kepri, Drs Ghafarudin Ibrahim,Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Prov Kepri, Drs Puji Astuti serta Kepala Bidang Rehabilitas Dinas Sosial Kota Batam, Juherni.

Bantuan yang diberikan itu di antaranya, 50 rekening tabungan untuk biaya sekolah anak jalanan, 20 rekening tabungan untuk bantuan ekonomi produktif 20 orang lansia, 8 unit kursi roda untuk penyandang Disabilitas lumpuh, 7 unit alat bantu mendengar untuk Disabilitas pekak, 1 set ongkat penyangga untuk disabilitas kaki.

"Bantuan ini merupakan program Dinsos Kepri untuk masyarakat Kota Batam yang membutuhkan bantuan, dan mereka yang mengalami Disabilitas," ujar Edi.

Uang yang diberikan dalam bentuk rekening tabungan tersebut kata Edi, senilai Rp1,5 juta per orang. Agar dapat digunakan untuk kepentingan sekolah serta usaha kecil. Sehingga tidak ada lagi anak-anak yang berkeliaran di jalan raya.

Dikatankan Edi, pemerintah berupaya untuk membantu dan memberikan kemudahan kepada masyarakat penyandang Disabilitas, Lansia dan anak jalanan. Sehingga, mereka mendapat perlakuan yang sama di masyarakat.

"Karena keberadaan mereka merupakan kewajiban pemerintah untuk membantu, Dimana mereka juga berhak mendapatkan hak yang sama di masyarakat," kata Edi.  

Anggota DPRD Prov Kepri dari Komisi IV, Drs Ghafarudin Ibrahim mengatakan, kemiskinan yang ada di masyarakat sangat komplit. Pemerintah harus bisa memilah-milah dalam melakukan program, terutama badi mereka penyandang Disabilitas.

Program yang dicanangkan tersebut harus dapat memberikan soslusi untuk membantu anak jalanan dan lansia dalam mengentaskan kemiskinan. Sehingga, permasalahan kemiskinan dapat diatasi setahap demi setahap.

"Berikan mereka bantuan agar dapat meningkatkan dan menghidupkan nilai perekonomian. Selain itu agar mereka bisa mandiri. Dan juga berikan mereka pembekalan ilmu usaha agar bisa lebih kreatif untuk mengangkat taraf hidup di masa datang. Sehingga, mereka tidak selalu ketergantungan hidup pada orang lain maupun pemerintah," kata Ghafar.

Kata Ghafar, dalam upaya pengentasan kemiskinan di masyarakat ini tentunya tidak menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Namun, ini juga akan menjadi tanggung jawab semua pihak yang turut peduli dengan anak jalanan dan lansia.

"Kebutuhan hak dasar mereka harus dipenuhi sebagai warga negara Indonesia. Seperti pembuatan akte kelahiran, pendidikan dan layanan kesehatan gratis," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prov Kepri, Drs Puji Astuti berharap tidak ada lagi anak-anak maupun remaja yang berkeliaran di jalan raya untuk mencari uang guna memenuhi biaya sekolah.

Selama ini kata Puji, pihaknya terus mengupayakan program-program terutama ekonomi dengan cara membantu para ibu-ibu anak jalanan tersebut dengan cara memberikan mereka bantuan modal usaha.

"Jadi, jangan ada lagi para ibu yang membiarkan anak-anaknya turun ke jalan untuk mencari uang. Karena itu sangat berbahaya untuk keselamatan mereka, kesehatan mereka dan masa depan mereka," imbau Puji.

Puji menyebutkan, pihaknya akan tetap berupaya membantu para ibu-ibu yang selama ini cendrung membiarkan anak-anaknya mencari uang di jalanan.

Bantuan yang dimaksud itu salah satunya dalam bentuk pelatihan wira usaha dan bantuan modal usaha. Sehingga, para ibu bisa melakukan aktifitas ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan memenuhi kebutuhan biaya sekolah anak-anaknya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengurus Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (DPD PPCI) Prov Kepri, Fachrizal mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah.

Karena, kepedulian serta bantuan yang diberikan itu sangat berarti, dan merupakan motifasi bagi para Disabilitas dan anak jalanan dalam menjalankan kehidupan masa mendatang.

"Kami juga ingin bisa berusaha dan berkarya seperti layaknya mereka yang normal. Selama ini kami selalu tersisih dan tersingkirkan di manapun kami berada tanpa ada yang mau peduli dengan keadaan kami," ungkap Fachrizal dengan sedih.(cw41)

Share

Fokus

Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

Minggu, 23 November 2014
Ketika Harga BBM Tak Lagi Bersabat

TANJUNGPINANG (HK)-- Kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BB...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Senin, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...