Jumat04182014

Last update12:00:00 AM

Back News Batam UMK Batam Rp 2.040.000

UMK Batam Rp 2.040.000

Ribuan buruh memenuhi kantor Dispora Kota Batam di Baloi saat mengikuti pembahasan UMK, Rabu (21/11).  Cecep/Haluan KepriBuruh Kawal Hingga ke Gubernur

BATAM (HK)- Rapat putaran ketujuh pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2013 yang diwarnai dengan aksi demo ribuan buruh akhirnya membuahkan hasil. Dewan Pengupahan Kota (DPK) menyepakati UMK Batam 2013 sebesar Rp2.040.000 atau naik Rp730 ribu dari tahun sebelumnya Rp1.310.000. Kesepakatan itu diambil pada pertemuan di Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora), Baloi, Batam, Rabu (21/11) sekitar pukul 14.30 WIB.

Selain menyepakati angka Rp2.040.000, DPK juga menetapkan UMK berdasarkan tiga kelompok usaha.  Kelompok satu atau kelompok alat berat, perkapalan dan migas, disepakati nilai UMK sebesar  Rp2.182.800.  Kelompok kedua, yakni elekrtonik dan sejenisnya dengan UMK plus 6 persen menjadi Rp2.162.400. Kelompok ketiga, yakni kelompok perhotelan, industri sepatu dan sejenisnya dengan besaran, UMK plus 5 persen menjadi Rp2.142.000.

"Terima kasih karena partisipasi teman-teman semua, hari ini (kemarin) kita berhasil menemui titik temu UMK Batam tahun 2013 dengan besaran Rp2.040.000," ujar Ketua DPK Batam, Zarefriadi di hadapan ribuan buruh yang memadati halaman Kanpora Batam.

Angka tersebut, lanjut Kepala Disnakertrans Batam ini akan segera disampaikan ke Gubernur Kepri untuk segera disahkan. Namun sebelum diserahkan harus ditandatangani dulu Walikota Batam Ahmad Dahlan. Selanjutnya dilakukan pembahasan oleh DPP (Dewan Pengupahan Provinsi) Kepri sebelum disahkan gubernur.

Dengan adanya angka dari DPK Batam, Zarefriadi berharap agar buruh tidak lagi turun ke jalan untuk menyerukan UMK, karena saat ini bolanya sudah di gubernur. "Kita tinggal menunggu hasil dari gubernur. Kita berharap tidak ada pertemuan lagi dalam nuansa yang sama," lanjutnya.  

Sementara itu, Muhammad Mustofa, anggota DPK, perwakilan Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) mengatakan angka yang dihasilkan dalam perundingan merupakan awal yang baik. Jadi sekarang hanya menunggu pembahasan di tingkat provinsi yang diakhiri dengan pengesahan dari Gubernur Kepri, HM Sani.

"Kawan-kawan semua, tugas kita masih panjang, karena angka yang kita hasilkan belum mutlak menjadi besaran UMK Batam karena kita masih menunggu penetapan gubernur," ujar Mustafa di hadapan buruh.

Hasil keputusan dari DPK terhadap rekomendasi UMK Batam disambut suka cita oleh ribuan massa yang sudah menunggu sejak pagi di halaman Kanpora Batam. Bahkan tak sedikit diantara buruh memanjatkan doa sebagai bentuk syukur atas angka tersebut.

Sebelumnya rapat pembahasan UMK oleh DPK berlangsung alot. Pihak pengusaha dan serikat buruh tetap bertahan pada besaran  angka masing-masing. Pihak pekerja menuntut UMK sebesar Rp2.119.000, sedangkan pengusaha dan pemerintah tetap bertahan pada Rp1.790.000.

Kawal Hingga ke Gubernur

Meski besaran UMK versi DPK Batam telah disepakati Rp2.040.000, namun perwakilan FSPMI di DPK Batam, Mustofa mengingatkan rekannya untuk tidak larut dalam suka cita. Sebab angka tersebut belum menjadi keputusan mutlak sebelum ada penetapan dari Gubernur Kepri.

Untuk itu, Mustofa mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak lengah, yakni dengan mengawal pembahasan UMK hingga ada angka pasti dari gubernur.

"Kawan-kawan jangan terlalu larut dalam eforia, karena ini masih ada selangkah lagi, kita harus kawal hingga ada angka dari Gubernur Kepri," ujar Mustofa.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Garda Metal Batam, Suprapto. Katanya perjuangan UMK Batam 2013 belum final, karena masih ada selangkah lagi yakni menunggu keputusan gubernur.

"Pengawalan akan terus kita lakukan, jangan sampai kita justru dicurangi di detik-detik akhir," ungkap Suprapto.

Sebagai bentuk perjuangan, lanjutnya, ia bersama Garda Metal dan serikat buruh yang ada di Batam untuk kembali ke jalan, bila angka yang sudah diusulkan oleh DPK melalui Walikota Batam mengalami penurunan.

"Kami minta gubernur benar-benar mengakomodir usulan teman-teman semua, jangan paksa kami turun kembali ke jalan," tambahnya.

Ditempat terpisah, Walikota Batam, Ahmad Dahlan menegaskan Pemko Batam akan mengusulkan angka UMK Batam 2013 sebagaimana yang diputuskan oleh DPK Batam. Berapapun nilainya, menurut mantan Humas Otorita Batam ini, ia akan mengakomodir dan membawanya ke gubernur.

"Berapapun besaran yang diputuskan, kami akan sampaikan ke Gubernur Kepri," ujar Dahlan saat ditemui di Novotel Batam, menjelang penetapan UMK oleh DPK, kemarin.

Masih kata Dahlan, posisi dirinya dalam penetapan UMK Batam sifatnya mengusulkan, sehingga besar kecilnya angka yang akan diusulkan, itu sangat ditentukan oleh keputusan DPK Batam.

"Saya hanya menunggu laporan dari Kadisnakertrans selaku ketua DPK Batam, dan setelah itu akan langsung kami sampaikan ke gubernur untuk segera dibahas dan disahkan," katanya.

Begitu juga terkait angka upah sektoral, Dahlan juga mengakui setuju saja ada usulan angka per sektoral. Hal ini menurutnya, lebih pada upaya memberikan keadilan untuk pekerja.

Namun demikian, Dahlan enggan menyebutkan berapa angka yang menurutnya ideal untuk diputusakan sebagai angka UMK Batam tahun 2013, "Saya belum punya angka, teman-teman sendiri yang tau berapa kebutuhannya," ujar Dahlan menutup pembicaraan. (ays)

 

Share

Fokus

Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Sabtu, 15 March 2014
Dari Kerang hingga Kerajinan Kaca

Cinderamata Tanjungpinang

TANJUNGPINANG(HK)-- Kota Tanjungpinang yang merupakan d...

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Monday, 15 April 2013
Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bis...